All Posts By

Gespy

News

Perekonomian Dunia Menurun?

February 20, 2020

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjabarkan terkait proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2020 ditengah ketegangan dan ketidakpastian.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan perkembangan perekonomian global di tahun 2019 mengalami penurunan. Pada tahun 2018 sebesar 3,6%, namun di tahun 2019 sebesar 3,0 %.

Untuk perekonomian negara maju, Bahlil mengungkapkan di tahun 2018 sebesar 2,3 % sedangkan 2019 menurun sebesar 1,7%.

Sementara perkembangan ekonomi di negara berkembang terus menunjukkan penurunan yaitu di tahun 2018 sebesar 4,5% dan 2019 sebesar 3,9%.

Bahlil mengungkapkan penurunan tersebut dipicu dengan adanya isu global yaitu perang dagang antara AS dan Tiongkok, konflik di Timur Tengah, penyebaran wabah Virus Corona, pertumbuhan ekonomi India yang mengalami perlambatan, dan konflik antara Iran vs AS serta sekutu-sekutunya.

News

BRI Bagikan Dividen Rp. 20,6 Triliun

February 18, 2020

Jakarta – PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2020 di Jakarta, Selasa (18/02). Dalam rapat tersebut, Bank BRI menyetujui pembayaran dividen sebesar 60% dari laba bersih tahun 2019 yang sebesar Rp.34,4 Triliun. Sehingga, dividen yang dibagikan BRI tahun ini sebesar Rp.20,6 Triliun atau sekitar Rp 168,1 per lembar saham.

Angka ini naik 27,2% dibandingkan dengan dividen yang dibagikan BRI pada tahun lalu sebesar Rp.16,2 Triliun atau sekitar Rp 132,2 per lembar saham. Sedangkan Earning Per Share (EPS) perseroan di tahun 2019 sebesar Rp 279, naik 6,1% dibandingkan EPS tahun 2018 sebesar Rp 263.


Selain pembagian dividen, rapat tersebut juga menyetujui Laporan Tahunan Perseroan, termasuk Laporan Tugas Pengawasan yang telah dilaksanakan oleh Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit, menyetujui Laporan Tahunan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2019, dan mengesahkan Laporan Keuangan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit serta menerima laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan III Bank BRI Tahap I Tahun 2019.


RUPS juga memberikan wewenang dan kuasa kepada Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Dewan Komisaris berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2019; dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2020. Selain itu, RUPS memberikan wewenang dan kuasa kepada Dewan Komisaris dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri A Dwiwarna untuk menetapkan bagi anggota Direksi berupa besarnya tantiem untuk Tahun Buku 2019; dan gaji/honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya untuk Tahun Buku 2020.


RUPS juga menunjuk Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Pelaksanaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan Tahun Buku 2020.
Selain itu, juga ditetapkan pengurus baru perseroan. Berdasarkan keputusan RUPST 2020, maka susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Bank BRI adalah sebagai berikut:


Dewan Komisaris

Komisaris Utama Kartika Wirjoatmodjo*, Wakil Komisaris Utama / Komisaris Independen Ari Kuncoro*, Komisaris Independen Zulnahar Usman*, Komisaris Independen R Widyo Pramono*, Komisaris Independen Rofikoh Rokhim, Komisaris Independen Hendrikus Ivo, Komisaris Independen Dwi Ria Latifa*, Komisaris Nicolaus Teguh Budi Harjanto, Komisaris Hadiyanto, Komisaris Rabin Indrajad Hattari*

Jajaran Direksi


Direktur Utama Sunarso, Wakil Direktur Utama Catur Budi Harto, Direktur Bisnis Mikro Supari, Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah Priyastomo, Direktur Jaringan dan Layanan A. Solichin Lutfiyanto, Direktur Kepatuhan Wisto Prihadi*, Direktur Manajemen Risiko Agus Sudiarto, Direktur Konsumer Handayani, Direktur Human Capital Herdy Rosadi Harman, Direktur Keuangan Haru Koesmahargyo*, Direktur Digital Teknologi Informasi dan Operasi Indra Utoyo, dan Direktur Hubungan Kelembagaan dan BUMN Agus Noorsanto.

