BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk mengikuti pergerakan Bursa Amerika Serikat (AS) atau Wall Street pada perdagangan Jumat (6/11/2026), dengan saham-saham milik konglomerat menjadi pemberat.
Pada akhir sesi I perdagangan akhir pekan, IHSG terpantau ditutup melemah 1,97% atau 98,86 poin ke level 4.931. Sebelumnya di awal perdagangan IHSG dibuka melemah 1,48% atau 74,43 poin ke posisi 4.955.
Sepanjang sesi I perdagangan yang berakhir pukul 12:00 waktu JATS, IHSG bergerak di zona merah dengan menyentuh level tertinggi di 4.969, dan level terendah di 4.925.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 496 saham turun harga, 118 saham naik harga, dan 96 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 9,643 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 570.974 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp3,417 triliun.
Tekanan pada IHSG datang dari ambruknya Bursa AS akibat tekanan jual yang terus dilancarkan investor terhadap saham-saham teknologi, terutama yang mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pada penutupan perdagangan Kamis (5/11/2026), Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 3,44%, indeks S&P 500 merosot 4,36%, dan Nasdaq Composite anjlok 5,52%. Tekanan jual membuat indeks saham teknologi di Wall Street ambruk 12%.
Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif yang menekan pergerakan IHSG datang dari aksi jual investor terhadap saham-saham milik konglomerat, antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Amman Mineral Indonesia Tbk (AMMN).
Seperti diketahui BBCA merupakan bagian dari jaringan bisnis Grup Djarum yang dimiliki konglomerat Robert Budi Hartono, BRMS merupakan jaringan bisnis Keluarga Bakrie, SMMA merupakan bagiand ari Sinar Mas Group milik Keluarga Widjaja, BRPT dimiliki konglomerat Prajogo Pangestu, dan AMMN merupakan jejaring bisnis Grup Salim.
Berikut pergerakan saham-saham konglomerat yang menjadi pemberat IHSG pada perdagangan hari ini.
1. BBCA anjlok 2,63% atau FRp135 menjadi Rp4.990 per lembar, membebani IHSG 7,04 poin.
2. BRMS terkoreksi 6,10% atau Rp20 menjadi Rp308 per lembar, membebani IHSG 4,2 poin.
3. SMMA turun 1,93% atau Rp400 menjadi Rp20.300 per lembar, membebani IHSG 4,14 poin.
4. BRPT tertekan 6,59% atau Rp60 menjadi Rp850 per lembar, membebani IHSG 4,02 poin.
5. AMMN merosot 4,92% atau Rp180 menjadi Rp3.480 per lembar, membebani IHSG 3,82 poin. (Jea)


