BRIEF.ID – Harga minyak mentah ditutup menguat terbatas pada perdagangan Selasa (18/8/2026), menyusul meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Harga minyak mentah Brent ditutup di level US$91,02 per barel, naik 0,17%. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,52% menjadi US$84,94 per barel. Kedua harga acuan tersebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga pekan.
Penguatan harga minyak dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan setelah hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas. Ketidakpastian terkait akses pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu jalur penting pengiriman minyak dunia, membuat investor mencermati potensi gangguan pasokan.
Kondisi ini mendorong harga minyak tetap berada di atas US$90 per barel untuk Brent. Di sisi lain, sejumlah langkah alternatif untuk mempertahankan aliran minyak, termasuk pengiriman melalui jalur lain dan transfer antarkapal, membantu meredam kekhawatiran gangguan pasokan yang lebih besar.
Kenaikan harga minyak juga menjadi perhatian pasar karena dapat meningkatkan tekanan inflasi global. Jika harga energi bertahan tinggi, ruang bagi bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter dapat semakin terbatas.
Investor selanjutnya akan mencermati perkembangan hubungan AS-Iran, kondisi pelayaran di Selat Hormuz, serta data persediaan minyak mentah AS untuk menentukan arah harga komoditas energi. (nov)


