Harga Emas Jatuh, Indeks di Bursa Dunia Cenderung Melemah

BRIEF.ID – Indeks di bursa Wall Street New York, Amerika Serikat (AS)  ditutup mixed, pada  Kamis (29/1/2026). Penurunan indeks dipicu anjloknya harga  saham Microsoft usai pengumuman kinerja keuangan sehingga  membebani sentimen dan mendorong penurunan saham-saham layanan software.

Fokus utama investor saat ini adalah laporan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan besar. Laporan kinerja keuangan Microsoft  yang  mengecewakan pasar, investor beralih mencermati saham Apple yang merilis laporan keuangan pasca penutupan bursa, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, sejumlah  indeks di bursa Eropa ditutup melemah, pada  Kamis (29/1/2026), karena para investor fokus pada sejumlah laporan kinerja keuangan dari beberapa perusahaan terbesar di Eropa.

Harga minyak mentah naik lebih dari 2%,  menyusul keputusan  Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran, yang notabene adalah anggota OPEC. Hal ini meningkatkan kekhawatiran terjadinya gangguan pasokan minyak dari Iran, jika produsen utama Timur Tengah itu dijadikan sebagai  target aksi militer AS.

Imbal hasil surat obligasi AS berdurasi 10 tahun turun 1 bps ke level 4,235%. Harga emas sebelumnya menguat  ke rekor tertinggi mendekati US$ 5.600 per troy ons gagal memperpanjang kenaikannya, setelah dilaporkan bahwa Trump mempertimbangkan serangan baru terhadap Iran. Akibatnya, harga emas melemah ke level US$ 5.330 per troy ons di pasar spot menyusul gelombang profit taking. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Penetapan Pajak  

BRIEF.ID – Aktor sekaligus penyanyi Cha Eun Woo mengajukan...

Trump Tunda Serangan Baru, Ada Kesepakatan Akhiri Perang Iran

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim...

Penjualan Global BYD Naik 21,8% pada Juli 2026

BRIEF.ID – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, membukukan...

AS Larang Impor 43 Perusahaan Tiongkok Terkait Dugaan Kerja Paksa Uyghur

BRIEF.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menambahkan 43 perusahaan...