BRIEF.ID – Indeks saham acuan Korea Selatan, Kospi, mengalami penurunan tajam hingga 12% pada perdagangan Rabu (6/7/2026), memperpanjang pelemahan sehari sebelumnya yang hampir mencapai 11%. Koreksi dipicu aksi jual besar-besaran pada saham-saham semikonduktor di tengah meningkatnya kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan belanja kecerdasan buatan (AI).
Pelemahan indeks yang sempat melampaui 8% memaksa Bursa Efek Korea memberlakukan penghentian perdagangan sementara (circuit breaker) selama 20 menit. Ini merupakan hari kedua berturut-turut mekanisme tersebut diaktifkan akibat tekanan jual yang ekstrem.
Pada pukul 04.23 GMT atau pukul 11.23 WIB, Kospi tercatat merosot 12,3% ke level 5.283,12, sekaligus menyentuh posisi terendah sejak awal April.
Tekanan terbesar datang dari saham-saham produsen chip. SK Hynix anjlok hingga 20%, sementara Samsung Electronics juga melanjutkan tren penurunannya.
Penurunan tajam SK Hynix terjadi meskipun perusahaan melaporkan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah. Investor menilai capaian tersebut belum cukup meredakan kekhawatiran terhadap tingginya valuasi saham dan prospek permintaan chip AI yang dinilai mulai menghadapi ketidakpastian.
Sentimen negatif juga menyebar ke pasar saham Asia lainnya. Bursa di Jepang dan Taiwan ikut mencatat pelemahan signifikan, mencerminkan tekanan yang meluas pada sektor semikonduktor di kawasan seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek industri AI. (nov)


