Harga Emas Dunia Stabil, Investor Cermati Arah Kebijakan The Fed

BRIEF.ID – Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Rabu (5/8/2026) di tengah sikap hati-hati investor yang mencermati perkembangan diplomasi di Timur Tengah serta prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS). Pelaku pasar juga menunggu rilis data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menjadi petunjuk penting bagi langkah selanjutnya Federal Reserve (The Fed).

Pada pukul  02.08 GMT atau 09.08 WIB, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$ 4.098,84 per troy ons, sedangkan kontrak berjangka emas (gold futures) menguat tipis 0,1% ke US$ 4.154,82 per troy ons.

Sementara itu, harga perak spot naik 0,6% menjadi US$59,86 per ons, sedangkan platinum spot menguat 0,2% ke US$1.741,88 per ons.

Pergerakan emas masih bertahan dalam kisaran perdagangan beberapa pekan terakhir. Investor menimbang dua sentimen utama, yakni peluang meredanya konflik antara AS dan Iran melalui jalur diplomasi serta kemungkinan suku bunga AS tetap berada di level tinggi lebih lama dari perkiraan.

Harapan  terwujudnya deeskalasi konflik muncul setelah Qatar menyatakan para mediator telah mencapai kemajuan menuju kesepakatan gencatan senjata. Namun, optimisme tersebut dibayangi bantahan Iran atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim telah berlangsung pembicaraan antara Washington dan Teheran.

Di sisi lain, lonjakan harga minyak akibat ketegangan geopolitik sebelumnya masih memicu kekhawatiran inflasi akan bertahan pada level tinggi. Kondisi itu meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk menekan tekanan harga.

Bagi pasar emas, prospek suku bunga tinggi menjadi faktor yang membatasi penguatan harga. Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai inflasi (safe haven), kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga cenderung mengurangi daya tariknya.

Berdasarkan perhitungan pasar, peluang Federal Reserve menaikkan suku bunga pada pertemuan 15–16 September kini mencapai sekitar 57%.

Fokus investor selanjutnya tertuju pada rilis data ketenagakerjaan sektor swasta versi Automatic Data Processing (ADP) pada Rabu, yang akan diikuti laporan ketenagakerjaan nonfarm payrolls untuk Juli pada Jumat. Kedua data tersebut diperkirakan menjadi acuan utama pasar dalam memperkirakan arah kebijakan suku bunga The Fed pada bulan-bulan mendatang. (Investing.com/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.537.000 per Gram, AS-Iran Jajaki Negosiasi Damai

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Mimpi ke Tuscany, Terwujud pada Malam Penuh Makna Bersama Andrea Bocelli di Kemayoran

BRIEF.ID – Ada sebuah keinginan yang sempat terlintas di...

Presiden Prabowo Pernah Ingatkan Bahaya Penyadapan, Kini Terungkap

BRIEF.ID – Peringatan Presiden Prabowo Subianto mengenai bahaya penyadapan...

Pajak Digital, Lebih dari Sekadar Mengisi Kas Negara

BRIEF.ID – Kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat melakukan...