BRIEF.ID – Harga emas spot ditutup melemah pada perdagangan Selasa (18/8/2026), tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) serta penguatan tekanan di pasar obligasi global.
Harga emas spot turun 0,5% menjadi US$4.393 per troy ons pada penutupan perdagangan 18 Agustus 2026. Pergerakan terjadi di tengah lonjakan imbal hasil Treasury AS yang meningkatkan opportunity cost memegang emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga terjadi bersamaan dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi, terutama akibat kenaikan harga minyak dan ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut membuat investor kembali mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Selain faktor obligasi, penguatan harga minyak turut menjadi perhatian pasar karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Investor kini menantikan sinyal kebijakan Federal Reserve untuk menentukan arah pergerakan emas selanjutnya.
Meski mengalami tekanan dalam perdagangan terbaru, harga emas masih berada pada level tinggi. Investor tetap mencermati prospek permintaan aset safe haven, pembelian emas oleh bank sentral, serta perkembangan geopolitik yang berpotensi memengaruhi harga logam mulia.
Pergerakan imbal hasil Treasury, dolar AS, harga minyak, serta ekspektasi suku bunga The Fed diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi harga emas dalam perdagangan selanjutnya. (nov)


