Rupiah Menguat ke Level Rp17.600 per Dolar AS Imbas Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 5%

BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah menguat ke level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS), imbas harga minyak dunia anjlok hampir 5% pada perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka menguat 0,46% atau 82 poin ke level Rp17.778 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.860 per dolar AS.

Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, sekitar pukul 12:00 WIB, nilai tukar rupiah Jisdor terpantau di zona hijau dan berada di level Rp17.675 per dolar AS.

Sementara di pasar spot hari ini, nilai tukar rupiah dibuka menguat 0,12% ke level Rp17.848 per dolar AS, dan tak lama berselang makin menguat 0,45% ke level  ke Rp17.790 per dolar AS.

Menguatnya nilai tukar rupiah ditopang oleh kabar rencana penandatanganan kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah pada pekan ini.

Presiden AS, Donald Trump, dalam cuitan di emdia sosial mengungkapkan bahwa Wakil Presiden AS, JD Vance dan Utusan Khusus, Steve Wifkoff, akan menandatangani kesepakatan peerdamaian dengan Iran pada pekan ini.

Menurut Trump, kesepakatan damai interim ini akan memperpanjang masa gencatan senjata selama dua bulan, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade AS terhadap pelabuhan Iran, dan negosiasi lanjutan seputar program nuklir Iran.

Sumber dari pertinggi Iran mengungkapkan perjanjian dengan AS kemungkinan akan ditandatangani disela-sela pertemuan G7. Selain memperpanjang kesepakatan gencatan senjata, kedua negara juga sepakat membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran minyak dan gas (migas) global.

Diperkirakan penandatangan kesepakatan AS-Iran akan dilakukan di Jenewa, Swiss,  yang tidak jauh dari lokasi perhelatan G7, di Evian, Prancis, pada 15-17 Juni 2026.

Kabar tersebut memunculkan harapan konflik Timur Tengah segera berakhir, sehingga harga minyak dunia jenis Brent yang menjaid acuan global anjlok 4,25% menjadi US$ 83,61 per barel pada perdagangan hari ini.

Anjloknya harga minyak dunia membuat pasar keuangan global kembali bergairah, dan mendorong arus modal masuk (capital outflow) kembali ke emerging market termasuk Indonesia.

Selain rupiah, mata uang Asia lainnya dibuka menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini, antara lain Peso Filipina (+1,05%), dan Dolar Taiwan.

Selain itu, langkah Bank Indonesia untuk secara agresif menstabilkan nilai tukar rupiah melalui intervensi dan berbagai kebijakan moneter, mampu meredam tekanan dari penguatan dolar AS.

Sepanjang pekan lalu, nilai tukar rupiah cenderung menguat dan ditutup di level Rp18.190 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat terpuruk ke level terendah Rp18.200 per dolar AS.

Kebijakan pemerintah  yang memastikan ada pengurangan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG), dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, juga direspons positif pelaku pasar, karena dinilai mengurangi defisit APBN 2026.

Seiring dengan berbagai sentimen positif dari dalam dan luar negeri, kurs rupiah hari ini diperkirakan cenderung menguat dan bergerak di kisaran level Rp17.500 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS. (jea)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

IHSG Melesat 5% Tembus Level 6.300, Saham 4 Bank Besar Diborong Investor

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

SPMB Jakarta 2026 Dibuka, Daya Tampung Capai 245.980 Murid

BRIEF.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan daya...

Blokade Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini, Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level US$80 per Barel

BRIEF.ID - Harga minyak dunia anjlok ke level US$80...

Harga Emas Antam Naik di Awal Pekan, Dibanderol Rp2.729.000 per Gram

BRIEF.ID - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang...