All Posts By

Gespy

News

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II 2021

August 5, 2021

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010
mencapai Rp2.772,8 triliun.

Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,31 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,07 persen.

Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020
mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,78 persen.

Ekonomi Indonesia semester I-2021 terhadap semester I-2020
mengalami pertumbuhan sebesar 3,10 persen (c-to-c). Dari sisi
produksi, pertumbuhan terbesar terjadi pada Lapangan Usaha
Informasi dan Komunikasi sebesar 7,78 persen. Sementara dari
sisi pengeluaran semua komponen tumbuh, pertumbuhan tertinggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 18,51 persen.


Pertumbuhan (y-on-y) triwulan II-2021 terjadi di semua kelompok pulau. Hal ini terutama terlihat pada kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 57,92 persen, dan pertumbuhan (y-on-y) sebesar 7,88 persen.

News

Kerjasama Bidang Gas Bumi & Teknologi Infrastruktur LNG, PGN Tandatangani MoU Dengan PT PAL Indonesia

August 4, 2021

Jakarta, 3 Agustus 2021 – Dalam rangka meningkatkan penguasaan teknologi dalam pengelolaan gas bumi, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menandatangani nota kesepahaman dengan PT PAL Indonesia (Persero). PGN dan PAL akan melakukan kajian mengenai kerja sama pengembangan, pembangunan, pemeliharaan, dan perbaikan teknologi gas, khususnya infrastruktur LNG.

Nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan dan Direktur Utama PAL Kaharudin Djenod.

“PGN dan PAL akan melaksanakan kajian bersama mengenai pengembangan dan pembangunan LNG Carrier, storage tank gas untuk kebutuhan bisnis PGN, dan gasifikasi peralatan dan sarana pendukung pabrik PAL. Kami berharap pelaksanaan kajian dapat berlangsung secara komprehensif,” jelas Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan.

PGN dan PAL juga akan melaksanakan joint marketing dalam program gas for marine, salah satunya konversi kapal. Apalagi PGN memiliki program layanan gas bumi untuk sektor transportasi laut melalui Konversi transportasi sektor laut menjadi berbahan bakar LNG, seperti konversi Pertamina International Shipping (PIS).

Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur gas yang dimiliki oleh PGN, serta potensi kerja sama lainnya yang mendukung pertumbuhan bisnis PGN maupun PAL.

PAL merupakan BUMN yang memiliki keahlian di bidang perkapalan dan alat apung, peralatan pembangkit listrik, peralatan industrI minyak dan gas, turbin, konstruksi lepas pantai, dan alat permesinan lainnya. “Secara teknis, PAL memiliki kapabilitas yang lebih, sehingga PGN akan menyerap banyak pembelajaran dari PAL nantinya,” ujar Heru.

Menurut Heru, penting bagi PGN sebagai Subholding Gas memiliki kemampuan penguasaan aspek teknologi. PGN sebagai salah satu industri di bidang minyak dan gas memiliki risiko dan berbiaya besar, sehingga membutuhkan penguasaan teknologi sekaligus pemahaman terhadap aspek komersial. Dengan mengedepankan aspek teknologi dan komersial dapat mendorong pelaksanaan proyek strategis yang efektif dan efisien.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Achmad Muctasyar menambahkan bahwa PGN tetap melaksanakan manajemen mutu berstandar ISO. Penguasaan teknologi sangat untuk menjaga infrastruktur pipa maupun non pipa yang berada di tempat-tempat yang sulit dijangkau. Begitu juga dengan perluasan infrastruktur gas bumi yang tidak mudah dan tetap sesuai dengan aspek safety.

Achmad berharap, kerja sama dengan PAL ini dapat bermanfaat bagi PGN dalam melaksanakan ke depan seperti Kepmen-13, Pasokan LNG ke Kilang RU IV Cilacap, Terminal LNG Teluk Lamong, FSRU di beberapa lokasi, serta Trading PGN.

“Apabila PGN dapat terus meningkatkan aspek teknologi, maka akan dapat memberikan layanan energi yang optimal bagi masyarakat luas. Berbagai upaya dilakukan agar PGN dapat mengoptimalkan peran sebagai pengelola gas bumi di Indonesia yang handal dan profesional sesuai dengan nilai-nilai good corporate governance,” ujar Achmad.

News

Temui Gubernur Riau, Dirut PHR Sampaikan Kesiapan Kelola Blok Rokan Mulai 9 Agustus 2021

August 4, 2021


4 Agustus 2021 – Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan Jaffee A Suardin menemui Gubernur Riau Syamsuar. Jaffee menyampaikan kesiapan PT PHR untuk alih kelola operasional Blok Rokan.

