BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/6/2026) terpuruk di level 5.342,14 setelah mengalami pelemahan hingga 4,52% atau turun 252,63 poin.
Volume perdagangan di sepanjang perdagangan tercatat sebanyak 319,9 juta lot saham dengan membukukan nilai transaksi mencapai Rp 21,04 triliun.
Saham-saham LQ45 yang tercatat sebagai top gainers adalah ADMR, MBMA, dan UNVR. Sebaliknya top losers, yaitu TLKM, HRTA, ISAT, PGAS, dan JPFA.
Sektor perindustrian tergelincir paling dalam, turun 6,39% sehingga menekan saham-saham INDS, HEXA, ASII, ACST, dan SMSM.
Kemelut serupa juga dihadapi bursa Asia, di mana indeks Kospi Korea Selatan tergerus 8,29% dan Nikkei 3,85%) yang dipicu aksi jual saham AI pasca Broadcom mengecewakan dan data AS kuat.
Hal itu terjadi akibat munculnya kekhawatiran investor bahwa kenaikan harga saham telah terlalu jauh dan cepat, serta permusuhan terkini di Iran yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.
Sementara itu, saham-saha di bursa Eropa merosot ke level terendah dua dalam pekan terakhir, pada Senin (8/6/2026) akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan aksi jual global saham AI.
Indeks acuan pasar saham Eropa, STOXX 600 turun 0,9% menjadi 616,04 poin pada pukul 0812 GMT, dengan semua indeks regional utama juga berada di zona merah.
Harga minyak melonjak lebih dari US$ 4 pada Senin (8/6/2026) sore, setelah investor dikejutkan oleh serangan baru Israel terhadap Iran serta serangan yang kembali terjadi di Lebanon sehari sebelumnya.
Harga minyak mentah Brent berjangka naik US$ 4,42 atau 4,47% menjadi US$ 97,15 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah AS berjangka naik US$ 4,07 atau 4,50% menjadi US$ 94,61 per barel. (nov)


