BRIEF.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau akan terus meluas di sebagian besar wilayah Indonesia pada sepekan ke depan. Meski demikian, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akibat dinamika atmosfer regional.
Dikutip dari laman resmi BMKG, Kamis (30/7/2026), BMKG mencatat hingga pertengahan Juli 2026 sekitar 72,8% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Curah hujan kategori rendah mendominasi sekitar 92,93% wilayah, sementara hari tanpa hujan dengan durasi panjang hingga ekstrem semakin meluas, terutama di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Pada periode 28 Juli – 4 Agustus 2026, cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Namun, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang di beberapa wilayah, antara lain Aceh, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua Pegunungan.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi angin kencang di sejumlah wilayah yang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, gelombang tinggi di perairan, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang semakin kering.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini, terutama bagi pelaku transportasi, nelayan, petani, dan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan. (nov)