Pertemuan Jaffee dengan Syamsuar berlangsung di Kediaman Gubernur Riau, Pekanbaru, Senin (2/7/2021). Dalam pertemuan itu, Gubernur Riau didampingi oleh Kepala Dinas ESDM Riau Indra Agus Lukman dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Riau Mamun Murod.

Dalam pertemuan tersebut, Jaffee mengatakan PHR siap untuk masuk dan mengelola Blok Rokan. Sejumlah persiapan transisi sudah dilakukan, termasuk terkait dengan pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang menjadi pekerja PT PHR.

“Sebanyak 2.691 pekerja CPI telah setuju untuk bergabung dengan PHR. Jadi nanti operasional Blok Rokan akan dikerjakan oleh tim lama juga. Kemudian untuk kontrak kerja kami juga sudah lakukan mirrorring dengan CPI dan sudah mencapai 100 persen,” kata Jaffee.

Jaffee juga menyampaikan terkait rencana seremoni alih kelola Blok Rokan dari CPI ke PHR yang akan dilakukan pada pergantian hari tanggal 8 ke 9 Agustus 2021 ke Gubernur Riau. Kegiatan tersebut akan dilakukan secara daring (online) dengan mengundang Forkopimda Provinsi Riau dan 7 kepala daerah wilayah kerja Blok Rokan.

“Persiapan untuk seremoni sudah dilakukan baik oleh SKK Migas, CPI maupun PHR, sembari kami juga memastikan proses alih kelola nanti bisa berlangsung mulus dan semua pekerjaan di Blok Rokan bisa berjalan dengan lancar,” kata Jaffee.

Gubernur Riau Syamsuar mengapresiasi kehadiran Direktur PHR. Dia berharap proses alih kelola Blok Rokan dari CPI ke PHR bisa berjalan dengan mulus.

“Selamat kepada PHR. Harapan kami semoga alih kelola ini berjalan dengan lancar, pekerjaan di Blok Rokan terus berlangsung dan produksinya juga terus meningkat,” kata Syamsuar.

Dia juga berharap kehadiran PHR di Blok Rokan bisa berdampak baik baik masyarakat Riau. “Kami juga sudah menyiapkan BUMD untuk berpatisipasi dalam pengelolaan participating interest (PI) ini, yang tentunya kita harapkan bisa berimbas baik untuk pembangunan di Riau dan kesejahteraan masyarakat Riau,” kata Syamsuar.

PHR akan mengambil alih pengelolaan Blok Rokan mulai 9 Agustus 2021 setelah sebelumnya dikelola oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Blok Rokan yang memiliki luas 6.453 km2 ini tercatat menghasilkan sekitar 165.000 barel minyak per hari atau sekira 24% produksi minyak nasional. Untuk meningkatkan produksi pascaalih kelola, PHR menargetkan mengebor sebanyak 161 sumur baru pada periode Agustus-Desember 2021.

News

Pahamify Sambut Tahun Ajaran Baru dengan Rangkaian Program dan Promo Spesial ‘Back to School’

August 4, 2021

Bogor, 4 Agustus 2021 – Tahun ini, pelajar di seluruh Indonesia kembali menjalani tahun ajaran baru secara daring di tengah situasi pandemi. Tak dapat dipungkiri, sekolah daring memang memiliki tantangan tersendiri, baik untuk anak maupun orang tua dan guru yang mendampingi. Guna mendukung efektivitas proses pembelajaran siswa dari rumah, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) hadir dengan sederet program dan promo cashback menarik dalam kampanye ‘Back to School’.

Berbagai riset menyebutkan bahwa kurang optimalnya kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh yang meliputi keterbatasan sumber daya, pengawasan, serta interaksi efektif selama proses belajar berisiko menimbulkan learning loss. The Education and Development Forum (2020) mendefinisikan learning loss sebagai situasi di mana peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus atau kemunduran secara akademis, yang terjadi karena kesenjangan berkepanjangan atau ketidakberlangsungannya proses pendidikan.

Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan, “Kami memahami bahwa kegiatan belajar-mengajar secara daring ini menjadi hal yang baru bagi kita semua. Di tahun kedua pembelajaran jarak jauh, Pahamify hadir menemani dan memberikan semangat baru bagi siswa di seluruh Indonesia serta guru dan orang tua yang berperan besar dalam mewujudkan cita-cita anak. Kami harap serangkaian program ‘Back to School’ dari Pahamify dapat menjadi solusi sekaligus stimulus dalam mendukung kegiatan belajar dan mengajar sehingga #SemuaBisaSemuaPaham.”

