BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) melaju ke level 5.900 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (10/7/2026), ditopang saham-saham sektor konsumsi dan konstruksi.
Memasuki awal sesi II perdagangan saham hari ini, sekitar pukul 12:30 waktu JATS, IHSG terpantau bergerak di zona hijau, menguat tipis 0,10% atau 6,03 poin ke level 5.918.
Sebelumnya pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG menguat 0,40% atau 23,59 poin ke level 5.936. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,10% atau 4,13 poin ke posisi 590,04.
Sepanjang sesi I perdagangan hari ini, IHSG lebih banyak bergerak di zona hijau dengan menyentuh level tertinggi di 5.949, dan level terendah di 5.905.
Hingga pukul 12:45 waktu JATS, IHSG terpantau masih bertahan di zona hijau meski penguatannya mulai terkikis. Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 405 saham naik harga, 208 saham turun harga, dan 171saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Adapun volume saham yang ditransaksikan mencapai 11,534 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.264.644 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp4,076 triliun.
Penguatan IHSG terutama ditopang saham-saham sektor konsumsi dan konstruksi, serta saham lapis kedua, ketika saham-saham unggulan dan berkapitalisasi besar masih mengalami tekanan jual.
Di sektor konsumsi, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), menjadi penopang penguatan IHSG.
Harga saham HMSP terpantau melesat 2,21% atau Rp15 menjadi Rp695 per lembar, INDF melonjak 1,89% atau Rp125 menjadi Rp6.750 per lembar, dan UNVR naik 0,87% atau Rp15 menjadi Rp1.730 per lembar.
Sedangkan di sektor konstruksi, saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT United Tractors Tbk (UNTR) juga menopang IHSG tetap bertahan di zona hijau.
Harga saham JSMR melonjak 2,23% atau Rp60 menjadi Rp2.750 per lembar, SMGR menguat 1,06% atau Rp15 menjadi Rp1.425 per lembar, dan UNTR naik 1,04% atau Rp250 menjadi Rp24.300 per lembar.
Penguatan IHSG hari ini ditopang sentimen meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang berimbas menurunkan indeks dolar AS dan harga minyak dunia.
Indeks dolar AS hari ini terkoreksi 0,02% ke level 100,88. Sedangkan harga minyak dunia jenis Brent, yang menjadi acuan juga turun ke level US$76 per barel.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas dengan bergerak di kisaran level support 5.850 hingga level resistance 5.950. (Jea)


