BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup di zona merah setelah terkoreksi 19,17 poin atau 0,30% ke level 6.315.
Pelemahan itu mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan aksi ambil untung pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup di level Rp 17.939,6 per Dolar AS atau terdepresiasi 78,9 poin dibandingkan posisi pembukaan di Rp 17.860,7 per Dolar AS.
Tekanan terhadap Rupiah dipengaruhi menguatnya Dolar AS di pasar global, ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta meningkatnya permintaan terhadap aset-aset yang dianggap lebih aman.
Pelaku pasar kini mencermati berbagai sentimen eksternal, termasuk perkembangan ekonomi Amerika Serikat, pergerakan harga komoditas, serta dinamika geopolitik yang masih membayangi pasar keuangan global.
Dari dalam negeri, investor juga menunggu rilis sejumlah data ekonomi yang diperkirakan akan memberikan arah baru bagi pergerakan pasar.
Kalangan analis menilai, meskipun IHSG terkoreksi, fundamental ekonomi Indonesia masih relatif terjaga. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek sehingga investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham dengan fundamental yang kuat serta memperhatikan perkembangan sentimen global. (nov)


