IHSG Jatuh dari Level 7.500, Arus Capital Outflow Makin Kencang

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jatuh dari level psikologis 7.500 pada perdagangan hari ini, Kamis (23/4/2026), seiring arus capital outflow (dana keluar) yang makin kencang.

Pada awal sesi I perdagangan saham hari ini, IHSG dibuka menguat 0,30% atau 22,81 poin ke level 7.564.Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,19% atau 1,41 poin ke posisi 737,38.

Tak berselang lama, IHSG berbalik arah ke zona merah, seiring aksi jual saham-saham unggulan, termasuk saham milik konglomerat Prajogo Pangestu.

Hingga akhir sesi I perdagangan saham, pada pukul 12:00 waktu JATS, IHSG terpantau berada di zona merah, melemah 1,27% atau 95,64 poin ke level 7,445.

Sepanjang 3 jam perdagangan saham berlangsung, bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah, sempat menyentuh level tertinggi di 7.582, dan level terendah di 7.422.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 445 saham turun harga, 227 saham naik harga, dan 145 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan mencapai 34,249 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.895.485 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp11,693 triliun.

Pelemahan IHSG dipicu ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah, seiring berakhirnya perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran tanpa kesepakatan.

Meskipun Presiden AS, Donald Trump, telah menyatakan akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu yang ditentukan, pelaku pasar masih diliputi keraguan.

Pasalnya, Presiden Trump mensyaratkan Iran harus memberikan proposal damai terbaru, namun Iran menegaskan belum ingin melanjutkan perundingan damai dalam waktu dekat.

Seperti diketahui, AS-Iran menyepakati gencatan senjata selama 2 minggu, mulai 7-22 April 2026. Gencatan senjata diberlakukan agar kedua pihak konsen dengan perundingan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.

Hingga batas waktu gencatan senjata berakhir, AS-Iran belum mencapai kesepakatan perundingan damai, yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, mulai Selasa (22/4/2026).

Iran juga telah memblokade Selat Hormuz, seperti sebelum kesepakatan gencatan senjata. Sedangkan AS memblokade kapal yang ke luar dan masuk Iran.

Perkembangan terbaru ini, membuat harga minyak mentah kembali naik ke level US$100 per barel. Pada perdagangan Rabu (22/4/2026), harga minyak jenis brent yang menjadi acuan melonjak 3,48% ke US$101,91 per barel.

Kondisi tersebut, turut mendorong kenaikan indeks dolar Amerika Serikat (AS), yang berimbas pada pelemahan mata uang lainnya, khususnya Asia, termasuk rupiah.

Ketidakpastian penyelesaian konflik Timur Tengah membuat investor asing cenderung menarik modal dari emerging market, sehingga arus capital outflow dari pasar modal Indonesia terus meningkat.

Hal itu, terlihat dari tingginya aksi jual investor di pasar surat utang, sehingga memicu kenaikan imbal hasil (yield) di hampir semua tenor. Kondisi yang sama juga terjadi di pasar saham, yang membuat IHSG ambruk.

Berikut daftar 10 saham yang mengalami penurunan harga dan memberi tekanan terhadap IHSG, pada perdagangan Kamis (23/4/2026):

– PT Dian Swastatika Sentosa Tblk (DSSA) menekan 16,83 poin.
– PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menekan 12,97 poin.
– PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menekan 5,34 poin.
– PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menekan 5,27 poin.
– PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menekan 4,71 poin.
– PT Astra International Tbk (ASII) menekan 4 poin.
– PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menekan 3,39 poin.
– PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menekan 3,34 poin.
– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menekan 3,15 poin.
– PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menekan 2,81 poin.

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi masih berada di tren melemah, dengan bergerak di kisaran level support 7.420, dan level resistance 7.600. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Rupiah Ambruk Tembus Level Rp17.300 per Dolar AS Hari Ini

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah ambruk pada perdagangan...

Indonesia Daily Brief (April 23, 2026)

TOP NEWS The Jakarta Post — Bank Indonesia has held...

Harga Emas Antam Turun Lagi, Nyaris Terhempas dari Level Rp2.800.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...

Indeks Wall Street Menguat, S&P500 dan Nasdaq Composite Cetak Level Tertinggi

BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat...