Browsing Tag

CEO Pegadaian

Weekly Brief

Pegadaian Berangkatkan 2.512 Pemudik, Naik 25% Dibanding Tahun Lalu

May 31, 2019

Jakarta, 31 Mei 2019 – Untuk membantu masyarakat merayakan lebaran dengan aman dan nyaman, PT Pegadaian (Persero) memberangkatkan 2.512 pemudik yang dilaksanakan di berbagai kota besar di Indonesia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan “BUMN Mudik Bareng Idul Fitri 1440 H Tahun 2019” yang di oleh 104 BUMN yang memberangkatkan lebih dari 250.338 pemudik yang diprakarsai oleh Kementerian BUMN.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (Persero) Ninis Kesuma Adriani mengatakan bahwa kegiatan mudik bareng BUMN ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri yang rutin dijalankan setiap tahun.

“Pegadaian sebagai salah satu perusahaan BUMN, selalu konsisten untuk hadir membantu memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Upaya itu dilakukan dengan menyediakan beragam produk yang memberikan solusi bagi masyarakat yang memerlukan dana, menginvestasikan dana atau transaksi keuangan yang cepat dan aman. Selain ini Pegadaian juga terus membantu masyarakat melalui program-program CSR perusahaan”.

Lebih lanjut Ninis mengatakan bahwa jumlah pemudik yang diberangkatkan Pegadaian tahun ini meningkat 25% lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Pada kegiatan Mudik Bareng Pegadaian 2018 perusahaan memberangkatkan 2.007 orang sedangkan pada tahun ini sebanyak 2.512 orang pemudik.

Peserta mudik Pegadaian diberangkatkan dari berbagai kota seperti Jakarta, Medan, Manado, Palembang, dan Makassar. Pegadaian juga bersinergi dengan PT Pelni untuk 250 pemudik menggunakan kapal laut jurusan Batam-Belawan.

Pemudik dari Jakarta diberangkatkan dari Kantor Pusat PT Pegadaian (Persero) pada hari Jumat, 31 Mei 2019 pukul 13.30 WIB. Sebanyak 28 bus membawa 1.257 pemudik menuju Malang, Surabaya, Madiun, Solo, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Wonogiri, dan Lampung.

Sumarni, pemudik asal Solo menyampaikan terima kasih kepada Pegadaian atas kegiatan mudik bareng yang digelar. Pedagang sayur yang sudah belasan tahun merantau di Jakarta ini merupakan nasabah Pegadaian yang merasa terbantu dengan produk pembiayaan, juga program mudik bareng yang dilakukan.

“Kami bersyukur dan senang dengan program mudiknya Pegadaian. Program ini sangat membantu bagi kami sekeluarga. Pelayanannya juga baik, ramah, dan busnya bagus-bagus. Mudah-mudahan semakin lama semakin banyak bus yang disiapkan sehingga makin banyak pula masyarakat yang terbantu,” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.

*Jelang Lebaran Menteri BUMN Menambah Komisaris*

Sementara itu Rabu (29/05/2019) Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham mengangkat Wahyu Wibowo sebagai Komisaris PT Pegadaian (Persero). Surat Keputusan tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pegadaian diserahkan oleh Asisten Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan, M. Khoerur Roziqin di Kantor Kementerian BUMN.

Dalam sambutannya Roziqin menyampaikan bahwa pengangkatan Wahyu Wibowo ini dimaksudkan untuk mengisi jabatan Anggota Komisaris yang ditinggalkan oleh Bandung Pardede karena telah berakhir masa tugasnya.

“Dengan pengangkatan pak Wahyu Wibowo ini maka kelengkapan organ perusahaan terpenuhi sehingga fungsi pengawasan yang selama ini telah berjalan baik dapat semakin ditingkatkan. Apalagi di tengah kondisi bisnis Pegadaian yang semakin kompleks, maka tim yang solid dan kerjasama yang harmonis menjadi sangat penting dalam pengelolaan perusahaan ke depan,” pungkasnya.

Weekly Brief

Bersama Pegadaian, Garuda Indonesia, PTPN III, & Taspen Tandatangani Kerja Sama Komersial dalam Penerbangan Jakarta-Denpasar

May 20, 2019

Jakarta, 20 Mei 2019 – PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan tiga perusahaan BUMN, sebagai bentuk sinergi bisnis antar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penjualan produk. Tiga perusahaan BUMN tersebut adalah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) (Persero), dan PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Taspen) (Persero).

Jalinan sinergi ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dan Nota Kesepahaman dalam penerbangan GA-404 Jakarta-Denpasar oleh Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Utama PTPN III (Persero) Dolly P Pulungan, dan dilanjutkan dengan signing Perjanjian Kerja Sama di The Gade Coffee and Gold Denpasar oleh Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan dan Direktur Operasi dan Manajemen Risiko PT Taspen (Persero) Ermanza sebagai tindak lanjut atas Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya.

Hadir juga Komisaris Utama Pegadaian Ina Primiana serta beberapa jajaran direksi lainnya Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar, serta Direktur Pemasaran PTPN III I Kadek K. Laksana.

“Pegadaian mendapatkan kesempatan untuk bekerjasama dalam penjualan dan pemasaran produknya dengan mengoptimalkan kanal distribusi dan media komunikasi BUMN lain, demikian sebaliknya sumber daya yang dimiliki Pegadaian dapat dioptimalkan oleh tiga BUMN tersebut, itulah sinergi untuk mewujudkan One Family, One Nation, One Vision to Excellence. Dengan penandatanganan kerja sama ini, kami meyakini akan membawa dampak usaha seluruh perseroan yang terlibat akan lebih meningkat,” kata Kuswiyoto (20/5).

Penandatanganan ini bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha, sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara mengatakan bahwa kerja sama dengan Pegadaian merupakan upaya Garuda Indonesia dalam meningkatkan layanan kepada pengguna jasanya. “Kiranya kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa kami khususnya kemudahan dalam mengakes pembelian tiket Garuda Indonesia, dengan adanya sinergi ini dapat diakses melalui ‘The Gade Café Pegadaian’ yang tersebar di seluruh Indonesia”, papar I Gusti Ngurah Askhara yang akrab dipanggil Ari.

Ari juga mengharapkan bahwa sinergi Garuda Indonesia dan Pegadaian dapat memperkuat posisi perusahaan di masing-masing bidangnya. “Upaya ini sangat penting untuk mengoptimalkan setiap kekuatan yang ada sehingga pada akhirnya tidak hanya dapat mengembangkan bisnis masing-masing perusahaan, namun juga dapat memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa kedua perusahaan dan lebih jauh lagi juga dapat memberikan kontribusi positif pada negara”.

Dijelaskan bahwa untuk memajukan jalinan kerjasama ini, Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto akan ikut serta ke Perancis dalam kegiatan penjemputan Pesawat Airbus 330 yang di beli oleh GIA pada Oktober 2019.

Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek K Laksana juga memberikan pernyataan bahwa adanya kerjasama tersebut akan membangun solidaritas antar perusahaan BUMN, terutama dalam pengembangan produk. Pada kerjasama ini PTPN III akan menggunakan jasa logistik Garuda Indonesia dalam mengembangkan produk.

“Kerjasama tersebut sebenarnya dapat mengambangkan semua produk baik PTPN III, Pegadaian, dan Garuda. Khusus PTPN IIII, nantinya perusahaan akan berkesempatan menggunakan jasa layanan logistik Garuda yang diperuntukan untuk penyaluran logistik dan memasok kopi, teh, dan gula produk PTPN Holding,” kata I Kadek.

Sementara itu, Kuswiyoto mengungkapkan bahwa 150.000 karyawan dari PTPN III dan Taspen akan disinergikan dengan produk-produk Pegadaian. Kuswiyoto menambahkan kerja berbentuk: kanal distribusi, promosi, loyalty dan ancillary, kerja sama bidang Corporate Social Responsibility (CSR) khususnya mengenai program memilah sampah menabung emas, dan kerja sama program benefit dan sales bagi karyawan antara Pegadaian, Garuda Indonesia, PTPN III, dan TASPEN.

“Nantinya semua karyawan dari Garuda Indonesia, PTPN III, serta TASPEN akan mudah mendapatkan tabungan emas Pegadaian. Karena produk Pegadaian ini akan tersedia di kantor-kantor tiga BUMN tersebut. Kerja sama ini sangat menguntungkan bagi semua pihak, khusus untuk Garuda, nanti pihak Pegadaian akan membantu dalam penjualan tiket pesawat Garuda Indonesia. Sedangkan Garuda akan membantu memasarkan produk-produk Pegadaian kepada konsumen-nya,” tutup Kuswiyoto.

Brands

Pegadaian Lakukan Integrasi Data Perpajakan

April 30, 2019

Jakarta, 29/04/2019 — Pegadaian terus konsisten dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) hari ini Senin (29/04/2019) melaksanakan program Integrasi Data Perpajakan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diresmikan di gedung Langen Palikrama Kantor Pusat Pegadaian sebagai tindak arahan Menteri BUMN, Rini M. Soemarno.

Kegiatan pencanangan dihadiri oleh pejabat DJP yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak, Suryo Utomo, Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat (P2Humas), Hestu Yoga Saksama, Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi (TTKI) Iwan Djuniardi, Kepala Kantor Wilayah DJP Wajib Pajak Besar, Mekar Satria Utama. Dari kementerian BUMN hadir Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo beserta jajaran.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto menyambut baik serta siap mendukung dan menyukseskan program Integrasi Data Perpajakan Pegadaian dengan DJP. Hal ini sejalan dengan program transformasi digital yang sedang dijalankan oleh perusahaan.
“Program integrasi data perpajakan ini sangat bermanfaat memudahkan pemenuhan hak dan kewajiban perpajakan yang lebih baik. Hal ini tentu membantu kami sebagai wajib pajak dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik”.

Lebih lanjut Kuswiyoto mengatakan bahwa kontribusi pajak yang diberikan oleh Pegadaian terus mengalami peningkatan. Tahun 2017 Pegadaian menyetorkan pajak sebesar Rp. 1,26 triliun, pada tahun 2018 naik menjadi Rp. 1,44 triliun.

Dalam sambutannya, Suryo Utomo yang mewakili Direktur Jenderal Pajak, menyampaikan apresiasi kepada PT Pegadaian yang telah melakukan Integrasi Data Perpajakan dengan DJP dan juga menyampaikan manfaat integrasi data untuk wajib pajak yaitu untuk efisiensi dan mengurangi cost of compliance dengan meminimalisir kesalahan administrasi perpajakan.

“Beberapa faktor yang melatarbelakangi dukungan ini adalah karena keinginan para wajib pajak BUMN untuk memberi yang terbaik untuk negeri sehingga kepatuhan pajak menjadi hal yang penting. BUMN juga selayaknya menjadi barometer kepatuhan dalam pemenuhan kewajiban perpajakan. Terkait dengan pemenuhan kewajiban perpajakan, seharusnya cost of compliance Wajib Pajak BUMN rendah dengan minimnya sanksi administrasi perpajakan”.

Lebih lanjut Suryo Utomo menjelaskan Integrasi Data Perpajakan ini dimulai dengan rapat koordinasi antara pihak dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KemenBUMN), dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada tanggal 26 Desember 2016.

Pada pertemuan tersebut Kementerian BUMN memberikan dukungan terhadap rencana integrasi dan pertukaran data Perpajakan. Selanjutnya dari rapat koordinasi tingkat tinggi tersebut akhirnya disepakati bahwa Kementerian BUMN sangat mendukung program Integrasi Data Perpajakan dengan DJP dan meminta agar BUMN segera melakukan Integrasi Data Perpajakan.

Untuk melaksanakan program Integrasi Data ini, Kanwil DJP Wajib Pajak Besar juga telah membentuk Tim Integrasi dan Pertukaran Data Perpajakan sejak tahun 2017 yang dipimpin oleh Mekar Satria Utama sebagai Pengarah. Pegadaian merupakan BUMN kelima setelah Pertamina, Telekomunikasi Indonesia, Perusahaan Listrik Negara, dan Pelindo III yang melaksanakan integrasi data tahun lalu dan Pegadaian merupakan BUMN pertama yang melaksanakan integrasi data di tahun 2019.

#PajakKitaUntukKita

Weekly Brief

Jalin Hubungan Baik, Pegadaian Ajak Kumpul Pemimpin-Pemimpi Redaksi Media

April 25, 2019

Jakarta, 25 April 2019 – Menjalin hubungan baik dengan para rekan media, PT Pegadaian (persero) mengadakan gathering bersama puluhan Pemimpin Redaksi dari berbagai Media. Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pegadaian terhadap rekan media yang ikut andil dalam memberitakan perseroan.

Dengan mengusung tema “Pegadaian Menuju Era Baru”, Direktur Utama PT Pegadaian (persero) Kuswiyoto mengatakan dirinya sangat mengapresiasi ada kegiatan media gathering ini. Ia mengungkapkan bila adanya kegiatan ini dapat menjalin hubungan baik antar Pegadaian dan rekan media.

Di sela-sela waktu yang sama Kuswiyoto memaparkan terkait perkembangan Pegadaian saat ini. Dinyatakan bahwa ia ingin menjadikan PT Pegadaian (persero) menjadi perusahaan yang aktif di segala bidang, sehingga menjadi perusahaan yang dapat membantu mengembangkan perekonomian nasional.

“Sekarang saya minta ke insan Pegadaian dari yang pasif ke aktif,” kata Kuswiyoto pada acara Media Gathering, Jakarta, Rabu (24/4).

Sementara itu terkait Pegadaian melantai ke bursa (IPO), Kuswiyoto menyatakan bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memberikan izin. Sehingga diperkirakan Pegadaian dapat melakukan IPO dalam waktu dekat ini.

Sedangkan untuk peluncuran program layanan terbaru Pegadaian yaitu Gadai on Demand, Kuswiyoto mengungkapkan pihak dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa sudah memberikan tanggapan yang baik. Sehingga pihak perseroan lebih mematangkan lagi IT nya.

“Gadai on Demand, kami masih mematangkan IT nya. Tapi OJK dan Bursa udah mendapatkan lampu hijau.”

Weekly Brief

Pegadaian Catatkan Rekor MURI; Pembukaan Tabungan Emas Terbanyak

April 8, 2019

Sumenep, 8 April 2019 – Meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sampah dalam meningkatkan nilai ekonomi, PT Pegadaian (persero) menggelar kegiatan bersih-bersih dengan tema Gold for Work. Kegiatan tersebut merupakan program padat karya pemerintah yang berkolaborasi dengan program sosial Pegadaian.
Kegiatan tersebut diadakan secara serentak di 12 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan melibatkan 6.000 orang. Peserta yang terlibat dalam kegiatan Gold for Work ini, mendapatkan imbalan berupa tabungan emas dan ditetapkan sebagai rekor muri yang dihitung berdasarkan pembukaan tabungan emas dari hasil Gold for Work di 12 Kota.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan bahwa Gold for Work ini adalah bentuk kepedulian Pegadaian terhadap lingkungan, serta terhadap ekonomi masyarakat di Indonesia.

“Ini merupakan program pemerintah yang dikolaborasikan dengan program sosial Pegadaian, memilah sampah menjadi tabungan emas. Setiap peserta yang ikut pada Gold for Work akan diberikan upah berupa tabungan emas. Kemudian masyarakat dapat menambah saldo tabungan emas di outlet-outlet Pegadaian. Melalui ATM atau menggunakan aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS),” Kata Kuswiyoto di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (6/4).

Kuswiyoto menjelaskan untuk menukar sampah menjadi emas harus melalui proses terlebih dahulu, yaitu tim dari Pegadaian akan memilah sampah organik dan non organik, ditimbang, dan dinilai harganya. Selanjutnya tim Pegadaian akan menetapkan harganya untuk ditukar dengan tabungan emas.
“Dengan cara ini lingkungan kita akan menjadi lebih bersih dan tidak hanya itu, ekonomi kita akan meningkat karena memiliki tabungan emas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan.”

Pada kegiatan tersebut, Kuswiyoto menyerahkan bantuan kepada warga Sumenep berupa bangunan bank sampah, mesin pres, mesin pencacah plastik, sepeda motor bak sampah, adan berbagai peralatan lainnya senilai Rp 336,8 juta.

Pada kegiatan Gold for Work juga melibatkan Ikatan Istri Pejabat Badan Usaha Milik Negara (IIP BUMN) dan Ikatan Istri Karyawan Pegadaian (IIKP), yang dipimpin langsung oleh Istri dari Direktur Utama Pegadaian, Endah Kuswiyoto. Kegiatan ini, IIP dan IIKP berfokus terhadap bersih-bersih lingkungan yang diberinama Program Indonesia Bersih.

Kegiatan utama dipusatkan di Marengan Daya, Sumenep, Madura yang dihadiri Menteri Rini M. Soemarno beserta para pejabat Kementerian BUMN, Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto, serta para Direksi BUMN. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT Pegadaian dan HUT Kementerian BUMN.

Berikut lokasi kegiatan Gold for Work Sabtu (06/04/2019)
No Kanwil Lokasi

1 Medan Aliran Sungai Denai Sepanjang 1000 Meter – Jln Raya Menteng Kec. Medan Denai (500 meter dari lokasi bank sampah anyelir medan)

2 Pekanbaru Kecamatan Kuranji, Berdekatan dengan bank sampah area padang

3 Palembang Benteng Kuto Besak, Jembatan Ampera Palembang. Kota Palembang

4 Jakarta 1 Kebon Kosong, Kemayoran kurang lebih jarak 4km

5 Jakarta 2 Komplek Perumahan Cipondoh Makmur RW.05 Blok D&E, Kel.cipondoh makmur kec.cipondoh Tangerang

6 Bandung Stadion Bima Cirebon, Kota Cirebon Jawa Barat

7 Semarang Pantai Maron West Semarang Jawa Tengah

8 Surabaya Desa Pinggirpapas, kecamatan Kalianget, Kab. Sumenep (menuggu pergantian tempat yang baru)

9 Balikpapan Pantai Manggar Segarasari, Jl. Pantai Manggar Segarasari Manggar, Manggar Baru, Balikpapan

10 Manado Pantai Karangria Kelurahan Bitung Karangria Kecamatan Tumiting Kota Manado Sulawesi Utara

11 Makassar Jl. Seruni Pallantikang, Kec. Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (menuggu pergantian tempat yang baru)

12 Denpasar Pantai Mertasari, Jl. Pengembak, Sanur Kauh

Brands Weekly Brief

Pegadaian Rayakan Hari Jadi ke 118

April 2, 2019

Jakarta, 1 April 2019 – PT Pegadaian (persero) merayakan ulang tahun ke 118 di Kantor Pusat PT Pegadaian (persero), Jl. Kramat Raya, Kenari, Senen, Jakarta Pusat. Acara tersebut dimeriahkan oleh jajaran direksi dan ribuan pegawai Pegadaian se-Jabodetabek dan diawali dengan upacara pada pukul 08.00 WIB yang dipandu oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto.

Dalam sambutannya, Kuswiyoto menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh jajaran yang ada di Pegadaian. Karena telah bekerja dengan maksimal, sehingga dapat mencatatkan pendapatan perseroan tumbuh positif. Sehingga, Ke depan semua jajaran dan Karyawan perseroan harus siap bekerja dengan penuh kesungguhan dan kemauan lebih kreatif menuju Peran & Era Baru Pegadaian di era digital.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan, manajemen, jajaran Direksi, serta Dewan Komisaris, yang telah bersama-sama membangun, merawat dan membesarkan Pegadaian hingga mencapai usia sekarang ini, dan berhasil menunjukkan kinerja terbaik, yang ditandai dengan Laba bersih Rp 2,77 triliun,” kata Kuswiyoto pada sambutannya di Acara Ulang Tahun Pegadaian ke 118, Jakarta, Senin (1/4).

Kuswiyoto menjelaskan bahwa, di tahun 2018 Pegadaian dapat berkontribusi kepada pembangunan di Indonesia dengan menyetorkan pajak sebesar Rp1,441 triliun dan Dividen Rp 1,005 triliun. Menurutnya hal tersebut merupakan pencapaian yang membanggakan bagi seluruh jajaran Pegadaian, akan tetapi semua karyawan Pegadaian diminta untuk tetap giat dalam melakukan pekerjaan. Sehingga dapat menghasilkan kinerja Pegadaian lebih meningkat lagi.

“Untuk itu saya mengajak saudara-saudaraku semua untuk menjadi lebih muda kembali di usia ke 18 (setelah melampui 1 abad), dan bekerja tidak lagi biasa-biasa saja sekedar melakukan program kerja, yang terpaku pada tenggo (misalnya : jam 8 masuk dan jam 17 pulang). Tetapi semua memiliki semangat baru dalam bekerja, kita semua harus lebih cerdas, gesit dan lincah dalam bekerja dan berperan dengan memberikan kontribusi terbaik bagi Pegadaian.”

Sementara itu, Kuswiyoto menyatakan Pegadaian akan terus melakukan inovatif produk dan sistem layanan secara online (digital) untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Bukan hanya fasilitas layanan saja yang ditingkatkan, tetapi juga menciptakan berbagai produk baru digital yang akan diluncurkan pada tahun ini.

Kuswiyoto menjelaskan dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan beberapa produk baru, diantaranya adalah Gadai on Demand yang merupakan program Pegadaian untuk membantu masyarakat agar lebih mudah untuk mengakses layanan perseroan kepada nasabah. Program tersebut akan bekerjasama dengan perusahaan besar berbasis layanan digital.

“Di sisi lain, Manajemen terus mendorong inovasi dengan menciptakan produk baru yang akan di launching tanggal 28 April di acara puncak perayaan HUT. Ini adalah cara menambah nasabah dan size bisnis kita. Cara lain adalah menjadikan semuanya adalah marketer, melibatkan para istri/suami dan keluarga besar untuk aktif menjadi agen penjualan, ikut men-sukseskan program Employee Get Customer dimana kegiatan kegiatan inilah yang benar benar aksi nyata menambah jumlah nasabah, ini sebagai penghargaan dan terima kasih kami, maka yang memperoleh poin paling besar , mendapat kesempatan wisata ke Eropa, dan hadiah menarik lainnya.”

Ditambahkan bahwa pengembangan saluran distribusi melalui sistem keagenan maupun digital harus terus ditumbuh kembangkan agar masyarakat semakin memperoleh kemudahan dalam meng-akses produk dan layanan Pegadaian. Sehingga, membuat Pegadaian semakin dekat dengan masyarakat, karena adanya kecepatan dalam proses pelayanan.

Corporate Update

Pegadaian Luncurkan The Gade Coffee & Gold ke 29 di Bekasi

March 3, 2019

Bekasi, 01/03/2019 – PT Pegadaian (persero) semakin agresif menggarap pasar milenial dan memodernisasi kantor cabangnya, ditandai dengan peresmian gerai The Gade Coffee & Gold di Bekasi, Jawa Barat. Gerai ini merupakan gerai ke 29 yang telah dibangun perseroan di seluruh kota di Indonesia.

“Peresmian gerai The Gade Coffee & Gold di Bekasi ini merupakan salah satu upaya Pegadaian dalam melakukan inovasi untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup milenial yang saat ini mendominasi segmen nasabah kami. Pegadaian akan terus mendekatkan diri dengan nasabah muda berusia produktif di berbagai kota di Indonesia. The Gade Clean & Gold ini merupakan gerai yang ke 29,” ujar Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis PT Pegadaian (persero) Ninis K Adriani, saat meresmikan The Gade Coffee & Gold, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (01/03).

Ninis menyatakan bahwa kalangan milenial saat ini merupakan bagian dari bonus demografi bagi Indonesia dan ini sangat strategis untuk dunia usaha, termasuk untuk Pegadaian.

“The Gade Coffee & Gold ini merupakan sebuah outlet layanan prioritas yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah nasabah di kalangan milenial. Jadi perusahaan di tahun 2019 menargetkan nasabah tumbuh 23,4% menjadi 12,3 juta jiwa.”

Jumlah nasabah Pegadaian pada tahun lalu mencapai 10 juta jiwa dan 65% berasal dari nasabah yang berusia produktif yaitu 45 tahun. Sedangkan, Ninis menambahkan bahwa Pegadaian akan membangun The Gade Coffee & Gold hingga 36 gerai di seluruh wilayah di Indonesia. Sehingga diharapkan adanya The Gade Coffee & Gold dapat menggaet milenial yang belum menjadi nasabah.

Selain itu, Ninis menambahkan untuk proyeksi keuangan dan bisnis Pegadaian 2019 akan terus tumbuh. Pendapatan usaha diproyeksikan di tahun 2019 sebesar Rp 13,5 triliun atau tumbuh menjadi 21,3% dan laba bersih sebesar Rp 3,018 triliun atau 10,8%.

Dari sisi operasional (bisnis) Pegadaian memproyeksikan Outstanding Loan posisi Rp 46,476 triliun atau 15,2%, dan omset sebesar Rp 150 triliun atau 15,2%. Pencapaian ini didapat melalui berbagai produk dan inovasi oleh Pegadaian di tahun 2019 ini.

Corporate Update

CEO Pegadaian Sharing Transformasi Era Digital di UNPAD

February 25, 2019

Bandung, 25 Februari 2019 – Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto memberikan kuliah umum dalam upaya menginspirasi mahasiswa Universitas Padjadjaran mengenai kepemimpinan dan melakukan transformasi digital di BUMN di tengah persaingan yang makin ketat. Selain itu, Pegadaian juga melakukan grab talent dan memberikan beasiswa bagi mahasiswa terbaik di Universitas Padjadjaran.

“Kuliah umum dan sharing pengalaman memimpin bagaimana melakukan transformasi di BUMN yang usianya sudah 117 tahun menjadi sangat strategis. Karena mahasiswa Universitas Padjadjaran merupakan generasi masa depan yang akan menghadapi era digital di tengah persiaingan global,” ungkap Kuswiyoto dalam kuliah umum yang bertema “Transformasi di Era Digital”, Senin (25/2), di Kampus Unpad, Bandung.