Masih dalam rangkaian ‘Back to School’, belum lama ini Pahamify memberikan akses gratis video belajar bagi guru dan siswa SMA di Indonesia setiap Senin – Jumat pukul 07.00 – 13.00 WIB. Selain bisa dimanfaatkan sebagai pelajaran tambahan bagi siswa, video materi ini juga bisa digunakan sebagai materi ajar oleh guru. Sehingga, guru tidak perlu pusing mencari dan membuat materi pembelajaran yang menarik dan seru serta bisa lebih fokus pada pembahasan materi di kelas. Hal juga ini dilakukan demi meminimalisir potensi learning loss.

Guna semakin menunjang efektivitas belajar di rumah, Pahamify menyediakan webinar dan Live Class Demo gratis untuk membantu orang tua dan guru mempersiapkan pendampingan maksimal selama tahun ajaran baru 2021. Tidak ketinggalan, sederet talk show inspiratif juga hadir untuk meningkatkan semangat dan motivasi belajar siswa.

Lebih dari itu, ‘Back to School’ juga menawarkan promo yang berlangsung sepanjang 8 Juli – 16 Agustus 2021, meliputi cashback 100% setiap transaksi menggunakan ShopeePay untuk Paket Persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Paket Belajar, serta Paket Try Out. Pahamify juga menyediakan fitur baru yang dapat diakses secara gratis oleh siswa untuk mengatur jadwal dan riwayat belajar dalam persiapan UTBK.

Pelajari lebih lanjut mengenai program ‘Back to School’ di sini. Unduh aplikasi Pahamify secara gratis melalui App Store atau Google Play dan gunakan metode pembayaran ShopeePay yang mudah dan menguntungkan.

News

Presiden Putuskan PPKM Level 4 Dilanjutkan Sampai 9 Agustus

August 2, 2021

Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 hingga tanggal 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten/kota tertentu. Menurut Presiden, kebijakan PPKM yang berlangsung sebelumnya dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus telah memberikan hasil yang baik dalam berbagai indikator penanganan Covid-19 di Tanah Air.

“PPKM level 4 yang diberlakukan tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus kemarin telah membawa perbaikan di skala nasional dibandingkan sebelumnya baik dalam hal konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan dan persentase BOR. Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan perkembangan beberapa indikator kasus pada minggu ini pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021 di beberapa kabupaten/kota tertentu dengan penyesuaian pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat sesuai kondisi masing-masing daerah,” ujar Presiden dalam pernyataannya terkait perkembangan PPKM di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 2 Agustus 2021.

Presiden menjelaskan bahwa kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, kecepatan vaksinasi terutama pada wilayah-wilayah yang menjadi pusat mobilitas dan kegiatan ekonomi. Kedua, penerapan 3M yang masif di seluruh komponen masyarakat. Ketiga, kegiatan pengetesan, pelacakan, isolasi, dan perawatan atau 3T secara masif, termasuk menjaga BOR, penambahan fasilitas isolasi terpusat, serta menjamin ketersediaan obat-obatan dan pasokan oksigen.

Presiden juga mengakui bahwa pemerintah tidak bisa membuat kebijakan yang sama dalam jangka waktu yang panjang. Menurutnya, pemerintah juga harus menentukan derajat pembatasan mobilitas masyarakat sesuai dengan data di hari-hari terakhir agar pilihan yang diambil tepat, baik untuk kesehatan maupun untuk perekonomian.

“Dalam situasi apapun, kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan adalah kunci bagi kesehatan dan mata pencaharian masyarakat,” imbuhnya.

Meskipun sudah mulai ada perbaikan, Kepala Negara mengingatkan bahwa perkembangan kasus Covid-19 masih sangat dinamis dan fluktuatif. Oleh karena itu, Presiden mengimbau semua pihak agar terus waspada dalam melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan kasus Covid-19 ini.

Untuk mengurangi beban masyarakat akibat berbagai pembatasan mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi, pemerintah tetap mendorong percepatan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa. Selain itu, pemerintah juga meluncurkan bantuan untuk usaha mikro kecil, PKL dan warung, serta bantuan subsidi upah yang juga sudah mulai berjalan.

“Program Banpres Produktif Usaha Mikro sudah mulai diluncurkan pada tanggal 30 Juli yang lalu,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan, dokter, dan perawat yang berada di garda terdepan dalam menyelamatkan jiwa manusia akibat Covid-19. Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas pengertian dan dukungannya terhadap pelaksanaan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat yang pemerintah terapkan.

