BRIEF.ID – Harga emas dunia melesat menembus level US$4.500 per troy ounce imbas rencana pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan pembelian kembali (buyback) US Treasury.
Pada perdagangan di pasar spot kemarin, Rabu (19/8/2026), harga emas dunia ditutup melesat 4,16% menjadi US$4.515,3 per troy ounce, merupakan level tertinggi dalam 3 bulan terakhir.
Lonjakan harga emas terjadi seiring kabar Departemen Keuangan AS akan melakukan pembelian kembali (buyback) US Treasury atau obligasi pemerintah tenor jangka panjang.
Dalam pernyataan resmi, Departemen Keuangan AS menyatakan buyback obligasi pemerintah tenor jangka panjang dilakukan untuk menekan imbal hasil (yield).
“Ini untuk meningkatkan setidaknya dua kali ukuran likuiditas untuk mendukung operasi buyback obligasi tenor 10 tahun sampai 30 tahun,” bunyi pernyataan resmi Departemen Keuangan AS, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (20/8/2026).
Kabar tersebut membuat pelaku pasar kembali masuk ke pasar surat hutang AS. Hasilnya, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun sebesar 6 basis poin (bps) ke level 4,65%.
Head of Commodity Strategy di Saxo Bank, Ole Hansen, mengatakan peningkatanbuyback obligasi pemerintah AS relatif kecil dibandingkan utang pemerintah AS yang mencapai US$40 triliun.
“Namun langkah ini memberi sinyal bahwa Departemen Keuangan AS mendukung pasar keuangan yang lebih longgar. Sesuatu yang positif bagi emas,” ungkap Ole Hansen.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset), sehingga berinvestasi di emas menjadi kurang menguntungkan saat imbal hasil instrumen lain, terutama suku bunga sedang tinggi. (Jea)


