BRIEF.ID – Negosiator Amerika Serikat (AS) dan Iran menuju ke sebuah tempat di Swiss, pada Sabtu (20/6/2026) untuk membahas penambahan detail pada perjanjian damai. Langkah itu ditempuh beberapa jam setelah Teheran menutup Selat Hormuz menyusul serangan Israel di Lebanon dan memperingatkan bahwa sedikit yang dapat dicapai jika pertempuran tidak berhenti.
Sebagai tanggapan, Presiden AS Donald Trump melancarkan ancaman baru untuk mengenakan bea masuk AS di jalur air penting tersebut, jika kesepakatan akhir dengan Iran tidak tercapai dalam 60 hari. Ia mengatakan uang tersebut akan digunakan untuk “jasa yang diberikan sebagai Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah.” Selain itu, perjanjian tersebut menyerukan perjalanan bebas bea masuk selama 60 hari.
Pengumuman itu juga menunjukkan awal yang sulit untuk pembicaraan tingkat teknis, yang menurut mediator utama Pakistan akan dimulai pada hari Minggu (21/6/2026), dengan mediator Qatar juga berpartisipasi.
Wakil Presiden AS JD Vance telah berangkat ke Swiss pada Sabtu (20/6/2026) malam, tepat ketika televisi pemerintah Iran menayangkan video yang menunjukkan para negosiator Iran tiba di sana.
Negosiator Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi serta pejabat bank sentral dan perminyakan. Kesepakatan itu menyerukan pencairan aset Iran senilai miliaran dolar.
Pada hari yang sama, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan kepala angkatan darat Marsekal Lapangan Asim Munir juga telah berangkat ke Swiss. (AP/nov)