“Pilihan masyarakat dan pemerintah adalah sama yaitu antara menghadapi ancaman keselamatan jiwa akibat Covid-19 dan menghadapi ancaman ekonomi kehilangan mata pencaharian dan pekerjaan. Untuk itu gas dan rem harus dilakukan secara dinamis sesuai perkembangan penyebaran Covid-19 di hari-hari terakhir,” jelasnya.

Di samping itu, Kepala Negara juga mengapresiasi partisipasi dan dukungan dari para relawan dan dermawan yang ikut membantu pemerintah untuk menegakkan protokol kesehatan, memfasilitasi isolasi mandiri, dan upaya-upaya sosial lainnya.

“Covid-19 adalah tantangan yang harus kita atasi bersama melalui usaha dan kerja keras serta pengorbanan kita dalam menjalani berbagai pembatasan kegiatan ini. Insyaallah kita akan dapat segera terbebas dari pandemi Covid-19,” tandasnya.

News

August 2, 2021

Pemerintah Terus Tingkatkan Angka Pengecekan Spesimen Covid-19 Meski Tren Kasus Melandai

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah akan terus meningkatkan angka pengecekan spesimen Covid-19 meski angka kasus positif mulai menunjukkan tren penurunan. Menkes bersyukur bahwa dengan angka pengecekan yang hampir mencapai 300 ribu spesimen setiap harinya saat ini, angka kasus positif tidak sampai mencapai angka prediksi terburuk.

Hal tersebut disampaikan Menkes saat memberikan keterangan pers selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video pada Senin, 2 Agustus 2021.

“Skenario sebelumnya terburuk yang kami perkirakan 70 ribu penambahan kasus per hari, sampai sekarang kita lihat kita bersyukur bahwa peak nya itu terjadi di 57 ribu per hari. Itu dengan peningkatan testing yang luar biasa yang tadinya rata-rata kita lakukan 60-70 ribu tes, sekarang sudah sampai 200 ribu. Malah untuk testing spesimennya sudah hampir sampai 300 ribu per hari,” ucapnya.

“Arahan Bapak Presiden juga Pak Menko terus ditingkatkan. Kalau perlu sampai 300-400 ribu secara bertahap,” lanjutnya.

Menkes menuturkan, peningkatan jumlah pengecekan orang dan spesimen ini penting agar kondisi setiap individu segera diketahui. Dengan demikian, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan apabila individu tersebut terkonfirmasi positif korona.

“Kita bisa evaluasi supaya tidak menular di tempat isolasi yang sudah dibangun dan yang sakit akan cepat kita rawat ke rumah sakit supaya tidak terlambat, supaya tidak fatal, karena penyakit ini kalau kita rawat dengan cepat dan tepat harusnya bisa tertangani,” tuturnya.

Selain pelandaian kasus harian, Menkes juga mencatat penurunan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR, baik untuk ruang isolasi maupun ICU. Penurunan BOR terjadi di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Di lain pihak, Menkes mencatat masih ada beberapa daerah yang mengalami kenaikan terutama di daerah luar Jawa. Untuk itu, pihaknya akan menggunakan strategi penanganan di pulau Jawa untuk diterapkan di luar Jawa.

“Jadi bagaimana testing-nya ditingkatkan supaya cepat mengetahui siapa yang kena. Kalau ada yang kena kita tingkatkan juga tempat isolasi terpusatnya agar mereka bisa di isolasi dengan cepat, tidak menularkan ke keluarganya. Kita konversikan kamar-kamar rumah sakit menjadi kamar-kamar Covid agar kalau nanti masuk tempatnya cukup,” ujar Budi.

Selain itu, Budi juga memastikan ketersediaan obat untuk penanganan pasien Covid-19 di luar Jawa saat ini dapat terpenuhi. Menkes juga meminta untuk dibentuk satuan tugas oksigen yang bertugas memastikan ketersediaan oksigen di daerah.

“Kita pastikan dibentuk satgas oksigen seperti yang ada di Jawa sehingga teman-teman di provinsi di luar Jawa lebih siap mengidentifikasi kalau ada rumah sakit yang kekurangan oksigen dan penyalurannya seperti apa,” imbuhnya.

News

Menkes Tegaskan Vaksinasi Dosis Ketiga dengan Moderna Hanya untuk Tenaga Kesehatan

August 2, 2021

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemerintah hanya memberikan vaksinasi dosis ketiga menggunakan vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan. Dengan vaksin tersebut, para tenaga kesehatan diharapkan semakin terlindungi dalam menjalankan perannya sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Menkes saat memberikan keterangan pers selepas rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui konferensi video pada Senin, 2 Agustus 2021.

