IHSG Ditutup Nyaris Terhempas dari Level 6.000, Terlemah di Kawasan Asia

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup di zona merah, nyaris terhempas dari level psikologis 6.000, dan menjadi yang terlemah di kawasan Asia pada perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026).

Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka menguat 0,76% atau 47,98 poin di level 6.366, searah dengan pergerakan bursa regional Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau.

Namun IHSG perlahan tertekan hingga berbalik arah ke zona merah. Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG terkoreksi 3,54% atau 233,55 poin ke level 6.094.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG hanya berada di zona hijau pada awal sesi I perdagangan, selanjutnya terpuruk ke zona merah hingga akhir perdagangan. IHSG terpantau sempat menyentuh level tertinggi di 6.378, dan level terendah di 6.080.

Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 663 saham turun harga, 88 saham naik harga, dan 69 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.

Volume saham yang ditransaksikan sepanjang hari ini mencapai 35,551 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.145.623 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp18,282 triliun.

Pergerakan IHSG yang bebranding terbalik dengan bursa regional Asia, bahkan terkoreksi lebih dari 3% pada perdagangan hari ini, lebih dipengaruhi faktor domestik.

Pasalnya, bursa kawasan Asia hari ini bergerak menguat seiring sentimen positif perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang telah memasuki tahap final.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan negosiasi antara delegasi AS dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah, dan membuka Selat Hormuz, berlangsung serius dan sudah memasuki tahap final.

Sementara Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melalui cuitan di platform X, menyebut Iran telah mengeksplorasi setiap jalan untuk menghindari perang. ”Semua jalur tetap terbuka dari pihak kami,” ungkapnya.

Iran dikabarkan sedang meninjau draf terbaru proposal perdamaian dari AS, yang merupakan tanggapan atas 14 poin proposal damai dari Iran beberapa waktu lalu.

Riset terbaru Phillip Sekuritas Indonesia menyebut Bursa Asia menguat mengikuti Bursa Wall Street yang melesat lebih dari 1% seiring meningkatnya harapan investor terkait perdamaian AS dan Iran.
Dengan demikian, pelemahan IHSG lebih dipengaruhi faktor domestik, terutama pelemahan rupiah yang terus berlanjut, meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate ke level 5,25%.
Investor terus melakukan tekanan jual, hampir merata di seluruh sektor, termasuk saham-saham berkapitalisasi besar, sehingga memperberat pergerakan IHSG.

Di jejeran saham Blue Chips, saham PT Astra International Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalami tekanan jual cukup besar. Harga ASII terkoreksi 6,28% atau Rp375 menjadi Rp5.600 per lembar, sedangkan TLKM turun 3,23% atau Rp100 menjadi Rp3.000 per lembar. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BPOM Temukan 22 Obat Bahan Alam Berbahaya Mengandung BKO

BRIEF.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan...

Kementerian Perindustrian Perkuat Keamanan Produk Pangan

BRIEF.ID - Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan sistem keamanan...

Influencer Sebut Rupiah Melemah karena Strategi Pemerintah, Rhenald Kasali: Kelihatan Enggak Ngerti Ekonomi

BRIEF.ID - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas...

IHSG Terkungkung di Zona Bencana, Investor Minim Respons Pidato Presiden Prabowo

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan...