IHSG Terkungkung di Zona Bencana, Investor Minim Respons Pidato Presiden Prabowo

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/5/2026) masih terkungkung di zona bencana. Pidato Presiden Prabowo pada rapat paripurna DPR RI juga tidak dapat mengendalikan pelemahan IHSG untuk terus meluncur ke bawah.

IHSG terjun ke zona merah setelah tergerus 52 poin atau  turun 0,82% ke level 6.318. Sebanyak 400,8 juta lot saham diperdagangkan dan  membukukan nilai transaksi Rp21,54 triliun.

Saham-saham top gainers LQ45 adalah PTBA, MEDC, JPFA, CPIN, BMRI, UNVR, dan ESSA. Sedangkan top losers  yaitu BRPT, CUAN, BUMI, AMMN, ADMR, MDKA, dan TOWR.

Sektor keuangan menjadi yang terkuat, naik 1,21% disokong saham-saham BMRI, BBTN, BRIS, AGRO, PNBN, dan BBCA. Sektor basic industry terpuruk terdalam turun 4,67%, yang ditandai penurunan  TPIA, BRPT, TKIM, SMGR, INKP, dan INTP.

Bursa Asia
Dikutip dari D’Origin Interactive News, Kamis (21/5/2026), saham Asia melanjutkan penurunan pada  Rabu (20/5/2026) menyusul berbagai  kekhawatiran inflasi akibat perang menghantam obligasi. Indeks saham Asia-Pasifik terluas MSCI di luar Jepang turun 0,7%.

Aksi jual di pasar obligasi global berlanjut karena investor meningkatkan taruhan bahwa Federal Reserve mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini.

Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun acuan mencapai level tertinggi 16 bulan sebesar 4,687%. Imbal hasil 30 tahun naik menjadi 5,198%, level yang belum pernah terlihat sejak 2007.

Selat Hormuz tetap tertutup dan Presiden AS Donald Trump mengatakan kemungkinan untuk menyerang Iran. Itu sehari setelah dia mengatakan akan menunda serangan yang akan segera terjadi untuk memungkinkan lebih banyak negosiasi dengan Teheran.

Dari Beijing, Tiongkok dilaporkan bahwa kurang dari sepekan setelah kunjungan  Trump, pemimpin Tiongkok Xi Jinping mengadakan pembicaraan dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin. Xi mengatakan bahwa sangat penting untuk menghentikan perang di Timur Tengah.

Investor juga menunggu rilis pendapatan dari Nvidia untuk melihat apakah perusahaan paling berharga di dunia ini mampu membantu pasar mengatasi biaya pinjaman yang lebih tinggi.

Raksasa pembuat chip Nvidia  akan mengumumkan pendapatan kuartal pertama setelah pasar tutup pada hari Rabu. Ekspektasi, seperti biasa, sangat tinggi. Pendapatan diproyeksikan meningkat hampir 80% menjadi hampir US$ 79 miliar, menurut perkiraan median dalam survei analis LSEG.

Sementara itu, indeks Nikkei225 (Jepang) turun 1,23% ke 59.804; indeks Topix (Jepang) melemah 1,53% ke 3.791; Shanghai Composite (Tiongkok) turun 0,18% ke 4.162; Shenzhen Component (Tiongkok) naik 0,00% ke 15.569; CSI 300 (Tiongkok) melemah 0,04% ke 4.850; Hang Seng (Hong Kong) turun 0,57% ke 25.651; indeks Kospi (Korea Selatan) melemah 0,86% ke 7.208; Taiex (Taiwan) anjlok 0,39% ke 40.020; dan S&P/ASX200 (Australia) tergerus 1,26% ke 8.496.

Mata uang Asia, Yen up 0,03% menjadi 159,02 per Dolar AS; SGD naik 0,12% menjadi 1,2808 per Dolar AS; AUD menguat 0,11% ke posisi 0,7115 per Dolar AS; Rupiah melaju 0,29% menjadi 17.653 per Dolar AS; Rupee melemah 0,32% ke 96,8450 per Dolar AS; Yuan naik 0,14% ke 6,8049 per Dolar AS; Ringgit naik 0,10% ke 3,9725 per Dolar AS; dan Baht melaju 0,04% ke 32,6990

Bursa Eropa
Saham-saham Eropa dilaporkan kesulitan mendapatkan momentum pada Rabu (20/5/2026), karena pasar global terus memantau imbal hasil obligasi yang tinggi dan angka inflasi Inggris yang lebih rendah dari perkiraan.

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 turun tipis dengan sektor dan bursa regional berada di wilayah negatif. Indeks berfluktuasi di sekitar garis datar setelah awalnya dibuka di wilayah negatif.  Indeks CAC 40 Prancis turun 0,24%. Indeks FTSE 100 Prancis melemah 0,47%, dan Indeks DAX Jerman anjlok  0,41%.

Harga minyak turun sekitar 1% pada  Rabu (20/5/2026) petang (20/5)  setelah Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir “dengan sangat cepat.”  Di sisi lain,  investor tetap waspada terhadap hasil pembicaraan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent berjangka turun US$ 1,11 atau 1,0% menjadi US$ 110,17 per barel. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berjangka turun US$ 1,12  atau 1,1%, menjadi US$ 103,03 per barel.
“Investor sangat ingin mengukur apakah Washington dan Teheran benar-benar dapat menemukan titik temu dan mencapai kesepakatan perdamaian, mengingat sikap AS berubah
setiap hari,” kata Toshitaka Tazawa,  analis di Fujitomi Securities.

Tazawa mengatakan, harga minyak kemungkinan akan tetap tinggi mengingat potensi serangan AS yang diperbarui terhadap Iran  dan ekspektasi bahwa pasokan minyak mentah tidak akan cepat kembali ke tingkat sebelum perang. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pasar Cenderung Bergejolak, Tren Pelemahan IHSG Diperkirakan Berlanjut

BRIEF.ID – Tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)...

Bursa Wall Street Bergeliat, Harga Minyak Turun

BRIEF.ID – Indeks di Bursa Wall Street ditutup menguat...

CBDK Buyback Saham Seharga Rp 250 Miliar

BRIEF.ID – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)  mengumumkan...

SpaceX Ajukan IPO di Bursa Nasdaq

BRIEF.ID – SpaceX secara resmi, pada Rabu (20/5/2026) mengajukan...