“Kami memastikan bahwa vaksinasi ketiga booster dengan vaksin Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita. Sudah didistribusikan ke seluruh provinsi dan saya mohon sekali agar itu segera disuntikkan ke seluruh tenaga kesehatan kita agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien-pasien yang masuk,” ujarnya.

Menkes menyadari bahwa banyak pihak yang ingin mendapatkan suntikan vaksin dosis ketiga. Namun, Menkes mengingatkan bahwa hingga saat ini masih terdapat 140 juta masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis pertama.

“Saya tahu banyak yang ingin mendapatkan booster ketiga, vaksin ketiga. Tolong berikan itu kepada tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pada pandemi ini dan tolong kita utamakan saudara-saudara kita 140 juta rakyat Indonesia belum mendapatkan akses terhadap vaksin,” jelas Menkes.

Menkes juga menuturkan pesan Presiden Joko Widodo yang mengarahkan agar vaksinasi diprioritaskan kepada daerah-daerah tertentu yang memiliki kasus konfirmasi dan angka kematian yang paling tinggi. Hal ini disebabkan oleh jumlah vaksin yang diterima oleh pemerintah masih terbatas pasokannya.

“Kenapa kita berikan ke beberapa kabupaten/kota lebih banyak? Karena memang kematiannya paling tinggi di sana, orang yang terkena paling tinggi di sana. Jadi mohon pengertiannya memang sampai di bulan Juni kita baru mendapat sekitar 22 persen dari total vaksin yang kita butuhkan,” jelas Menkes.

Terkait stok vaksin, pemerintah akan menerima lebih dari 300 juta dosis vaksin mulai bulan Agustus sampai Desember. Oleh karena itu, Menkes mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi yang telah disediakan demi kepentingan bersama.

“Saya percaya bangsa Indonesia itu sudah banyak sekali mengalami tekanan, mengalami kesulitan, mengalami kegagalan, tapi kita selalu bisa bangkit. Kita kembali melawan selama kita melakukan bersama-sama,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak, terutama di Pulau Jawa dan Bali, yang sudah bekerja keras menghadapi pandemi Covid-19, sehingga angka kasus aktif dapat menurun dalam seminggu terakhir.

“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pejabat publik, kepala daerah, TNI, Polri yang sudah bekerja keras untuk bisa menghadapi pandemi ini terutama di Jawa-Bali yang kemarin naik sangat-sangat tinggi,” ujar Budi.

News

Presiden Jokowi Ajak Seluruh Elemen Bangsa Ikhtiar Melawan Pandemi Covid-19

August 2, 2021

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi ujian yang sangat berat yaitu pandemi Covid-19. Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa untuk bergandengan tangan, merapatkan barisan, bahu-membahu melakukan ikhtiar lahir maupun batin bersama-sama menghadapi pandemi ini.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 1 Agustus 2021.

“Alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa berkumpul secara virtual, berzikir, dan memanjatkan doa dalam semangat kebersamaan dalam jalinan tali persaudaraan. Kita bersyukur kehadirat Allah Swt. atas nikmat dan anugerah kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Kita harus selalu ingat bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan berkat rahmat Allah Swt. Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini selain berkat rahmat dan anugerah Allah Swt., juga merupakan buah dari semangat persatuan dan kebersamaan seluruh anak bangsa Indonesia. Presiden meyakini semangat tersebut akan terus melekat dalam diri untuk bersama menghadapi tantangan saat ini.

“Saya percaya semangat kebersamaan dan gotong royong yang diwarisi oleh para pendiri bangsa akan selalu melekat dalam jiwa kita laksana api yang menyala-nyala terutama di saat bangsa dan negara kita menghadapi ujian dan tantangan,” lanjut Presiden.

Di samping itu, Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama berikhtiar menghadapi pandemi, salah satunya dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt. Menurutnya, doa merupakan kekuatan yang dahsyat untuk membangkitkan harapan dan optimisme.

“Malam ini para tokoh lintas agama berhimpun dalam kebersamaan, bersama-sama berzikir melantunkan doa, bersyukur pada Allah Swt. atas anugerah kemerdekaan bagi bangsa Indonesia, sekaligus memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang agar bangsa dan negara kita segera terbebas dari pandemi Covid dan memohon kepada-Nya agar kita semua mendapatkan cahaya terang untuk melanjutkan perjalanan menuju Indonesia Maju,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemuka agama atas upaya dan bantuan yang telah dilakukan guna mendukung penanganan pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai upaya, bantuan, dan juga dukungan dari alim ulama, dari para pemuka agama, dan para mubalig yang selalu mengajak umat untuk mematuhi protokol kesehatan, membantu percepatan vaksinasi, serta membimbing dan mendampingi umat melalui situasi yang sulit ini,” ujar Presiden.