Pada April mendatang Pegadaian akan berusia 118 tahun, usia yang tidak muda lagi. Namun Pegadaian akan terus tetap muda dan semakin mudah diakses oleh masyarakat dimanapun berada, tambahnya. “Era digital ekonomi dan industri 4.0 tak bisa dicegah, tapi kita harus siap mengantisipasi dan menyiapkan sumber daya manusia agar mampu bersaing di pasar internasional.”

Saat ini Pegadaian terus berkomitmen melaksanakan transformasi digital di perusahaan milik negara. Transformasi digital yang terus dilakukan dari mulai proses bisnis, budaya kerja dan produk layanan berupa aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore. “Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) ini makin memudahkan masyarakat dalam menikmati layanan Pegadaian. Makin cepat dan nyaman khususnya bagi generasi milenial,” tambahnya.

Kuswiyoto mengatakan dengan aplikasi ini generasi milenial dapat memperoleh informasi tentang produk dan layanan Pegadaian. Mereka juga dapat melakukan transaksi secara online, bahkan dapat mengembangkan bisnis dengan menjadi Agen Pegadaian.

“Di era digital ini, mahasiwa Univeristas Padjadjaran juga dapat merintis bisnis dengan menjadi mitra Pegadaian sebagai agen. Sebagai bukti memberikan sebuah solusi pada generasi muda ini yaitu, Pegadaian meluncurkan produk Gadai Prima di outlet konvensional dan Rahn Hasan di outlet syariah,” jelasnya.

Produk ini merupakan produk gadai tanpa bunga yang dapat membantu kalangan mahasiswa mengatasi masalah keuangan serta memberikan experience bagi mereka tentang produk dan layanan Pegadaian.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian juga memberikan beasiswa sebesar Rp120 juta berbentuk tabungan emas, untuk 10 mahasiswa yang berprestasi di Universitas Padjadjaran, Bandung. “Adanya beasiswa ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat belajar,” ujar Kuswiyoto.

Kegiatan Kuliah Umum ini sudah dilakukan oleh PT Pegadaian (persero) ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia, untuk menjaring mahasiswa berprestasi dalam rangka grab talen. Kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun mahasiswa. Direksi sejumlah BUMN secara kontinyu memberikan materi kepemimpinan dan pengalaman terkait peran BUMN dalam pembangunan ekonomi bangsa di berbagai perguruan tinggi. Di sisi lain juga memperkenalkan produk dan layanan BUMN yang bermanfaat bagi masyarakat.

Corporate Update

Dirut Pegadaian Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan

February 22, 2019

Makassar, 22 Februari 2019 – PT Pegadaian (Persero) melaksanakan kegiatan audiensi dengan Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Nurdin Abdullah. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memperkuat sinergi antara perseroan dengan pemerintah daerah.

Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto bertandang ke Sulawesi Selatan tidak hanya melaksanakan kegiatan audiensi, tapi juga dalam rangka meninjau berjalannya program Pegadaian Bersih-Bersih, yang kembali hadir di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Kuswiyoto juga menemui Walikota Makassar Danny Pomanto. Program ini merupakan bentuk kerja nyata Pegadaian dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, dengan memilah sampah menjadi tabungan emas.

Kuswiyoto hadir untuk meninjau pembangunan bank sampah di Makassar, Jumat (22/2). Ia mengatakan bank sampah tersebut merupakan yang ke-15 yang sudah dibangun perseroan di berbagai kota di Indonesia.

“Ini merupakan bank sampah kedua di Kota Makassar, yang sebelumnya sudah dibangun di Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalae, Makassar pada Bulan Desember tahun lalu. Kalau ditotalkan bank sampah yang sudah dibangun di seluruh Wilayah Indonesia sebanyak 15 bank sampah. Dengan adanya Pegadaian Bersih-Bersih ini kami berharap masyarakat menjadi lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto di Makassar. Adanya bank sampah ini dapat mengatasi potensi kerusakan lingkungan dan sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.

Tidak hanya memilah sampah menjadi tabungan emas, Kuswiyoto menambahkan bahwa Program Pegadaian Bersih-Bersih juga dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, meningkatkan inklusi keuangan masyarakat, dan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan lingkungan yang baik dan benar. Program ini merupakan bentuk dari CSR (Corporate Social Responsibility) Pegadaian Bersih-Bersih yang terdiri dari tiga program yaitu Pegadaian Bersih-Bersih Lingkungan (Pro Planet), Bersih-Bersih Administrasi (Pro Profit), dan Bersih-Bersih Hati (Pro People).

