IHSG Diperkirakan Masih Melanjutkan Koreksi

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (25/6/2026) diperkirakan masih melanjutkan koreksi setelah berada dalam tren bearish  yang kuat.

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa pergerakan IHSG pada resistance 6.000, pivot 5.800, dan support 5.700. Saham-saham yang diunggulkan adalah MIKA, AADI, MYOR, BFIN, dan UNVR.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 5.883,881 atau turun  3,56%  pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Sentimen negatif berasal dari peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI), koreksi harga komoditas logam, dan penguatan mata uang Dolar AS.

Secara teknikal, IHSG breakdown level psikologis 6.000 diiringi  histogram positif MACD yang menipis serta indikator stochastic RSI yang mengalami Death Cross di overbought area.

“IHSG berpeluang uji level 5.750 pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Namun koreksi harga minyak berpotensi menjadi faktor positif karena mengurangi tekanan pada defisit APBN,” demikian riset Phintraco Sekuritas, yang dirilis Kamis (25/6/2026).

Sementara itu, PT Pos Indonesia akan melakukan konsolidasi sejumlah perusahaan BUMN logistik melalui penggabungan ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI). Sebanyak sembilan perusahaan BUMN sektor logistik akan bergabung dalam konsolidasi  yang ditargetkan dimulai pada 1 Juli 2026.

Konsolidasi dimaksudkan untuk mengintegrasikan BUMN logistik guna menciptakan efisiensi dan memperbesar skala bisnis. PT MTI merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) yang berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Pada tahap II konsolidasi, kepemilikan saham MTI akan dialihkan sepenuhnya kepada PT Pos Indonesia (Persero).

Peringkat daya saing Indonesia dalam IMD World Competitiveness Ranking 2026 turun signifikan dari posisi 40 menjadi 48.

Menanggapi penurunan itu, Pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk melalui tim debottlenecking untuk mengidentifikasi berbagai hambatan yang memengaruhi iklim investasi dan daya saing nasional.

Jika kendala tersebut tidak segera diperbaiki dan daya saing Indonesia tidak meningkat, maka berpotensi akan berpengaruh terhadap iklim investasi dan perdagangan yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

LPEM FEB UI Prediksi RDG-BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75%

BRIEF.ID - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi...

Indonesia Siap Terbitkan Panda Bond Perdana Senilai US$1 Miliar

BRIEF.ID – Pemerintah Indonesia berencana menerbitkan Panda Bond perdana...

DPR Desak BPH Migas Usut Dugaan BBM Subsidi Dijual ke Tambang

BRIEF.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Muhammad Rohid...

Pemilihan Rektor Unsrat 2026, Prof. Grace Dinilai Memenuhi Seluruh Persyaratan

BRIEF.ID– Akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof. Ir. Marthin...