BRIEF.ID – Harga bitcoin tetap bertahan di atas angka US$ 60.000 setelah investor mempertimbangkan kekhawatiran yang meningkat atas strategi akumulasi Bitcoin Strategy Inc menjelang penyesuaian dividen penting. Di sisi lain, pasar mata uang kripto yang lebih luas diperdagangkan lebih tinggi.
Bitcoin diperdagangkan naik 0,73% di level US$ 60.348,4 pada Sabtu (27/6/2026) atau terus bertahan di atas US$ 60.000 secara psikologis. Sebagian besar perhatian pasar kini terfokus pada agenda 30 Juni 2026, disaat saham preferen abadi STRC Strategy akan diperdagangkan tanpa dividen dan menjalani penyesuaian tingkat dividen bulanan.
Investor yang memiliki saham sebelum tanggal tanpa dividen akan menerima pembayaran dividen setengah bulanan pertama sebesar US$ 0,48 per saham pada 15 Juli 2026.
Penyesuaian dividen dipandang sebagai peristiwa yang lebih signifikan. STRC saat ini diperdagangkan di sekitar US$ 73, sekitar 27% di bawah nilai nominalnya US$ 100, sehingga imbal hasil efektifnya menjadi sekitar 15%. Beberapa investor memperkirakan Strategy akan menaikkan tingkat dividen dari 11,5% saat ini untuk lebih mencerminkan harga pasar.
Kelemahan STRC juga telah memperbarui perdebatan tentang model penggalangan modal Strategy. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengatakan dalam sebuah wawancara CNBC bahwa ia tetap optimistis pada Bitcoin tetapi berpendapat bahwa ketergantungan perusahaan pada penerbitan saham preferen untuk mendanai pembelian Bitcoin tambahan telah membebani pasar mata uang kripto secara lebih luas.
Garlinghouse menggambarkan pendekatan tersebut sebagai rekayasa keuangan daripada penciptaan nilai jangka panjang, menunjuk pada penurunan STRC di bawah nilai nominal sebagai bukti bahwa kepercayaan investor pada model pendanaan telah melemah. Ia menekankan bahwa kritiknya ditujukan pada strategi pembiayaan, bukan pada Bitcoin itu sendiri. (Investing.com/nov)


