BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Hingga pukul 09.57 WIB, IHSG berada di zona hijau setelah menguat 48,66 poin atau 0,74% ke level 6.277,84.
Penguatan indeks didorong oleh aksi beli investor pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, seiring membaiknya sentimen pasar domestik. Optimisme juga didukung oleh tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.
Di sisi domestik, pasar turut merespons positif hasil Survei Perbankan Bank Indonesia yang menunjukkan penyaluran kredit baru meningkat signifikan pada kuartal II-2026. Kenaikan penyaluran kredit tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi yang masih ekspansif dan permintaan pembiayaan yang tetap kuat.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen eksternal. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama konflik antara Amerika Serikat dan Iran, masih berpotensi memicu volatilitas di pasar keuangan global melalui kenaikan harga minyak mentah dan kekhawatiran terhadap inflasi.
Selain itu, investor juga menantikan sejumlah data ekonomi dari Amerika Serikat dan Eropa yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga bank-bank sentral utama dunia, termasuk Federal Reserve (The Fed).
Analis menilai selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.250, peluang penguatan masih terbuka dengan target menuju kisaran 6.300. Namun, aksi ambil untung (profit taking) diperkirakan tetap mewarnai pergerakan indeks setelah reli dalam beberapa hari terakhir.
Pelaku pasar juga terus memantau pergerakan nilai Rukar rupiah, harga komoditas global, dan arus dana investor asing yang diperkirakan akan menjadi faktor penentu arah IHSG hingga penutupan perdagangan. (nov)