News

Jokowi Minta Pariwisata Indonesia Kalahkan Negara Tetangga

February 18, 2020

Saat rapat terbatas Presiden Joko Widodo bersama jajarannya membahas upaya peningkatan indeks daya saing pariwisata serta dampak wabah virus korona terhadap pariwisata.

“Siang hari ini rapat terbatas mengenai peningkatan peringkat pariwisata Indonesia. Tapi nanti di dalamnya juga langsung akan kita hitung kemudian akan kita putuskan mengenai stimulus pada dunia pariwisata kita karena masalah korona,” kata Presiden.

Menurut Presiden, peringkat daya saing pariwisata Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index dari tahun ke tahun memang semakin baik. Tercatat, pada 2015 Indonesia berada pada peringkat 50, kemudian naik menjadi peringkat ke-42 pada 2017, dan naik lagi menjadi peringkat ke-40 pada 2019.

Meski demikian, peringkat Indonesia tersebut masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Presiden meminta hal tersebut dijadikan catatan untuk perbaikan peringkat Indonesia ke depannya.

“Kalau dibandingkan dengan negara-negara tetangga kita, misalnya Singapura berada di peringkat 17, Malaysia 29, dan Thailand 31. Saya kira ini menjadi catatan kita ke depan dalam rangka memperbaiki dari 4 subindeks dan 14 pilar yang menjadi tolok ukur indeks daya saing pariwisata dunia,” jelasnya.

Presiden menjelaskan bahwa dalam indeks tersebut Indonesia memiliki 5 keunggulan dibandingkan negara lain, yaitu yang berkaitan dengan daya saing harga, prioritas kebijakan, daya tarik alam, keterbukaan, serta daya tarik budaya dan kunjungan bisnis.

“Kita masih lemah dalam lima pilar lainnya yaitu, di bidang lingkungan yang berkelanjutan, kesehatan dan kebersihan, infrastruktur pariwisata, ini yang dalam pembenahan terus, kemudian keamanan, kemudian yang juga masih kurang di kesiapan teknologi informasi. Saya kira catatan-catatan ini harus kita jadikan kita dalam bekerja ke depan dengan target-target yang terukur dan jelas,” paparnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga membahas mengenai upaya pemerintah untuk mengatasi dampak wabah virus korona terhadap sektor pariwisata. Salah satu upaya yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah adalah pemberian diskon atau insentif, baik untuk wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

“Diskon atau insentif bagi wisman yaitu 30 persen dari tarif riil. Tapi nanti kita putuskan, ini belum diputuskan. Mungkin kita beri waktu selama 3 bulan ke depan, untuk destinasi-destinasi yang nanti juga akan kita putuskan,” jelasnya.

“Untuk destinasi wisata ke mana, termasuk di dalamnya juga diskon untuk wisatawan domestik atau wisnus yang bisa nanti kita berikan juga minus 30 persen dan mungkin bisa saja untuk travel bironya diberi diskon yang lebih misalnya 50 persen, sehingga betul-betul menggairahkan dunia wisata kita karena memang sekarang baru ada masalah karena virus korona,” tandasnya.

News

Pelindo III Jalin Kolaborasi

February 17, 2020

Kementerian BUMN melalui Pelindo III melakukan sejumlah langkah strategis dalam rencana percepatan pengembangan Benoa Maritim Tourism Hub di Benoa, Bali. Salah satunya adalah dengan menjalin kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa dengan sejumlah BUMN. Hal ini guna mendorong pengembangan kawasan benoa menjadi salah satu poros wisata maritim di Indonesia.

Simbolis penandatanganan kesepakatan bersama dan perjanjian kerjasama dengan sejumlah BUMN sendiri dilakukan dalam Rapat Koordinasi Pengembangan Benoa Maritim Tourism Hub di hotel Inaya Putri Bali, Jumat (14/02). Dalam kesempatan tersebut ada delapan bumn yang sepakat melakukan kerjasama yang dibagi menjadi 3 kategori perjanjian kerjasama diantaranya kesepakatan bersama penataan kegiataan operasi dan pengembangan di Pelabuhan Benoa yang di tanda tangani oleh 6 BUMN yaitu PT. Pertamina, PT  Perikanan Nusantara (Perinus), Perum Damri, Permodalan Nasional Madani, Indonesia Power,dan WIKA. Selain itu ada juga sinergi BUMN untuk pengerukan bersama yang di sepakati oleh 4 BUMN yaitu PT Pertamina, Semen Indonesia, PT PLN dan Pupuk Indonesia serta perjanjian kerja sama pembangunan Hub pelabuhan ikan baru bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan RI serta kerja sama operasi untuk pengelolaan TUKS Semen Gresik.

