Ekspor RI Bulan Maret 2023 Naik 9,89%

April 17, 2023

BRIEF.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa  nilai ekspor Republik Indonesia (RI) pada Maret 2023 mencapai US$ 23,50 miliar, naik 9,89% dibanding nilai ekspor Februari 2023 sebesar yang US$ 21,40 miliar.

“Dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekspor Maret mengalami peningkatan secara month to month (mtm). Pertumbuhan (Maret) 2023 tidak setinggi (Maret) 2022 dan 2022,” kata Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Bachdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/4/2023).

Kenaikan ekspor, lanjutnya, dipengaruhi oleh kenaikan ekspor bahan baku mineral serta sektor besi dan baja. Kendati secara bulanan naik, namun nilai ekspor secara tahunan di Maret 2023 mengalami kontraksi 11,3% (yoy) setelah mengalami perlambatan pada Februari 2023.

Sama dengan sebelumnya, nilai ekspor masih didominasi  sektor non migas yang mencapai US$ 22,16 miliar atau naik 9,71%. Sedangkan sektor migas mencapai US$ 1,34 miliar atau naik 12,79% (mtm).

Lebih rinci, secara bulanan, seluruh sektor mengalami pertumbuhan positif dengan sektor tambang dan lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi 18,43% (mtm) akibat penurunan batu bara, biji tembaga, liknit, biji zirkonium, niobium dan totalum serta biji besi.

Sedangkan secara tahunan, seluruh sektor mengalami kontraksi dengan kontribusi terbesar berasal dari industri pengolahan yang turun 13,67 % (yoy).

Jika dilihat dari nilai ekspor nonmigas beberapa golongan barang HS 2 digit. Peningkatan ekspor komoditas nonmigas terbesar yaitu bahan bakar mineral HS 27, mengalami peningkatan sebesar US$ 568,8 juta atau naik 14,29 % (mtm).

“Penurunan ekspor komoditas nonmigas terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati dengan HS 15, turun sekitar US$ 260 juta  atau turun 10,53 %,” kata Imam.

Adapun negara tujuan ekspor nonmigas terbesar pada Maret 2023 adalah Tiongkok dengan nilai yaitu US$ 5,67 miliar, disusul Amerika Serikat US$ 1,97 miliar,  dan Jepang US$ 1,78 miliar. Kontribusi ketiga negara itu adalah sebesar  42,51%. Sementara itu, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$ 4,09 miliar  dan US$ 1,53 miliar.

Sedangkan menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari–Maret 2023 berasal dari Jawa Barat dengan US$ nilai 9,19 miliar  yang mencapai 13,68%, diikuti Kalimantan Timur US$ 7,95 miliar  dengan kontribusi 11,83%, dan Jawa Timur US$ 6,31 miliar  atau 9,38 %. (antara)

No Comments

    Leave a Reply