Blokade Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini, Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level US$80 per Barel

BRIEF.ID – Harga minyak dunia anjlok ke level US$80 per barel pada perdagangan Senin (15/6/2026), seiring kabar blokade Selat Hormuz akan dibuka pada pekan ini.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak dunia jenis Brent yang menjadi acuan global merosot 4,7% menjadi US$83,23 per barel untuk pengiriman bulan Agustus 2026.

Mengikuti Brent, harga minyak mentah Amerika Serikat (AS), yakni West Texas Intermediate (WTI) juga terpangkas 5,5% menjadi US$80,23 per barel untuk pengiriman Juli 2026. 

Penurunan harga minyak dunia secara signifikan di awal pekan ini, dipengaruhi kabar tercapainya kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran, untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kesepakatan perdamaian dengan AS telah tercapai, dan akan ditandatangani di Swiss pada pekan ini. Adapun kesepakatan perdamaian akan  dipublikasikan setelah ditandatangani di Swiss, pekan ini.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan akan menghadiri penandatanganan kesepakatan perdamaian, yang direncanakan berlangsung disela-sela agenda pertemuan G7 yang digelar di Evian, Prancis, pada 15-17 Juni 2026.

“Saya berencana untuk menghadiri penandatanganan kesepakatan perdamaian dengan Iran, dan ada kemungkinan Trump juga akan hadir,” kata Vance, seperti dikutip Bloomberg News, Senin (15/6/2026).

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengatakan kesepakatan damai interim antara AS-Iran akan memperpanjang masa gencatan senjata selama dua bulan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan negosiasi lanjutan seputar program nuklir Iran.

Dikabarkan Selat Hormuz kemungkinan akan dibuka kembali pada Jumat (19/6/2026), sehingga meredakan kekhawatiran global terhadap pasokan komoditas energi khususnya minyak dan gas (migas).

Kabar tersebut memunculkan harapan konflik Timur Tengah segera berakhir, sehingga harga minyak dunia jenis Brent yang menjaid acuan global anjlok 4,25% menjadi US$ 83,61 per barel pada perdagangan hari ini.

Seperti diketahui, pasar energi global telah terpengaruh oleh konflik Timur Tengah, seiring serangan As dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menghancurkan fasilitas nuklir sekaligus menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran telah memblokade Selat Hormuz, hyang merupakan jalur utama distribusi minyak dan gas (migas) global, sejak 1 Maret 2026, dan memicu lonjakan harga minyak dunia menembus level US$100 per barel. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Melesat 5% Tembus Level 6.300, Saham 4 Bank Besar Diborong Investor

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Daya Tampung Capai 245.980 Murid

BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan daya...

Rupiah Menguat ke Level Rp17.600 per Dolar AS Imbas Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5%

BRIEF.ID - Nilai tukar (kurs) rupiah menguat ke level...

Harga Emas Antam Naik di Awal Pekan, Dibanderol Rp2.729.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...