Menteri BUMN Erick Thohir menilai sinergi antar BUMN sangat dibutuhkan dalam rangka melakukan percepatan rencana pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa oleh karena itu pihaknya selaku menteri BUMN meminta langsung agar seluruh BUMN yang terlibat dalam kegiatan pelabuhan dikawasan Pelabuhan khususnya Benoa agar turut aktif mensukseskan rencana kementerian BUMN menjadikan Pelabuhan Benoa sebagai pelabuhan khusus kapal pesiar dan penumpang serta destinasi wisata baru di Bali.

“Pelindo III tidak akan mampu membangun sendiri, butuh sinergi BUMN dan swasta agar semua dapat terwujud, dan hari ini akan dilakukan MOU oleh beberapa BUMN diharapkan semua dapat merealisasikannya,” tegas Erick Thohir Menteri BUMN.

Sementara itu Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada sejumlah BUMN yang turut mendukung rencana pengembangan kawasan Pelabuhan Benoa melalui perjanjian kerjasama yang telah disepakati. Menurutnya pengembangan kawasan tersebut tidak bisa dilakukan tanpa dukungan sejumlah pihak terutama BUMN terkait.

“Pengembangan Kawasan Pelabuhan benoa tentunya tidak bisa kami lakukan tanpa dukungan dari berbagai pihak terutama BUMN terkait, sehingga dengan penandatangann kesepakatan yang sudah kita lakukan tentunya akan berdampak pada percepatan pengembangan wilayah benoa kami berharap berbagai sinergi seperti ini bisa terus kami lakukan sebagai wujud kami BUMN hadir untuk negeri”.  

Pelabuhan Benoa sekarang ini merupakan salah satu pelabuhan multipurpose di bawah pengelolaan Pelindo III yang melayani kapal penumpang, hingga bongkar muat petikemas dan curah cair. Berbagai kegiatan tersebut berada di dalam satu kawasan, sehingga perlu dilakukan penataan ulang sekaligus revitalisasi, guna menghadirkan kawasan pelabuhan khusus wisata dan penumpang sehingga Benoa Maritim Tourism Hub diharapkan bisa menjadi salah satu Program Strategis Nasional

News

Asia Wadah Pertumbuhan Perbankan Dunia

February 16, 2020

Asia dinilai menjadi sebuah wadah dalam pertumbuhan sektor perbankan di dunia.  Hal ini dapat dilihat berdasarkan aset perbankan lebih banyak dimiliki oleh orang-orang Asia.

Tercatat lebih dari 40 dari 100 bank terbesar di dunia, berdasarkan aset adalah orang Asia dan menyumbang sekitar 50 persen dari kapitalisasi pasar dari 100 bank teratas secara global.

Diketahui bahwa Asia telah menjadi pasar perbankan regional terbesar di dunia selama satu dekade, menghasilkan laba sebelum pajak lebih dari $ 700 miliar dan menyumbang 37 persen dari kumpulan laba perbankan global pada tahun 2018.

News

Pegadaian Untung Rp3,1 Triliun Sepanjang Tahun 2019

February 13, 2020

Jakarta, 13 Februari 2020 – PT Pegadaian (Persero) meraih capaian kinerja gemilang sepanjang 2019, dengan meraup laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun ( tumbuh 12%) dan membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun (tumbuh 23,3%), diatas rata rata industri nasional. Sementara NPL gross sebesar 1,75% dan total realisasi pembiayaan sebesar Rp145,6 triliun dan non pembiayaan sebesar Rp4,7 triliun.

Kinerja kinclong tersebut, didorong oleh sejumlah produk inovatif berbasis digital yang diluncurkan perseroan dan agresivitas dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra di tanah air. Hal ini disampaikan Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto dalam pemaparan kinerja tahun 2019, di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis, 13 Februari 2020.

