BRIEF.ID – Harga minyak dunia turun di bawah level sebelum konflik Timur Tengah pada perdagangan hari ini, Kamis (2/7/2026). Hal itu, terjadi seiring kemajuan perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Seperti dilansir Reuters, harga minyak dunia jenis Brent turun 1,02% atau 73 poin menjadi US$70,84 per barel. Sedangkan harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) AS merosot 1,21% atau 83 poin ke level US$67,75 per barel.
Harga minyak dunia tersebut berada di bawah level sebelum pecahnya konflik Timur Tengah, yang ditandai dengan serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Berdasarkan penelusuran BRIEF, harga minyak mentah dunia jenis Brent yang menjadi acuan berada di level US$72,46 per barel pada 27 Februari 2026. Sedangkan WTI tercatat berada di level US$64,92 per barel.
Harga minyak dunia terus melemah seiring dibukanya Selat Hormuz dan berlanjutnya perundingan damai AS-Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Sumber Reuters menyebut para negosiator AS dan Iran menghabiskan dua hari di Doha, Qatar, untuk membahas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz serta pencairan dana milik Iran yang sebelumnya dibekukan.
Qatar menyatakan kedua negara mencatat ‘kemajuan positif’ dalam perundingan yang berakhir pada Rabu (1/7/2026). AS akhirnya menyetujui pencairan aset Iran senilai US$6 miliar yang dibekukan di Qatar.
Sedangkan Iran diwajibkan menyelesaikan proses pembersihan ranjau di sepanjang Selat Hormuz dalam waktu 30 hari. AS juga akan mengakhiri blokade di pelabuhan Iran.
Hal itu, menjadi persyaratan yang disepakati kedua negara untuk kelancaran pelayaran komersial di Selat Hormuz.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz kini telah kembali ke level sebelum perang.
Hal itu, membuat pasokan minyak mentahkembali lancar dan memicu persaingan antarnegara produsen, sehingga terus menekan harga minyak.
Reuters mencatat harga minyak turun tiga hari berturut-turut seiring melonjaknya arus pengiriman melalui Selat Hormuz dan munculnya tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan tidak langsung antara AS-Iran. (jea)