Untuk diketahui, zikir dan doa kebangsaan secara virtual mengangkat tema “Bersyukur Atas Kemerdekaan, Berdoa dan Berikhtiar untuk Mewujudkan Indonesia Maju”. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam laporannya mengatakan, acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka bertujuan tidak hanya untuk mensyukuri kemerdekaan, tetapi juga menyempurnakan ikhtiar bangsa dalam melewati pandemi Covid-19.

“Dalam rangka mensyukuri kemerdekaan dan menjaga spirit serta menyempurnakan ikhtiar lahir bangsa kita dalam melewati masa-masa sulit di pandemi Covid-19 ini, sebagai umat beragama hendaknya kita semua melengkapinya dengan zikir dan doa kepada Allah Swt. Tuhan Yang Maha Bijaksana,” ujar Menteri Agama.

Acara zikir secara virtual dipimpin oleh Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Said Agil Husin Al Munawar dan doa dipimpin oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya didampingi oleh lima tokoh lintas agama secara virtual.

News

Market Domestik Diprediksi dalam Tren Positif, Efek Kebijakan China

August 2, 2021

Jakarta, 1 Agustus 2021 –Dalam jangka pendek tren positif pasar modal Indonesia dinilai akan terjaga dengan masuknya dana dari asing karena adanya risiko kebijakan pemerintah Tiongkok yang menekan kinerja beberapa korporasi besar di negara Tirai Bambu tersebut.

Pendiri Komunitas Saham Teman Trader Luqman El Hakiem mengatakan China regulatory risk tersebut bisa menjadi peluang jangka pendek bagi investor pasar modal di Indonesia. Pasalnya, pemerintah China memberlakukan aturan baru yang ketat terhadap perusahaan berbasis teknologi.

“Dan ini potensi buat saham saham yang diinvestasikan oleh China di Indonesia. Makanya jangan heran selama beberapa pekan terakhir banyak aliran dana asing masuk lagi ke saham-saham di Indonesia. Karena ada regulatory threat dari China dan gak main-main,” katanya dalam investment talk bertajuk Market Insight Menjelang HUT RI ke-76 yang dihelat secara daring oleh D’Origin Advisory, IGICO Advisory bersama Sahamology.

Luqman mencontohkan beberapa kebijakan pemerintah China yang berimplikasi buruk kepada perusahaan-perusahaan besar di negara tersebut seperti Alibaba, JD, GaoTu Tech Edu, Meituan, hingga Didi Kuaidi. Karena itu, perusahaan-perusahaan dengan bisnis sejenis atau yang terafiliasi di Indonesia bisa mendapatkan limpahan modal besar dari market China seperti JD.ID, Bukalapak hingga Ruangguru.

“Ini akan menjadi peluang di kita untuk berinvestasi. Semua yang terkait dengan Alibaba, Tencent, Softbank, you better buy karena mereka lagi suffer di China,” ujarnya optimistis,” ujarnya optimistis.

Dalam kesempatan yang sama, praktisi pasar modal dari Kurikulum Saham Alex Sukandar mengatakan hal tersebut menjadi sinyal bagi investor di Tanah Air untuk mengikuti konsep ‘follow the trend and follow the big money’.

Alex yang mengembangkan Enigma pembaca perilaku investor mengikuti kecenderungan dana besar yang masuk diiringi frekuensi transaksi yang tinggi. Hasilnya dia melihat ada beberapa sektor saham dengan frekuensi transaksi yang tinggi.

“Kalau tidak ada uang besar di saham tersebut ya memang tidak bergerak. Saya mengembangkan indikator money inflow dan outflow serta frequency behavior. Saya melacak sampai dua bulan ke belakang ada inflow di 3 sektor cyclic, infra dan tekno. Ada big money di situ maka transaksi tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama ekonom dari Ciptadana Sekuritas Nicko Yosafat menyinggung soal proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang direvisi lebih rendah akibat tekanan pandemi Covid-19. World Bank atau Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi global menjadi 5,6% secara year on year (yoy).

Adapun Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mengeluarkan proyeksi ekonomi sedikit lebih tinggi yaitu 6% yoy. Pertumbuhan ini direvisi karena melihat kecenderungan pemulihan ekonomi di berbagai negara, khususnya negara berkembang seperti Indonesia dalam menghadapi pandemi yang lebih berat dibandingkan dengan negara maju.