“Banyaknya kolaborasi dan sinergi dengan ratusan mitra dari BUMN, swasta, perguruan tinggi dan berbagai organisasi selama 2019 mendorong penambahan jumlah nasabah Pegadaian dari 10,64 juta ditahun 2018 menjadi 13,86 juta di tahun 2019 naik 3,2 juta. Kinerja positif yang kami raih pada tahun 2019 tersebut, tidak terlepas dari kontribusi seluruh nasabah yang setia menggunakan produk dan layanan kami,” jelasnya.

Selain itu, Pegadaian juga melakukan program pemasaran yang intensif berupa Employee Get Customers yang melibatkan  seluruh karyawan dan keluarga untuk terlibat dalam  kegiatan memasarkan produk-produk inovatif, serta berbagai saluran distribusi baik melalui 4.123 outlet dan 9.673 agen. Bahkan penggunaan aplikasi Pegadaian Digital telah dimanfaat untuk melakukan transaksi digital oleh lebih 2 juta nasabah.

Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp17,7 triliun, naik 39,3% dibandingkan dengan periode yang sama 2018 sebesar Rp12.7 triliun. Aset Pegadaian sepanjang 2019 meningkat 23,7 %, menjadi Rp65,3 triliun dari tahun sebelumnya Rp 52,8 triliun.

Produk Gadai masih mendominasi kinerja Pegadaian, dengan portofolio OSL Gadai sebesar Rp40,3 triliun setara 80%. Adapun produk non gadai berkontribusi OSL sebesar Rp10,1 triliun setara 20% pada 2019. “Kami akan terus fokus pakai core business gadai, selain mengembangkan produk-produk lain non gadai,” papar Kuswiyoto.

Pencapaian kinerja Pegadaian yang kinclong tersebut didukung dengan tingkat kesehatan perusahaan kategori “Sehat” (AAA), dan Rating Obligasi AAA yang dilakukan Pefindo.

Digitalisasi, Sinergi,  dan Kolaborasi Mendorong Peningkatan Basis Nasabah

Kuswiyoto menambahkan, perseroan terus melakukan digitalisasi proses bisnis untuk meningkatkan kualitas layanan serta aktif menggencarkan sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra dan instansi di berbagai daerah di Indonesia. Sinergi dan kolaborasi tersebut telah memberi kontribusi dalam peningkatan kinerja Pegadaian.

Sepanjang tahun 2019 hingga Februari 2020, Pegadaian berhasil menjalin sinergi dan kolaborasi dengan 541 instansi, yang terdiri dari 133 instansi pemerintah, 84 instansi BUMN, 210 instansi swasta, dan 114 instansi perguruan tinggi baik swasta maupun negeri. 

Sinergi dan kolaborasi tersebut mendorong pertumbuhan jumlah nasabah Pegadaian, naik signifikan 30,2% (YoY) menjadi 13,86 juta nasabah pada akhir 2019, jumlah pemilik tabungan emas menjadi 4,6 juta nasabah.

Sinergi dan kolaborasi tersebut merupakan tidak lanjut program Sinergi BUMN dalam meningkatkan nilai tambah untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Tidak hanya itu, langkah tersebut juga sebagai tindak lanjut untuk meningkatkan penetrasi bisnis gadai ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami ingin menggarisbawahi betapa pentingnya sebuah sinergi dan kolaborasi. Sinergi dan kolaborasi memiliki manfaat yang luar biasa, karena sangat menguntungkan, tidak hanya bagi Pegadaian tetapi juga bagi mitra dan masyarakat luas,” jelas Kuswiyoto.

Lebih lanjut, Kuswiyoto menambahkan bahwa pada tahun 2020 ini, Pegadaian akan terus menghadirkan inovasi-inovasi baru untuk meningkatkan kinerja bisnis. Hal ini agar selaras dengan Visi Pegadaian yaitu Menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan Sebagai Agen Inklusi Keuangan Pilihan Utama Masyarakat Indonesia.

Pegadaian juga aktif melaksanakan program CSR yang bertema Pegadaian Bersih-bersih meliputi Bersih Lingkungan, Bersih Hati, dan Bersih Administrasi. Salah satu program unggulannya adalah program Memilah Sampah, Menabung Emas. Program yang diberi nama The Gade Clean & Gold ini sejalan dengan program Indonesia Bersih yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Kami berharap Pegadaian akan terus memberi kontribusi yang besar bagi masyarakat, menggerakkan perekonomian nasional, serta mendorong meningkatnya inklusi keuangan di tanah air”, tutup Kuswiyoto.

