News

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Raih Penghargaan TOP Leader on Digital Implementation 2019

November 28, 2019

JAKARTA, 27 November 2019 — Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto untuk pertama kalinya meraih penghargaan dalam kategori TOP Leader on Digital Implementation 2019 pada ajang TOP Digital Awards 2019, karena dinilai berhasil melakukan digital di era disruption.

Tidak hanya meraih TOP Leader on Digital Implementation 2019 , tapi PT Pegadaian(Persero) juga mendapatkan dua penghargaan dalam kategori TOP Digital Implementation on Financial Service Non Banking Sector 2019 dan TOP Digital On Digital Service For Milennial 2019. Penghargaan tersebut diselenggarakan Majalah IT Works penghargaan diterima oleh Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono di Sultan Hotel
Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11).

Indikator penilaian pada TOP Digital Awarding 2019 dilakukan berdasarkan jawaban kuesioner dan wawancara penjurian. Keputusan penentuan pemenang dilakukan secara obyektif dan independen oleh Dewan Juri yang kredibel.

Dalam rilis tertulisnya Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto menyatakan, “Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan proses transformasi digital dengan meningkatkan inovasi baru di Pegadaian yang saat ini usianya tidak muda lagi (118 tahun). Tapi kami optimis dengan transformasi Pegadaian akan terus memimpin pasar, ditengah makin maraknya bisnis gadai swasta,” ungkap Kuswiyoto, seusai menerima penghargaan tersebut yang diwakili oleh Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono di Sultan Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11).

Menurut Kuswiyoto, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis keuangan yang terjadi di Pegadaian. Oleh karena itu, Pegadaian harus segera menyesuaikan dengan berkomitmen terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai.

“Situasi bisnis berubah. Kami perlu mengembangkan inovasi-inovasi baru. Meski demikian Pegadaian enggak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai. Tetapi Pegadaian juga masuk ke lini bisnis non gadai, misalnya digital landing.”

Sedangkan itu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono mengatakan ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu digitalisasi
produk dan channel layanan. Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah. Dari sisi channel, Pegadaian membuka saluran
distribusi dengan sistem keagenan.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian
sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan,” ujarnya.

Teguh mengatakan adanya dua inovasi tersebut kinerja triwulan lll 2019 tumbuh positif. Terlihat dari
Outstanding Loan yang menunjukkan peningkatan sebesar 17%, total aset sebesar 14% , dan laba bersih sebesar 19%.

Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp 59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp 9,8 triliun dan laba bersih Rp 2,35 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pegadaian selalu menunjukkan peningkatan.

Bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari
penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 % dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri
pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53 % dari Rp 435,72 triliun menjadi Rp 451,11 triliun.