Hal itu lantas menurunkan estimasi pertumbuhan ekonomi global. Namun dia pun menyebut proyeksi tersebut bisa berubah bila vaksinasi dilakukan lebih gencar dan merata, dan penanganan penyebaran yang efektif. “Covid menjadi salah satu penentu perekonomian Indonesia, bahkan dunia. PPKM Darurat dan PPKM lainnya itu sudah terlihat ada beberapa penurunan cases meskipun dalam praktiknya beberapa data ada yang anomali,” ujarnya.

Dia mencontohkan, vaksinasi untuk mengejar kekebalan kelompok memacu pertumbuhan dan pergerakan ekonomi di Amerika Serikat dan Eropa. Di Amerika Serikat ekonomi tumbuh 6,5% salah satunya terdorong vaksinasi yang masif.

Terkait pertumbuhan di Amerika Serikat tersebut, sebagai buah atas penanganan pandemi yang baik, Luqman mengatakan pasar modal di Amerrika Serikat khususnya 86% dari emiten yang masuk dalam S&P 500 sudah merilis laporan keuangan dengan pendapatan atau kinerja perusahaan yang melampaui ekspektasi.

Karena itu, lanjut Luqman, untuk jangka panjang pasar Amerika Serikat bisa sebagai diversifikasi dan investor disarankan berinvestasi di emiten teknologi dan kesehatan, juga menahan untuk membeli saham commercial banking. Hal ini tak terlepas dari langkah The Fed yang menjaga bunga acuan mendekati nol. Hal itu pun membuat commercial banking asal luar hengkang dari Indonesia salah satunya Citibank.

“Karena kondisi rate ini membuat saham-saham commercial banking gak bisa gerak karena interest-nya semakin kecil. Ini yang membuat saham-saham teknologi itu jauh lebih punya power di environment interest rate near zero,” kata pria yang juga CEO dan Founder stratup Tetra X Change tersebut.

Menurutnya hingga 2023 suku bunga acuan tersebut dinilai akan terus dijaga rendah. Karena itu, Luqman menyarankan investor fokus pada saham dengan pertumbuhan yang terjaga on the growth stock. Selain itu, saham-saham di sektor kesehatan, consumer discretioneries, dan komunikasi pun dinilainya akan terjaga di kondisi uptrend.

Saham Syariah Diminati
Dalam kesempatan yang sama, Co-Founder Syariah Saham Ady Nugraha mengatakan saham syariah pun kini kian diminati. Hal itu tercermin dari investor Syariah yang terus tumbuh 664% dari 2016 hingga 2021. Dengan rata-rata pertumbuhan per tahun sekitar 65%.

Hal itu seiring pula pasar saham Syariah yang terus bergerak positif. Selama 2020 rasio pencatatan saham syariah mencapai 75% dari total listing.

“Jumlah saham syariah juga selalu meningkat jadi kemarin saham-saham yang IPO banyak yang masuk daftar efek syariah. Terakhir, yang paling fenomenal, yang paling menarik, unicorn Indonesia, yaitu Bukalapak ternyata disahkan sebagai emiten syariah. Ini patut berbangga hati juga karena akan mempengaruhi pasar syariah kita nanti, terutama di kapitalisasi pasar,” ujarnya. *)

News

Serahkan BPUM, Presiden Dorong Pelaku Usaha Mikro Tidak Putus Asa di Tengah Pandemi

July 30, 2021

Presiden Joko Widodo menyerahkan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 30 Juli 2021. Bantuan hibah sebesar Rp1,2 juta per orang tersebut diberikan sebagai bantuan untuk mendorong ekonomi masyarakat pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak langsung oleh pandemi Covid-19.

“Tahun 2021 yang akan dibagikan untuk Banpres Produktif ini adalah Rp15,3 triliun yang dibagikan kepada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi bukan hanya Bapak, Ibu semuanya, enggak. Ada 12,8 juta pelaku usaha mikro dan kecil yang ada di seluruh Tanah Air dan mulai dibagikan pada hari ini. Kita berharap ini bisa membantu mendorong ekonomi kita semuanya,” ujar Presiden.

Jumlah tersebut terdiri atas dua tahap di mana pemerintah telah menyalurkan BPUM tahap I sebesar Rp11,76 triliun bagi 9,8 juta pelaku usaha mikro. Adapun penyaluran BPUM tahap II akan disalurkan kepada 3 juta pelaku usaha mikro pada bulan Juli hingga sebelum bulan September 2021, dengan total anggaran sebesar Rp3,6 triliun.