News

Jadi Ketum Lagi, Zulkifli Hasan Dobrak Tradisi dan Mitos PAN

February 12, 2020

Gelaran Kongres ke-5 Partai Amanat Nasional (PAN) telah usai digelar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kongres yang penuh drama, hujan kursi, kaca, darah dan bahkan korban luka itu menghasilkan Zulkifli Hasan sebagai Ketum PAN periode 2020-2025.

Bagi Zulkifli, hasil ini mendobrak tradisi dan mitos yang selama ini ada di partai berlambang matahari itu. Mendobrak tradisi karena Zulkifli merupakan orang pertama yang berhasil memimpin PAN selama 2 periode. Karena sebelum dirinya, calon petahana selalu gagal mempertahankan posisi mereka, sebut saja Amien Rais, Sutrisno Bachir dan Hatta Rajasa. Sementara untuk mitos, Wakil Ketua MPR itu berhasil mematahkan mitos pengaruh Amien Rais dalam setiap pemilihan ketum. Karena Amien di internal PAN dianggap sebagai king maker tiap kali kongres. Bahkan Zulkifli saat maju di tahun 2015, ada campur tangan Amien dalam kemenangannya. Sementara pada kongres kali ini Amien menjagokan Mulfachari Harahap.

Kini Zulkifli berhasil mematahkan semua tradisi dan mitos tersebut. Namun hasil ini tidak datang dengan sendirinya, ada beberapa poin yang menjadi titik balik kemenangan Zulkifli.

Poin pertama dan yang menjadi pintu masuk awal adalah tidak adanya pidato dari Amien Rais dalam pembukaan Kongres ke-5 PAN. Padahal, pidato Amien ini sudah menjadi agenda rutin tiap kali kongres. Dalam pidato ini pula biasanya Amien memberikan kode siapa yang dirinya dukung. Dengan tidak adanya pidato Amien, Zulkifli bisa dianggap menutup pintu rapat-rapat bagi Amien.

Poin kedua, kehadiran Hatta Rajasa dalam kongres. Boleh jadi kehadiran cawapres 2014-2019 ini menjadi obat penawar rindu kader PAN, sebab Hatta lama menghilang dari sorotan kamera dan jarang terlibat dalam kegiatan-kegiatan partai dan mungkin kader PAN sudah bosan dengan tindak tanduk dan sosok Amien yang selalu tampil sejak Pilpres tahun lalu. Bahkan usai ‘perang kursi’ di awal kongres, Hatta dipilih menjadi imam salat zuhur oleh para kader yang hadir. Mengapa bukan Amien yang menjadi imam? Karena Zulkifli ingin menutup panggung untuk mantan Ketua MPR itu.

Poin ketiga adalah mundurnya mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, dari kontestasi. Mundurnya Asman bisa dianggap sebagai angin segar dan tambahan suara bagi Zulkifli, apalagi setelah mundur Asman ‘meminta’ pendukungnya untuk mendukung calon petahana itu. Selain itu, mundurnya Asman, yang diprediksi akan menjadi kuda hitam dalam kongres, membuat suara dukungan untuk mengalahkan jagonya Amien dalam kongres menjadi bulat.

Sebab bila Asman dan Zulkifli sama-sama bersaing demi PAN 1, keuntungan besar justru berada di pihak Mulfachri. Karena ceruk pemilih Zulkifli dan Asman cenderung sama, sementara Mulfachri memiliki ceruk pemilihnya sendiri. Hal ini bisa dilihat dari suara yang didapat oleh Zulkifli dan Mulfachri dalam voting, dimana Zulkifli mendapat 331 suara dan Mulfachri 225 suara, Dradjad Wibowo 6 suara dan tidak sah 3 suara. Seandainya Zulkifli, Asman dan Mulfachri tetep bersaing di kongres dengan asumsi suara Zulkifli dan Asman dibagi 2 sementara suara Mulfachri tetap, maka Mulfachri yang akan menang. Apakah keduanya siap menerima risiko tersebut? Tentu tidak.