“Nantinya untuk proses memilah sampah menjadi emas, masyarakat akan diberikan pembekalan terlebih dahulu, tentang cara memilah sampah yang baik dan benar,” kata Kuswiyoto.

Pembangunan bank sampah kedua di Kota Makassar ini untuk mengurangi jumlah sampah yang terus meningkat. Karena menurut data tahun 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Kota Makassar yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.469.601 jiwa dengan luas wilayah 175,77km, memproduksi sampah sebanyak 100.000 ton/hari dan masih ada jumlah sampah tidak terkelola sebanyak 425.000 ton/hari.

Kinerja Kanwil VI Makassar Positif

PT Pegadaian (persero) Kantor Wilayah (Kanwil) VI Makassar yang meliputi empat provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Ambon mencatatkan kinerja yang positif.

Hingga Desember 2018, Outstanding Loan (OSL) Pegadaian Kanwil VI Makassar sudah mencapai Rp4,6 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,39% secara year on year (yoy).

Kanwil VI Makassar juga mencatat di Desember 2018, nasabah Pegadaian aktif di Ibukota Sulawesi Selatan ini sebanyak 1.059.209 nasabah. Dengan omset Rp14,4 triliun dan total aset sebanyak Rp5,1 triliun.

“Untuk pendapatan usaha Kanwil VI Makassar tercatat sebesar Rp1,3 triliun, dengan laba usaha sebesar Rp664 miliar. Ini menunjukkan bahwa kinerja Kanwil VI Makassar selalu menunjukkan performa yang baik,” ujar Kuswiyoto.

Corporate Update

Pegadaian Resmikan Bank Sampah di Banyuwangi

January 25, 2019

Banyuwangi, 24 Januari 2019 — PT Pegadaian (persero) makin gencar mengajak masyarakat cerdas dalam mengolah dan mengubah sampah menjadi emas, setelah sukses membuka Bank Sampah di 12 kota di seluruh Indonesia, kini merambah ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Bank Sampah di Banyuwangi merupakan bentuk nyata dari CSR (Corporate Social Responsiblility) Pegadaian Bersih-Bersih, yang terdiri dari tiga program yaitu Pro Planet (bersih-bersih lingkungan), Pro Profit (bersih-bersih administrasi), dan Pro People (bersih-bersih hati).

“Kehadiran program ini sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, dimana masyarakat dapat membuat sampah menjadi tabungan emas,” ujar Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Harianto Widodo, di Peresmian Bank Sampah The Gade Clean & Gold, di Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi pada (24/1).

Harianto menjelaskan selain memilah sampah menjadi emas, Bank Sampah dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, memberikan inklusi kepada masyarakat, dan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah. Ia menambahkan tujuan dari Bank Sampah ini juga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat, mengurangi dampak sampah lingkungan, dan meningkatkan sumber penghibur.

“Untuk proses sampah menjadi emas, dimulai dari pemilihan sampah yang diambil dari sampah rumah tangga yang berdasarkan jenis sampah seperti organik dan anorganik, sehingga sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dapat melalui proses penyetoran, penimbangan, penghitungan, dan hingga tahap akhir hasil penimbangan ke dalam tabungan emas.”

Sedangkan, pemilihan Kabupaten Banyuwangi dijelaskan bahwa sampah yang dihasilkan kota tersebut cukup besar, yaitu 600 ton perhari dari 13 kecamatan atau lebih dari separuh jumlah kecamatan di Banyuwangi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan bahwa Program Bersih-Bersih Pegadaian yang di luncurkan di Desa Sumber Agung, Pesanggaran, Banyuwangi akan memberi dampak yang sangat positif bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya dari sisi ekonomi, tapi juga dari sisi lingkungan.

“Semoga adanya Bank Sampah ini, masyarakat Banyuwangi semakin sadar akan artinya kebersihan. Sehingga dapat meningkatkan sisi kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Anas.

Anas menjelaskan Kabupaten Banyuwangi memiliki petugas dan program pengelolaan sampah untuk meningkatkan kebersihan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi adalah dengan memasang CCTV di sejumlah titik aliran sungai.

Selain itu, Banyuwangi tercatat memiliki 23 ruang terbuka hijau, yang dapat di manfaatkan sebagai ruang publik sekaligus menjaga kebersihan udara.

Pada tahun 2017, Kabupaten Banyuwangi kembali meraih Penghargaan Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kesehatan (LHK) yang dinilai sebagai daerah yang mampu menjaga lingkungan dan menggerakkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan. Penghargaan tersebut merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut bagi Kabupaten Banyuwangi sejak 2013.