Harga Emas Terkoreksi Setelah Dua Bulan Berada di Level Tertinggi  

BRIEF.ID – Harga emas terkoreksi pada perdagangan Kamis setelah pelaku pasar melakukan aksi ambil untung menyusul kenaikan harga emas ke level tertinggi dalam dua bulan.

Pada pukul  20.27 GMT atau pukul 02.27 WIB, harga emas di pasar spot turun 1,3% menjadi US$ 4.352,23 per troy ons, sementara emas berjangka melemah 1,3% menjadi US$ 4.408,09 per troy ounce.

Sehari setelah laporan inflasi konsumen (CPI) AS bulan Juli yang sesuai  perkiraan, perhatian investor beralih ke data harga produsen (PPI) untuk periode yang sama.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS), menyatakan bahwa PPI utama pada Juli stagnan secara bulanan (month-on-month/MoM), tetapi meningkat 4,7% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pada Juni, PPI utama turun 0,1% MoM dan meningkat 5,5% YoY. Angka Juli juga lebih rendah dibandingkan perkiraan ekonom.

Sementara itu, PPI inti Juli meningkat 0,2% M/M dan 4,2% YoY. Angka tersebut dibandingkan dengan estimasi ekonom sebesar masing-masing 0,3% MoM dan 4,2% YoY. Pada Juni, PPI inti naik 0,4% MoM dan 4,7% YoY.

Data CPI dan PPI terbaru menunjukkan bahwa tekanan inflasi AS secara tahunan mulai mengalami moderasi, baik pada angka utama maupun inti. Meski kedua indikator tersebut menjadi perhatian pasar, Federal Reserve (The Fed) lebih menjadikan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti sebagai salah satu ukuran utama dalam menilai perkembangan inflasi. Sejumlah komponen CPI dan PPI turut digunakan dalam perhitungan PCE.

Perkembangan data inflasi  mendorong pelaku pasar untuk mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada September turun menjadi sekitar 34% setelah rilis data PPI, sementara peluang The Fed mempertahankan suku bunga berada di hampir 66%.

Ekspektasi atas kebijakan moneter yang lebih longgar umumnya menjadi katalis positif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbunga menurun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah.

Meskipun harga emas terkoreksi setelah mencatat level tertinggi dalam dua bulan, prospek kebijakan moneter The Fed yang lebih akomodatif masih menjadi faktor pendukung bagi logam mulia. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

AS Terapkan Tarif Impor Drone Hingga 100%  

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani...

Jelang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Investor Cermati Arah Kebijakan Fiskal

BRIEF.ID – Investor mencermati pidato Presiden Prabowo Subianto mengenai...

Harga Minyak Mentah Melemah, Brent dan WTI Tertekan

BRIEF.ID – Harga minyak mentah dunia melemah sekitar 2%...

Saham AS Cetak Rekor Tertinggi, Isu Inflasi dan Harga Minyak Mereda

BRIEF.ID - Pasar saham Amerika Serikat (AS) mencetak rekor...