Kongres sendiri berjalan cukup seru dan menarik. Bahkan kongres ini lebih cocok disebut sebagai sebuah battle royal seperti game PlayerUnknown’s Battlegrounds atau Call of Duty Mobile. Sebab dipenuhi aksi barbar pada kader PAN. Tidak jelas apa pemicu aksi hujan kursi di kongres ini, karena kejadian itu terjadi dalam rapat internal yang digelar tertutup. Mereka yang bertikai menggunakan atribut dan warna yang sama. Pertikain pun membuahkan hasil berupa pintu kaca hotel tempat kongres yang pecah dan korban luka. Tentu saja korban luka merupakan rekan sejawat mereka di partai.

Kita doakan saja semoga tidak ada lagi kejadian serupa di partai lain, karena sebagai salah satu pilar demokrasi, partai seharusnya memberikan contoh dan suri tauladan pada masyarakat bagaimana cara berdemokrasi dan hidup di antara berbagai perbedaan, di tengah kondisi negara yang sedang tidak bersahabat dengan perbedaan.

Bisma

News

Jelang Satu Abad Indonesia-Australia, Presiden Jokowi: Fokus Pada Peningkatan Kemitraan

February 10, 2020

Tujuh puluh tahun kemitraan Indonesia dan Australia harus terus dijaga dan diperkokoh. Bersamaan dengan itu, kedua negara juga harus mempersiapkan diri agar kemitraan 100 tahun Indonesia dan Australia, tiga dekade dari saat ini, dapat terwujud. Tak hanya kemitraan antarpemerintah dan parlemen, tetapi juga antara rakyat kedua negara.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pidatonya di Parlemen Australia, Canberra, pada Senin, 10 Februari 2020, di mana turut hadir menyaksikan pidato Presiden tersebut di antaranya Perdana Menteri Scott Morrison, senator Scott Ryan, dan sejumlah senator serta anggota parlemen lainnya yang berdiri memberikan tepuk tangan meriah atas pidato tersebut.

Namun, di tahun tersebut, dunia juga diprediksi akan semakin dipenuhi dengan ketidakpastian. Bila tren yang saat ini telah terlihat terus berlanjut, Presiden mengatakan, dunia tiga dekade mendatang akan menjadi terdisrupsi, situasi geopolitik dan geoekonomi dunia semakin berat, stagnasi pertumbuhan ekonomi bahkan resesi ekonomi dunia sulit dihindari. Dikhawatirkan nilai demokrasi dan kemajemukan akan termarginalkan.

“Di tengah berbagai tantangan tersebut, Indonesia dan Australia harus fokus pada upaya peningkatan kemitraan,” ucap Presiden Jokowi.

Dalam pandangan Presiden Jokowi, usia 70 tahun persahabatan Indonesia-Australia bukanlah waktu yang sebentar.

“Tujuh puluh tahun adalah masa platinum. Platinum persahabatan tersebut harus kita perkokoh terus dengan bersama-sama mempersiapkan agar kemitraan Indonesia dan Australia berumur 100 tahun,” ujar Presiden Jokowi.

Menurutnya, pada tahun 2050, saat di mana kemitraan kedua negara mencapai usia satu abad, Indonesia dan Australia akan bertransformasi menjadi pemain besar di kawasan dan dunia. Indonesia sendiri diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dengan PDB sekitar 10,5 triliun USD.

News

Jangkar Kemitraan Indonesia-Australia: Generasi Muda

February 10, 2020

Jelang 100 tahun atau satu abad hubungan Indonesia-Australia, Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa jangkar kemitraan Indonesia dan Australia pada tahun 2050, atau 3 dekade dari sekarang adalah generasi muda kita.

Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika berbicara di Parlemen Australia pada Senin, 10 Februari 2020.
 
“Saya ingin menawarkan Ausindo Wave Australia-Indonesia Wave bagi generasi muda Indonesia dan Australia. Kita harus tawarkan trend kedekatan Indonesia-Australia kepada generasi muda, menggelorakan kecintaan generasi muda Australia kepada Indonesia, dan sebaliknya, kecintaan generasi muda Indonesia kepada Australia,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi mengingatkan bahwa generasi muda saat ini yang akan menjadi pemimpin masa depan. Untuk itu, investasi pada generasi muda akan memperkokoh kemitraan Indonesia dan Australia ke depan.

