IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways, Investor Nantikan Data Cadangan Devisa

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (7/8/2026), diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.300-6.400. Pelaku pasar menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026 oleh Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan diumumkan pada hari ini.

Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di level resistance  6.400, pivot  6.350, dan support  6.300. Adapun saham-saham yang direkomendasikan pada perdagangan hari ini meliputi PGEO, PTRO, CUAN, SMGR, dan ASII.

Pada perdagangan sebelumnya, Kamis (6/8/2026), IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI mendekati area overbought disertai peningkatan volume jual. Sementara itu, histogram MACD masih berada di area positif dan posisi IHSG tetap berada di atas rata-rata pergerakan (MA5-MA50).

“Diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 6.300-6.400 pada perdagangan Jumat (7/8/2026),” demikian dikutip dari riset Phintraco Sekuritas.

Dari sisi domestik, investor akan mencermati data cadangan devisa Indonesia periode Juli 2026. Pada Juni 2026, cadangan devisa tercatat meningkat menjadi US$145,6 miliar dari US$144,9 miliar pada Mei 2026, meski masih berada di kisaran level terendah dalam hampir dua tahun terakhir akibat tekanan depresiasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, indeks harga properti Indonesia diperkirakan tumbuh 0,8% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal II-2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,62% YoY pada kuartal I-2026.

Pemerintah juga dijadwalkan menggelar lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada Selasa (11/8/2026) dengan target indikatif sebesar Rp10 triliun. Delapan seri SBSN yang akan ditawarkan meliputi SPNS08092026, SPNS03022027, SPNS12042027, PBS030, PBS040, PBSG002, PBS034, dan PBS038.

Dari pasar global, investor menantikan rilis data neraca perdagangan Tiongkok periode Juli 2026. Ekspor diperkirakan tumbuh 22,7% YoY, melambat dari 27% YoY pada bulan sebelumnya, sedangkan impor diproyeksikan meningkat 28,6% YoY, lebih rendah dibandingkan 36% YoY pada Juni 2026.

Perhatian pasar juga tertuju pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya nonfarm payrolls Juli 2026 yang diperkirakan bertambah menjadi 80.000 tenaga kerja dari 57.000 pada Juni. Sementara itu, tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di level 4,2%.

Apabila data ketenagakerjaan AS lebih lemah dari perkiraan, pasar diperkirakan akan merespons positif karena kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga, sehingga berpotensi menopang sentimen di pasar keuangan global. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Peringatan 10 Tahun BLACKPINK, THEBLACKLABEL Pastikan Kehadiran  Rose

BRIEF.ID – THEBLACKLABEL memberikan klarifikasi terkait rumor mengenai kehadiran...

Industri Pelayaran Soroti Pembahasan Kerangka Pembukaan Kembali Selat Hormuz

BRIEF.ID – Iran dan Oman dilaporkan tengah mematangkan kerangka...

John Carpenter Rilis Cathedral, Perpaduan Novel Grafis dan Album Musik

BRIEF.ID – Sutradara film horor legendaris John Carpenter kembali...

Saham AS Melemah Tipis Dipicu Kenaikan Harga Minyak

BRIEF.ID – Bursa saham Wall Street, New York, Amerika...