IHSG Diperkirakan Masih Tertekan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/4/2026) diprediksi akan bergerak konsolidasi dan cenderung tertekan di kisaran 7.245–7.600.

Riset Phintraco Sekuritas menyatakan bahwa sentimen utama lemahnya pergerakan IHSG dipicu oleh respons pasar terhadap keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga di level 4,75%, dan ketidakpastian geopolitik global.

Disebutkan, IHSG akan bergerak pada resistance  7.650, pivot  7.600, dan support  7.500. Saham-saham yang diunggulkan adalah BBTN, PNLF, MIDI, ASII, dan RAJA.

“Diperkirakan IHSG berpotensi konsolidasi pada rentang level 7500-7600 pada perdagangan hari Kamis, 23 April 2026,” demikian dikutip dari riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 17,77 poin atau 0,24% di level 7.541,61 pada perdagangan Rabu (22/4/2026). IHSG cenderung bergerak mixed di tengah sentimen yang variatif sehingga secara teknikal. IHSG belum mampu menembus MA5 dikisaran level 7.591 seiring  pergerakan histogram positif pada MACD yang terus mengecil serta indikator stochastic RSI yang berada pada overbought area.

BI mempertahankan BI Rate pada level 4.75%, dengan Deposit Facility rate tetap di 3,75% dan lending facility rate tetap di 5,5%. Keputusan ini masih konsisten untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah akibat ketidakpastian global yang masih tinggi.

BI memperkirakan inflasi akan tetap berada dalam kisaran target 2026–2027 sebesar 2,5% ±1%.  BI juga masih mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% untuk tahun 2026.

Tingkat pertumbuhan kredit tercatat sebesar 9,49% YoY di Maret 2026 dari 9,37% pada Februari 2026. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam pinjaman investasi (20,85%), pinjaman modal kerja (4,38%), dan kredit konsumen (5,88%).

Dari sisi permintaan, bank masih memegang fasilitas pinjaman yang belum dicairkan sebesar Rp 2.527,46 triliun, setara dengan 22,59% dari total batas kredit yang tersedia. BI memperkirakan pertumbuhan kredit akan tetap stabil dalam kisaran 8–12% pada tahun 2026. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Indeks Wall Street Menguat, S&P500 dan Nasdaq Composite Cetak Level Tertinggi

BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat...

BNI Kembalikan Dana Paroki Aek Nabara Sumut Rp28,26 Triliun, Harapkan Kepercayaan Masyarakat Terjaga

BRIEF.ID  - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau...

IHSG Ditutup Loyo, Bursa Asia Bergeliat

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup loyo...

BI: Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2026 Minimal 4,9% Meski Ada Dampak Konflik Timur Tengah

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan...