Bursa Malaysia Siap Terima Dana Asing yang Keluar dari BEI Imbas Pembekuan MSCI

BRIEF.ID – Bursa Malaysia dinilai siap menerima dana asing yang keluar atau capital outflow dari Bursa Efek Indonesia (BEI) imbas pembekuan yang diberlakukan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

kepala riset Malacca Securities, Loui Low, mengatakan kekhawatiran investor asing terhadap kondisi pasar saham Indonesia pascapembekuan yang diberlakukan MSCI menjadi peluang bagi masuknya capital outflow ke Bursa Malaysia. 

Hal itu, lanjutnya, sudah terlihat dari penguatan Ringgit Malaysia, dan FBM KLCI (Kuala Lumpur Composite Index) yang menunjukkan penguatan sejak awal tahun 2026.

Indeks acuan Bursa Malaysia ini, tercatat telah menguat lebih dari 4% sepanjang Januari 2026, dan sudah melampaui kenaikan tahun 2025 sebesar 2,3%.

“Kekhawatiran investor terkait penilaian MSCI tentang kelayakan investasi saham Indonesia, menjadi alasan untuk masuknya dana asing bersih ke Bursa Malaysia,” kata Loui Low, seperti dikutip The Edge, Kamis (29/1/2026).

Seperti diketahui, pembekuan yang dilakukan MSCI membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI melemah selama dua hari berturut-turut.

Pada Rabu (28/1/2025), IHSG ditutup melemah 7,4%. Sementara pada Kamis (29/1/2026), IHSG ditutup turun 1,06% atau 88,354 poin di level 8.232.

Sebelumnya, otoritas BEI sempat memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada pukul 09.26 waktu JATS karena IHSG tercatat anjlok 8% atau 665,89 poin di level 7.654. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 terpuruk 7,66% atau 62,28 poin ke posisi 750,25.

Pelemahan IHSG yang menipis pada hari ini, tidak terlepas dari rapat kordinasi BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas pembekuan MSCI dan menenangkan pasar.

Meski demikian, IHSG masih akan dibayangi dampak pembekuan MSCI, sampai penjelasan atau klarifikasi dari otoritas Bursa diterima lembaga investasi dan keuangan global tersebut.

BEI diberi waktu hingga Mei 2026 untuk membereskan masalah transparansi kepemilikan saham. Jika tidak, Indonesia dapat mengalami penurunan bobot dalam Indeks Pasar Berkembang MSCI atau bahkan penurunan peringkat menjadi status pasar perbatasan, yang dapat memicu penjualan oleh dana yang melacak indeks tersebut.

CEO Areca Capital Sdn Bhd, Danny Wong, menilai hal ini menjadi peluang positif bagi Malaysia, seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perusahaan yang meningkat.

“Pasar ekuitas Malaysia mungkin akan beralih ke arus masuk asing bersih pada tahun 2026, mengakhiri periode arus keluar,” kata Danny Wong, kepada The Edge.

Dia mengungkapkan, pada 2025, Malaysia mencatat arus keluar asing bersih yang besar sebesar 22,3 miliar Ringgir. Kombinasi kinerja yang kurang memuaskan tahun lalu, pertumbuhan pendapatan yang diharapkan, dan valuasi di bawah level historis telah menyebabkan analis memperkirakan masauknya arus dana asing meningkat di tahun ini.

Tercatat investor asing telah menjadi pembeli bersih selama tiga minggu berturut-turut, di Bursa Malaysia. Arus masuk bersih kumulatif investor asing mencapai RM1,47 miliar per 27 Januari 2026.

Selain itu, penguatan berkelanjutan ringgit menunjukkan semakin banyak investor asing yang ingin memasuki pasar keuangan Malaysia. “Oleh karena itu, mereka mungkin sedang memposisikan diri untuk pertumbuhan lebih lanjut,” tutur Loui Low. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Penetapan Pajak  

BRIEF.ID – Aktor sekaligus penyanyi Cha Eun Woo mengajukan...

Trump Tunda Serangan Baru, Ada Kesepakatan Akhiri Perang Iran

BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim...

Penjualan Global BYD Naik 21,8% pada Juli 2026

BRIEF.ID – Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, membukukan...

AS Larang Impor 43 Perusahaan Tiongkok Terkait Dugaan Kerja Paksa Uyghur

BRIEF.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menambahkan 43 perusahaan...