BRIEF.ID – Indeks di Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup mixed pada perdagangan Rabu (24/6/2026).
Saham sektor teknologi melemah, yang dipimpin saham Micron Technology karena investor menantikan rilis laporan keuangan perusahaan pembuat chip itu.
Selain itu, saham teknologi besar yang berpengaruh, termasuk Microsoft, menarik pasar secara keseluruhan turun meskipun sebagian besar saham di S&P 500 naik.
Indeks S&P 500 turun 7,24 poin, atau 0,1%, menjadi 7.358,22, meskipun hampir 2 dari setiap 3 saham mengalami kenaikan. Dow Jones Industrial Average, yang bobotnya lebih kecil terhadap saham teknologi, naik 182,06 poin, atau 0,4%, menjadi 51.848,90.
Komposit Nasdaq yang didominasi saham teknologi turun 110,40 poin, atau 0,4%, menjadi 25.476,64. Penurunan 2,3% pada Microsoft merupakan faktor terberat yang mempengaruhi pasar. Oracle merosot 4,6%.
Sementara itu, berlanjutnya koreksi harga minyak mencapai level terendah sejak sebelum AS dan Israel pertama kali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, membantu mendorong penurunan yield obligasi pemerintah AS. Namun di sisi lain memicu koreksi pada saham sektor energi.
Harga saham dua perusahaan raksasa Korea Selatan, Samsung Electronics dan SK Hynix rebound, sehingga membantu indeks KOSPI ditutup menguat, pada Rabu (24/6/2026). Saham Samsung menguat hampir 10% setelah diberitakan perusahaan itu mempertimbangkan untuk membeli kembali hampir 90 triliun won (US$ 58,38 miliar) sahamnya.
Sementara itu, saham SK Hynix menguat sekitar 1% setelah mengumumkan rencana untuk pencatatan American Depositary Shares (ADS) di Nasdaq, yang berpotensi menjadi penjualan saham terbesar kedua sejak penawaran umum perdana bersejarah SpaceX awal bulan ini.
Pada perdagangan Rabu (24/6/2026), harga minyak turun sekitar 4%, karena kapal tanker terus melintasi Selat Hormuz, meningkatkan harapan bahwa gangguan pasokan terburuk di Timur Tengah telah berakhir.
Obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun turun lebih dari 8 bps ke level 4,406%, seiring turunnya harga minyak sehingga meredam kekhawatiran akan inflasi dan potensi kenaikan suku bunga. Harga emas melemah 2,9% di level US$ 3.981 per troy ons akibat kenaikan Dolar AS. (nov)


