PHR Zona 4 Lampaui Target Produksi Minyak Semester I 2026

BRIEF.ID – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 mencatat kinerja positif sepanjang semester pertama 2026. Di tengah tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline) pada lapangan migas yang telah memasuki fase mature, perusahaan berhasil melampaui target produksi minyak dari program pengeboran pengembangan.

Hingga akhir Juni 2026, PHR Zona 4 telah membukukan produksi 27.500 barel minyak per hari (BOPD) dan 506 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

Selama periode 1 Januari hingga 30 Juni 2026, perusahaan itu juga menyelesaikan 27 rencana kerja pengeboran sumur pengembangan, yang menghasilkan tambahan produksi minyak sebesar 1.549 BOPD atau setara 125 persen dari target year to date (YTD) dalam Work Program and Budget (WP&B) 2026.

General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, mengatakan peningkatan produksi tidak hanya menjadi target jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk membuka potensi cadangan baru guna menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.

“Ide besar pengeboran yang dilakukan PHR Zona 4 adalah setiap pengeboran tidak hanya menghasilkan produksi, tetapi juga membuka peluang penemuan cadangan baru guna mendukung keberlanjutan operasi perusahaan dan ketahanan energi nasional di masa mendatang,” tuturnya di Jakarta, Selasa (14/7).

Untuk mempertahankan kinerja produksi di lapangan yang telah berusia, PHR Zona 4 menerapkan sejumlah strategi, di antaranya step out drilling, yaitu pengeboran di luar area yang telah terbukti produktif untuk mengetahui keberlanjutan reservoir di wilayah sekitarnya.

Pada 2026, metode tersebut diterapkan di empat wilayah kerja Pertamina EP, yakni Adera Field, Prabumulih Field, Ramba Field, dan Limau Field. Strategi ini ditargetkan menambah produksi sekitar 209 BOPD minyak dan 0,04 MMSCFD gas.

Selain itu, perusahaan tersebut juga telah mengembangkan metode dual completion, yakni teknik yang memungkinkan satu sumur memproduksikan hidrokarbon dari dua reservoir sekaligus. Teknologi ini diterapkan di sejumlah sumur di Adera Field dan Prabumulih Field dengan target tambahan produksi 325 BOPD minyak dan 2,43 MMSCFD gas.

Secara keseluruhan, PHR Zona 4 juga telah menargetkan 100 rencana kerja pengeboran pengembangan sepanjang 2026 dengan proyeksi tambahan produksi minyak mencapai 4.479 BOPD.

Tidak hanya mengandalkan pengeboran baru, perusahaan juga memfokuskan upaya pada optimalisasi sumur yang telah beroperasi melalui peningkatan keandalan fasilitas produksi dan sistem artificial lift guna menekan laju penurunan produksi alamiah.

“Kami menargetkan pimpinan setiap field menjaga natural decline pada kisaran 15 hingga 20 persen melalui peningkatan kinerja artificial lift, surface facility, dan fasilitas pendukung lainnya. Dengan begitu, tambahan produksi dari sumur baru benar-benar menjadi pertumbuhan produksi, bukan sekadar menutup penurunan alamiah,” ujar Djudjuwanto.

Di sisi lain, PHR Zona 4 menegaskan peningkatan produksi tetap berjalan seiring dengan penguatan budaya keselamatan kerja (Health, Safety, Security, and Environment/HSSE). Perusahaan menerapkan prinsip Stop Work Authority (SWA), yang memberikan kewenangan kepada setiap pekerja untuk menghentikan aktivitas apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.

Menurut Djudjuwanto, penerapan disiplin keselamatan justru memberikan dampak positif terhadap produktivitas perusahaan.

“HSSE itu investasi, bukan hambatan dalam operasi. Kami menemukan peningkatan kedisiplinan HSSE di Zona 4 justru beriringan dengan peningkatan produksi,” tutupnya. (ayb)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Danantara Genjot 26 Proyek Hilirisasi Senilai Rp225 Triliun

BRIEF.ID – Danantara tengah mempercepat pengembangan 26 proyek hilirisasi...

Pemerintah Tetapkan Harga Live Bird Rp19.500 dan Telur Rp24.000 per Kg Mulai Besok

BRIEF.ID – Pemerintah bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI),...

IHSG Terus Menguat Uji Level 6.100 Ditopang BREN dan TLKM

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa...

Independensi Penanganan Kasus Febrie, LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung

BRIEF.ID – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden...