BRIEF.ID – Indeks di Bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Rabu (20/5/2026). Penguatan indeks dipicu oleh penurunan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya optimisme bahwa konflik di Timur Tengah akan segera diselesaikan. Investor juga menantikan rilis laporan pendapatan Kuartal I-2026 Nvidia.
Indeks acuan S&P 500 naik 1,1% dan ditutup pada 7.432,24 poin, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi bertambah 1,6% dan ditutup pada 26.270,36 poin, dan indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi saham-saham unggulan naik 1,3% dan ditutup pada 50.009,35 poin.
Bank sentral Tiongkok kembali mempertahankan suku bunga pinjaman utama pada level terendah sepanjang masa pada level 3% untuk tenor 1 tahun dan 3,5% untuk tenor 5 tahun di bulan Mei 2026.
Sementara itu, laju inflasi tahunan di Inggris melambat menjadi 2,8% YoY di April 2026 dari 3,3% YoY di Maret 2026, serta di bawah ekspektasi 3% YoY. Perlambatan inflasi ini didorong oleh penurunan tajam inflasi perumahan dan jasa rumah tangga, menyusul diberlakukannya pembatasan harga energi oleh regulator pada 1 April 2026.
Inflasi di Euro Area meningkat menjadi 3% YoY di April 2026 dari 2,6% YoY di Maret 2026. Ini merupakan inflasi tertinggi sejak September 2023, akibat kenaikan harga energi.
Harga minyak mentah koreksi lebih dari 5% setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap final, pada Rabu (20/5/2026).
Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 9 bps ke level 4,576% seiring koreksi harga minyak. Harga emas spot menguat 1% di level US$ 4.532 per troy ons disaat meningkatnya harapan akan penyelesaian konflik Iran yang menekan harga minyak, meredakan kekhawatiran inflasi dan menurunkan yield obligasi pemerintah AS dari level tertinggi.


