Aturan MSCI Diberlakukan, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (29/5/2026) diprediksi bergerak terbatas dan berpotensi melemah seiring pemberlakuan aturan likuiditas Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Riset Phintraco Sekuritas yang dirilis Jumat (29/5/2026) menyebutkan, IHSG diperkirakan bergerak pada resistance 6.200, pivot 6.100, dan support 6.000. Adapun saham-saham yang diunggulkan adalah CPIN, TLKM, MAIN, MYOR, dan ERAA.

“Diperkirakan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200 pada perdagangan Jumat (29/5/2026),” demikian riset Phintraco Sekuritas.

Sebelumnya, IHSG ditutup melemah di level 6.130,19  atau turun 1,23% pada perdagangan Selasa (26/5/2026). Secara teknikal, Stochastic RSI masih menunjukkan reversal ke arah pivot dan penyempitan histogram negatif MACD berlanjut.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), tanggal efektif rebalancing indeks MSCI akan berlaku. Potensi dampak yang dapat terjadi adalah penyesuaian portofolio oleh para manajer investasi global yang mengikuti indeks MSCI sehingga dapat menyebabkan aksi jual masif terutama pada saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI serta memicu kenaikan volatilitas pasar.

Saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard adalah AMMN, BRPT, TPIA, CUAN, DSSA. Saham AMRT mengalami turun kelas dari Global Standard menjadi Small Cap. Sedangkan saham-saham yang dikeluarkan dari indeks MSCI Small Cap adalah ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Pemerintah sedang menyiapkan skema intensif untuk kendaraan listrik yang menggunakan baterai berbasis nikel. Salah satu opsi yang sedang dalam pembahasan adalah PPN akan ditanggung oleh Pemerintah dengan besaran yang bervariasi mulai dari 40% hingga 100%.

Baterai yang berasal dari nikel dan non nikel akan dibedakan skemanya, dengan kendaraan berbasis baterai nikel kemungkinan akan memperoleh insentif lebih besar. Namun insentif itu masih dalam pembahasan sehingga pelaksanaannya akan ditunda satu bulan. Ke depannya hal ini berpotensi menjadi faktor positif bagi emiten yang memproduksi baterai listrik berbasis nikel. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jakarta Tawarkan Investasi Rp115 T, 37 Proyek Dibuka untuk Investor

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka “etalase”...

Cegah Karhutla Meluas, BNPB Minta Warga Segera Laporkan Titik Api ke 117

BRIEF.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi...

Hadapi Kemarau Panjang & Tekan Polusi, Jakarta Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

BRIEF.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan Operasi Modifikasi...

Sudah Dinikmati 62 Juta Orang, Prabowo Akui Program MBG Masih Banyak Kekurangan

BRIEF.ID - Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan...