BRIEF.ID – Bursa saham Eropa bergerak menguat tipis pada perdagangan Rabu (29/7/2026), setelah didukung serangkaian laporan keuangan emiten yang melampaui ekspektasi. Kinerja positif sektor perbankan, barang mewah, pertambangan, dan kesehatan berhasil mengimbangi kekhawatiran investor pada prospek suku bunga tinggi Amerika Serikat (AS) serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,1% pada awal perdagangan. Di antara bursa utama, DAX Jerman menguat 0,2%, CAC 40 Prancis bertambah 0,3%, FTSE 100 Inggris naik 0,4%, sementara IBEX 35 Spanyol bergerak mendatar.
Sektor perbankan menjadi salah satu penopang utama pasar. Standard Chartered melonjak 3% setelah menaikkan target pendapatan tahunan, didorong pertumbuhan bisnis manajemen kekayaan yang menghasilkan pendapatan di atas ekspektasi analis.
UBS juga membukukan laba bersih Kuartal II – 2026 yang melampaui perkiraan, sedangkan CaixaBank mencatat pendapatan kuartalan yang lebih baik dari proyeksi pasar.
Di sektor barang mewah, saham Kering melesat 9% setelah merek andalannya, Gucci, melaporkan penurunan penjualan kuartalan yang lebih kecil dibandingkan perkiraan investor.
Sementara itu, saham produsen kacamata EssilorLuxottica naik 2,2% berkat laba semester pertama yang melampaui ekspektasi. Perusahaan tambang Rio Tinto menguat 2,5% setelah membukukan laba semester pertama tertinggi dalam empat tahun. Di sektor kesehatan, GSK meningkatkan proyeksi margin laba tahun penuh sekaligus mengumumkan program restrukturisasi senilai US$ 2,5 miliar.
Meski musim laporan keuangan memberikan sentimen positif, pasar tetap dibayangi tekanan makroekonomi. Meningkatnya aksi militer di Timur Tengah mendorong harga minyak melonjak sekitar 3%, sementara aksi jual saham teknologi global masih berlanjut.
Selain itu, investor juga bersikap hati-hati menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve. Imbal hasil obligasi pemerintah yang tetap tinggi mencerminkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk menekan inflasi. (Investing.com/nov)