Dalam arahannya, Presiden menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia telah memberikan dampak besar bagi aktivitas perekonomian di berbagai lapisan, mulai dari usaha mikro hingga besar. Kondisi serupa juga dialami tidak hanya oleh pengusaha di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Situasi penyebaran Covid-19 juga dinilai berkorelasi erat dengan aktivitas perekonomian masyarakat. Presiden mencontohkan, pada bulan Januari hingga Mei, situasi Covid-19 sudah mulai melandai sehingga aktivitas perekonomian juga turut bergairah. Akan tetapi, setelah itu tanpa diduga muncul varian baru dari virus korona, yakni varian delta yang mengguncang perekonomian global. Situasi tersebut membuat pemerintah mengambil keputusan yang sangat sulit dengan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Kita juga sama, begitu virus delta ini muncul juga langsung kasus positif naik secara drastis dan tidak ada jalan lain saat itu karena di Pulau Jawa dan Pulau Bali kita lihat semua titik semuanya merah, tidak ada yang kuning. Sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan yaitu dengan PPKM Darurat karena tidak ada cara yang lain selain itu karena melompat kasusnya. Alhamdulillah sekarang paling tidak bisa kita rem, meskipun turunnya pelan-pelan tapi bisa kita rem,” jelas Presiden.

Salah satu indikatornya, Presiden menyebut ia mengecek langsung tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, yang sudah menurun drastis. Kondisi serupa juga dialami oleh tempat-tempat lain di wilayah lain di Pulau Jawa.

“Saya tadi pagi juga sudah ngecek di Wisma Atlet misalnya yang dulu sudah hampir 90 persen, pagi tadi saya cek angka keterisian tempat tidur di angka 38 persen. Dulunya 90 persen, hampir penuh. Ini juga patut kita syukuri. Saya melihat angka-angka tadi di wilayah-wilayah di Pulau Jawa sudah mulai melandai turun pelan-pelan. Tetapi yang di luar Jawa gantian naik. Inilah memang varian delta ini penularannya sangat cepat,” paparnya.

Kepala Negara juga menjelaskan bahwa pemerintah selalu memperhatikan semua aspek dalam pengendalian Covid-19, di mana sisi kesehatannya ditangani dan di saat yang sama aktivitas perekonomian dibuka perlahan. Menurutnya, pemerintah tidak mengambil opsi penerapan kuncitara atau lockdown seperti di negara lain.

“Kemarin yang namanya PPKM Darurat itu kan namanya semi-lockdown. Itu masih semi saja, saya masuk ke kampung, saya masuk ke daerah, semuanya menjerit minta untuk dibuka. Saya kira Bapak, Ibu juga sama mengalami hal yang sama kan? Kalau lockdown kita bisa bayangkan dan itu belum juga bisa menjamin dengan lockdown itu permasalahan menjadi selesai,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Presiden mendorong para pelaku usaha untuk tetap bekerja keras dan tidak putus asa dengan situasi yang terjadi. Presiden juga mendorong agar para pelaku usaha tetap bertahan sekuat tenaga hingga vaksinasi yang secara gencar dilakukan pemerintah telah berhasil membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

“Bapak, Ibu semuanya harus bekerja lebih keras lagi dalam situasi seperti ini, bertahan dengan sekuat tenaga meskipun mungkin omzetnya turun sampai 75 persen, turun sampai separuhnya, ya tetap harus kita jalani karena ini kita masih berproses menuju pada vaksinasi 70 persen yang kita harapkan nanti akhir tahun ini bisa kita selesaikan insyaallah. Kalau sudah 70 persen ini paling tidak daya tular dari virus ini menjadi agak terhambat kalau sudah tercapai yang namanya kekebalan komunal atau herd immunity,” ujarnya.

Di penghujung arahannya, Presiden juga berpesan agar semua pihak terus menerapkan protokol kesehatan secara disiplin. Dengan demikian, penularan virus bisa dikendalikan dan pandemi diharapkan akan segera berakhir.

“Selamat bekerja keras dan kita semuanya berharap agar pandemi ini segera selesai. Jangan lupa terus memakai masker, habis kegiatan cuci tangan, jangan berkerumun, menjaga jarak. Ini penting sekali dalam rangka mencegah penularan lebih meningkat lagi,” tandasnya.

Untuk diketahui, selain dihadiri secara langsung oleh 20 pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka, acara tersebut juga dihadiri secara virtual oleh sekitar 100 pelaku usaha yang tersebar di Kota Medan, Kota Tasikmalaya, Kota Pasuruan, dan Kota Denpasar. Acara juga digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Turut hadir dalam acara penyerahan BPUM oleh Presiden yakni Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.