BRIEF.ID – Indonesia tepatnya Jakarta akan menjadi tuan rumah konferensi ekonomi kreatif dunia atau World Conference on Creative Economy(WCCE) tahun 2026, dengan mengedepankan ekonomi kreatif yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya mengatakan penyelenggaraan WCCE tahun ini tetap memiliki prinsip utama Inclusively Creative, tetapi mengangkat tema dan semangat baru yakni Collective Continuity. Tema dan semangat yang diusung ini menegaskan pentingnya keberlanjutan ekosistem ekraf. WCCE merupakan konferensi internasional ekonomi kreatif terbesar di dunia.
“Yang pertama dulu di Bali, yang kedua di Dubai, ketiga di Bali lagi, keempat di Uzbekistan, dan kali ini di Jakarta. Insya Allah akan diikuti sekitar 80 negara,” kata Teuku Riefky Harsya dalam launching The Fifth World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Rabu (6/5).
Menurut Teuku Riefky Harsya, WCCE menegaskan bahwa ekonomi kreatif bersifat inklusif melampaui batas geografis, gender, dan strata ekonomi. WCCE sendiri berfungsi untuk mengarusutamakan ekonomi kreatif di level global dan menjadi platform agenda setting kebijakan internasional.
Dengan kolaborasi para pemangku kepentingan secara kolektif diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dunia menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi global.
WCCE 2026 yang merupakan salah satu kekayaan intelektual (IP) yang dimiliki Indonesia akan dihadiri sekitar 80 negara, dengan tujuan yang sama yakni memajukan industri dan ekosistem ekonomi kreatif global.
Acara ini didukung dua organisasi besar PBB yang berfokus pada ekonomi kreatif yaitu UN Trade and Development (UNCTAD) dan organisasi intelektual properti dunia atau WIPO.
Agenda WCCE juga menjadi agenda prioritas nasional yang tercantum dalam RPJMN Presiden Prabowo dan masuk dalam rencana hidup ekonomi kreatif 20 tahun ke depan.
Dia menuturkan WCCE sebagai forum strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat global. Tak hanya itu, WCCE 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional pada 24 Oktober.
Dalam rangkaian tersebut, pihaknya kembali menghadirkan program “Oktober Kreasi”. Program ini mendorong pemerintah daerah serta sektor swasta dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan bagi para pelaku ekraf di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari, menambahkan pada WCCE akan digelar pula pertemuan tingkat menteri. Ini guna merumuskan dan menyepakati WCCE Joint Statement.
Tak hanya itu, WCCE menghadirkan Senior Officials Meeting, mempertemukan perwakilan negara dalam membahas tren ekraf terkini. Forum “Friends of Creative Economy Meeting” juga menjadi wadah diskusi antarnegara dalam memperkuat kerja sama internasional.
Sebagai bagian dari pengalaman budaya, akan diselenggarakan creative dinner yang menampilkan kuliner khas Indonesia sekaligus produk ekraf nasional. Selain itu, dua side event Creative Village menjadi ruang aktivasi kreatif yang mempertemukan pelaku industri dengan masyarakat luas.
Gelaran WCCE 2026 dilaksanakan Kemenekraf bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri. Agenda ini memiliki tujuan khusus yakni mendorong visi bersama stakeholder nasional dan internasional untuk memasukkan Jakarta Vision for Creative Economy sebagai kebijakan ekonomi kreatif global di sidang PBB tahun 2027.
WCCE sendiri dijadwalkan berlangsung pada 21-23 Oktober mendatang di JIEXPO, Jakarta. Sejumlah agenda kolaboratif bersama pelaku industri juga dihelat dalam event internasional ini, diantaranya Screenverse oleh Dyandra Event Solutions yang akan menampilkan ekosistem film, game, streaming dan konten digital, serta Kult Kreo dari Dayakrea Mega Pradana yang mendorong monetisasi kekayaan intelektual di bidang fashion, musik dan pop culture.


