BRIEF.ID – Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% pada Kuartal I 2026 melampaui kinerja perekonomian negara-negara maju anggota G-20, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
Pernyataan itu, disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 bahkan menjadi yang tertinggi di antara negara-negara anggota G-20, yang telah merilis kinerja ekonomi mereka selama periode Januari-Maret 2026.
“Di antara negara G-20 yang sudah merilis pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026, seperti Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, maupun Amerika Serikat, kita yang tertinggi,” kata Airlangga.
Dia mengungkapkan, dia mengungkapkan, India menjadi salah satu negara anggota G-20, yang belum merilis data pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026, sehingga belum masuk dalam perbandingan tersebut.
Airlangga menilai, ekonomi Indonesia yang tetap tumbuh baik di tengah dinamika global yang masih mencari keseimbangan baru, menunjukkan topangan aktivitas ekonomi domestik.
Ia menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh berbagai kebijakan yang disiapkan pemerintah, terutama untuk menjaga momentum konsumsi saat Lebaran.
“Pertumbuhan ini merupakan pertumbuhan yang memang pemerintah siapkan dengan berbagai kebijakan, terutama dalam rangka Hari Raya Lebaran,” tutur Airlangga.
Pada hari ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan atau year-on-year (yoy) tercatat mencapai 5,61% pada kuartal I 2026,
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi 0,74% dibandingkan kuartal I 2025 yang tercatat mencapai 4,87% (yoy).
“Ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,61% pada kuartal I 2026,” kata Amalia, dalam konferensi pers, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
menurut Amalia, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2024 terutama ditopang oleh aktivitas ekonomi dalam negeri yang terus meningkat di tengah tekanan ekonomi global.
Ada 5 lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026, antara lain industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan.
“Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan tinggi ialah penyediaan akomodasi dan makan minum, jasa lainnya, serta transportasi dan pergudangan,” ungkap Amalia. (jea)