“Kita sudah memiliki modal yang besar. Saat ini, terdapat 160 ribu siswa Australia belajar bahasa Indonesia dan 21 ribu pemuda Indonesia belajar di Australia,” tutur Presiden Jokowi.

Jika hal ini terus dilakukan maka Kemitraan Indonesia-Australia pada tahun 2050, pada 1 abad umur kemitraan kedua negara akan bermanfaat bukan saja bagi rakyat kedua negara, tapi bagi dunia.
 
Di akhir pidatonya, Presiden mengutip musisi Jimmy Little, artis Aborigin Australia… “We are all gifted with the opportunity to succeed. But you get further if you extend the hand of friendship.”
 
“Melalui persahabatan yang tulus maka hubungan Indonesia dan Australia, bukan saja bermanfaat bagi kesejahteraan kedua negara, namun juga bagi kawasan di sekitar kita dan bagi dunia keseluruhan,” kata Presiden Jokowi.

News

Fokus Program 2020, Dukungan Infrastruktur Lima KSPN Prioritas akan Perkecil Ketimpangan Antar Daerah

February 7, 2020

Jakarta – Sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo di mana dikembangkan 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) atau yang juga dikenal dengan 10 “Bali Baru”, telah ditetapkan lima KSPN dengan status prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado Bitung-Likupang. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan dukungan infrastruktur akan selesai pada akhir 2020.

“Tahun 2020 difokuskan 5 KSPN Prioritas, khususnya untuk infrastruktur harus selesai di akhir 2020 sehingga mulai tahun 2021 dapat menyentuh 5 KSPN lain. Kementerian PUPR menyiapkan anggaran sebesar Rp 5.224 miliar untuk mendukung hal tersebut,” ucap Menteri Basuki saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Rabu (5/2/2020).

Pembangunan infrastruktur KSPN yang dibangun Kementerian PUPR mencakup konektivitas seperti penanganan jalan dan jembatan, bidang sumber daya air seperti pembangunan tampungan air dan infrastruktur pengendali banjir, bidang permukiman diantaranya penataan kawasan dan peningkatan kapasitas tempat pembuangan sampah, dan bidang perumahan meliputi pembangunan sarana hunian pendukung Kawasan Pariwisata dengan total anggaran sekitar Rp 6 triliun.

Dukungan infrastruktur yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2020 beberapa di antaranya telah memasuki tahap lelang pada Desember 2019 dan diharapkan mulai konstruksi pada Februari 2020, seperti penataan Kampung Ulos Hutaraja di KSPN Danau Toba senilai Rp 42,3 miliar, peningkatan jalan dan trotoar di Jalan Soekarno Hatta Atas – Jalan Soekarno Bawah – Jalan Pede di KSPN Labuan Bajo dengan biaya Rp 181 miliar, dan penataan Kawasan Pantai Paal di KSPN Manado Bitung – Likupang dengan biaya Rp 96 miliar. Penataan lain yang akan memasuki tahap lelang diantaranya penggantian Jembatan Tano Ponggol di KSPN Danau Toba sepanjang 450 meter pada Maret 2020 dan pengembangan Kawasan 3 Gili di KSPN Mandalika pada Juni 2020 dengan biaya Rp 70 miliar.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” ungkap Menteri Basuki.

Dengan terbangunnya infrastruktur pendukung KSPN, Menteri Basuki mengatakan Indonesia dapat bersaing dengan negara lain melalui sektor pariwisata karena memiliki keunikan tersendiri. Di samping itu, melalui sektor pariwisata juga bisa lebih cepat dalam membuka lapangan kerja, menarik investasi, dan menciptakan peluang ekonomi lokal.

“Pembangunan kawasan pariwisata ini jawaban untuk memperkecil ketimpangan antar daerah. Pariwisata juga paling cepat meng-create lapangan pekerjaan dan murah,” kata Menteri Basuki.

Pada kesempatan tersebut, Komisi V DPR RI memberikan apresiasi kepada Kementerian PUPR atas pembangunan infrastruktur di 5 KSPN tersebut. Selanjutnya Komisi V DPR meminta Pemerintah Pusat untuk meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan melibatkan partisipasi warga sekitar pada proses pembangunannya untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.