BRIEF.ID – Sutradara peraih Oscar, Christopher Nolan mengakui bahwa mengadaptasi epos klasik The Odyssey karya Homer menjadi film layar lebar merupakan salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan kariernya. Namun, menurut Nolan, justru tingkat kesulitan itulah yang membuat proyek tersebut layak untuk dikerjakan.
Dalam wawancara terbarunya yang dikutip di CBSNews.com, Selasa (21/7/2026), Nolan mengaku sengaja memilih proyek yang menuntut kreativitas tinggi.
“Seharusnya memang sulit. Kalau tidak sulit, mungkin itu bukan proyek yang ingin saya kerjakan,” kata Nolan.
Menurut sutradara Oppenheimer, kisah The Odyssey merupakan salah satu karya sastra paling berpengaruh sepanjang sejarah. Karena itu, membawa petualangan Odysseus ke layar lebar membutuhkan keseimbangan antara menghormati naskah klasik dan menghadirkannya dalam bahasa sinema yang dapat dinikmati penonton modern.
Nolan menjelaskan, setiap adaptasi dari karya besar selalu menghadirkan tantangan, mulai dari skala cerita, kompleksitas karakter, hingga ekspektasi tinggi para penggemar. Meski demikian, ia melihat tantangan itu sebagai bagian dari proses kreatif yang justru memotivasi tim produksinya.
Film The Odyssey diproduksi dengan teknologi IMAX generasi terbaru dan melibatkan jajaran aktor papan atas Hollywood. Sejak diumumkan, proyek tersebut telah menjadi salah satu film yang paling dinantikan karena menandai langkah Nolan menggarap kisah mitologi Yunani setelah sukses besar lewat Oppenheimer.
Nolan menegaskan bahwa tujuan utamanya bukan sekadar membuat adaptasi spektakuler, melainkan menghadirkan pengalaman sinematik yang mampu menangkap esensi perjalanan, keberanian, dan ketahanan manusia sebagaimana digambarkan dalam karya Homer.
The Odyssey dijadwalkan tayang di bioskop pada 17 Juli 2027 dan diperkirakan menjadi salah satu film terbesar yang dirilis tahun depan. (nov)


