IHSG Diperkirakan Berpotensi Melanjutkan Pelemahan

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/6/2026) diperkirakan berpotensi  melanjutkan pelemahan seiring minimnya kepercayaan investor atas kebijakan ekonomi pemerintah.

Selain itu, faktor penekan sulitnya IHSG bergerak naik adalah lonjakan harga minyak mentah  lebih dari 4% berpotensi meningkatkan risiko  kenaikan inflasi dan  pelebaran defisit APBN 2026.

Riset Phintraco Sekuritas menyebutkan IHSG akan bergerak pada resistance 5.500, pivot 5.400, dan support 5.100.

“Diperkirakan IHSG berpotensi akan menguji level support di 5,100,” demikian disebutkan dalam riset yang dirilis, Selasa (8/6/2026).

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 5.342,14 atau turun 4,52%  pada perdagangan Senin (8/6/2026). Semua sektor anjlok  dengan pelemahan terbesar pada saham sektor industri yang tergerus 6,39%).  Nilai tukar Rupiah berlanjut ditutup melemah 0,84% di level Rp 18.188 per Dolar AS. Secara teknikal, IHSG ditutup di bawah level MA200 monthly, sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka.

Data cadangan devisa RI turun pada level US$ 144,9 miliar di Mei 2026 dari US$ 146,2 miliar pada April 2026. Penurunan ini  adalah  terendah sejak Juni 2024, yang terutama disebabkan  oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia BI  menstabilkan Rupiah.

Posisi cadangan devisa ini setara dengan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah, masih di atas level benchmark internasional yang sebanyak 3 bulan impor. Penurunan cadangan devisa yang terus menerus dapat menurunkan kepercayaan investor dan lembaga rating. Untuk itu Pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing.

Penjualan sepeda motor di dalam negeri turun 5,1% YoY menjadi 479.388 unit di Mei 2026, setelah meningkat 28,1% YoY di April 2026. Disebutkan, penurunan ini akibat meningkatnya biaya yang membebani pengeluaran konsumen sehingga ada indikasi daya beli masyarakat mulai melemah.

Pada  periode Januari-Mei 2026, penjualan sepeda motor masih naik 0,7% YTD mencapai 2,61 juta unit. AISI memperkirakan penjualan sepeda motor pada tahun ini akan mencapai sekitar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit, stabil dibandingkan realisasi tahun lalu  sebanyak 6,4 juta unit. Hingga Mei 2026, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 38,96% hingga 40,78% dari target akhir tahun 2026.  Penjualan sepeda motor juga mendapatkan tantangan dari potensi kenaikan suku bunga pembiayaan. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Sepekan Melonjak 4,90%, Rata-rata Nilai Transaksi Harian Tembus Rp20 Triliun

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan, yakni...

Indonesia Resmi Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Mulai Hari Ini, Fokus Jaga Ketahanan Energi

BRIEF.ID - Indonesia resmi memangkas ekspor gas bumi ke...

Asap Karhutla Ganggu 2.775 Penerbangan, Kemenhub Imbau Penumpang Cek Jadwal

BRIEF.ID – Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa kabut asap akibat...

IHSG Akhir Pekan Uji Level 5.500, Saham BBCA Masih Terkoreksi

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...