All Posts By

Gespy

News

Keren, Inovasi Mahasiswi Berdayakan Ekonomi Sabet Penghargaan Internasional

May 10, 2021

Jakarta, 10 Mei 2021 – Setiap tahun, angka penduduk usia kerja di Indonesia mengalami tren yang cenderung naik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Februari 2021, total penduduk usia kerja Indonesia mencapai 205,36 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19,10 juta orang atau 9,30% terdampak Covid-19.

Sementara jumlah masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan di Indonesia masih berada di angka 8,75 juta. Untuk menekan jumlah pengangguran, pemerintah terus menggenjot pertumbuhan UMKM. Sektor ini terbukti ampuh menyerap tenaga kerja hingga 97 persen.

“Hal ini yang menjadi dasar kami menggagas pembuatan platform sosio-edupreneur yang dinamakan SEPIA.ID. Tujuannya untuk membantu masyarakat berwirausaha,” ujar Nabila Putri Sahlan, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina Angkatan 2019. Tak sekedar platform online, Nabila dan 11 orang rekan timnya juga turun ke lapangan membimbing warga berwirausaha.

Platform ini, lanjut Nabila, memberikan webinar gratis untuk komunitas sosial. Kemudian, mereka memberikan pelatihan dan pengembangan inkubasi bisni untuk warga. Salah satu program yang mereka laksanakan adalah Pengolahan Sampah Menjadi Probiotik Cair. Program ini sudah sampai di tahap komersialisasi produk probiotik cairnya.

Keberhasilan program inovatif ini diganjar dengan penghargaan The Most Outstanding Project di ajang Istanbul Youth Summit 2021. Ajang internasional yang digelar pada tanggal 22 hingga 25 Maret 2021 di Turki, mengusung tema Public Leadership Through the Crisis. Diikuti oleh pemuda-pemudi dari berbagai negara seperti Turki, Malaysia, Bangladesh, Pakistan dan negara-negara Amerika Latin.

Dr. Farah Mulyasari, S.T., M.Sc., Plt. Dekan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang diraih Nabila. “Inovasi SEPIA.ID ini berpotensi membangun ekonomi kreatif di tengah kondisi pandemi. Apalagi di era disrupsi seperti sekarang, kita sudah tidak bisa lagi berpikir business as usual. Banyak hal-hal baru di luar sana yang perlu kita kembangkan,” ujar Farah.

Di Universitas Pertamina, mahasiswa dapat memupuk dan mengembangkan kewirausahaan melalui berbagai kegiatan baik yang bersifat ko-kurikuler maupun ekstrakurikuler. Di tahun ke-4 misalnya, mahasiswa akan memperoleh mata kuliah wajib bernama Capstone Design dengan proyek akhir berupa cetak biru (blueprint) inovasi di bidang keilmuannya masing-masing.

Bagi siswa siswi SMA berminat kuliah di kampus milik PT Pertamina (Persero) tersebut, saat ini tengah dibuka Seleksi Nilai Rapor untuk Tahun Akademik 2021/2022. Seleksi ini merupakan seleksi tanpa tes. Informasi lengkap pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran

Universitas Pertamina juga menyiapkan hingga 16 jenis beasiswa yang dibuka setiap semester. Informasi syarat dan ketentuan, tata cara dan periode pengajuan, serta jenis beasiswa dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/beasiswa/

News

Menilik Pendidikan Indonesia Satu Tahun Pandemi, Pahamify Gelar Simposium Pendidikan Nasional

May 10, 2021

Bogor, 10 Mei 2021 – Sebagai perusahaan teknologi pendidikan dan aplikasi belajar, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi pendidikan di Indonesia. Hal ini diwujudnyatakan melalui berbagai program dan kegiatan yang dicanangkan Pahamify, tak terkecuali saat adanya pandemi COVID-19. Kali ini dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2021, Pahamify menggelar simposium yang membahas kilas balik pendidikan di Indonesia selama masa pandemi bersama para pembicara yang ahli di bidangnya.

Simposium Pendidikan Nasional bertajuk ‘1 Tahun Pandemi, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?’ diselenggarakan secara virtual pada Sabtu (08/05) dan dibuka oleh Chief Executive Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri. Acara ini turut mengundang Koordinator Pembelajaran Pusmenjar Kemendikbud RI Dr. Susanti Sufyandi, M.Si., Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Usman Djabbar, S.Pd., dan Peneliti Pendidikan World Bank Indah Shafira, Ed.M sebagai pembicara. Meski dilaksanakan secara virtual, kegiatan ini tetap diikuti secara antusias oleh lebih dari 400 partisipan yang terdiri dari guru, siswa, orang tua siswa, serta masyarakat umum.

“Pandemi COVID-19 telah membawa perubahan terhadap pendidikan di Indonesia. Kondisi ini memaksa pelajar, guru, orang tua, dan seluruh stakeholder pendidikan untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang baru. Mencermati hal tersebut, Pahamify terus memaksimalkan fitur dan layanan yang kami miliki agar dapat membantu pelajar Indonesia secara optimal,” urai Fikri.

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) diterapkan di seluruh sekolah demi mengantisipasi penularan COVID-19. Koordinator Pembelajaran Pusmenjar Kemendikbud Dr. Susanti, M.Pd. mengatakan bahwa sejak awal pandemi emerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan berkaitan dengan kegiatan belajar dan mengajar di Indonesia. Kebijakan tersebut antara lain terkait pemberhentian Ujian Nasional dan dimulainya program Belajar dari Rumah; pedoman pelaksanaan pembelajaran dari rumah; aturan pembelajaran tatap muka; kurikulum pendidikan dalam kondisi khusus; pemberian kuota gratis; hingga persiapan pembukaan sekolah.

Sementara itu, Peneliti Pendidikan World Bank Indah Shafira, Ed.M. menyatakan bahwa dalam beberapa penelitian, PJJ menimbulkan learning loss. Saat sudah waktunya nanti, pembelajaran tatap muka diharapkan dapat segera terlaksana karena memegang peran penting untuk mengurangi dampak tersebut. Kendati demikian, Ketua KGBN Usman Djabbar, S.Pd. mengatakan para guru memiliki caranya masing-masing untuk menyesuaikan metode mengajar sehingga murid dapat tetap memahami materi pelajaran meski dengan keadaan belajar yang terbatas.

“Dukungan terhadap pendidikan di Indonesia bukan hanya tugas pemerintah dan guru saja, tetapi juga murid, orang tua, dan stakeholder lainnya termasuk Pahamify. Kami berharap dapat terus berperan untuk memberi nilai lebih bagi pendidikan di Indonesia,” tutup Fikri.

News

Presiden: Rencana Kerja Pemerintah 2022 Usung Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural

May 5, 2021

Rencana kerja pemerintah di tahun 2022 akan mengusung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Presiden Joko Widodo menekankan bahwa fondasi paling awal dari pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Di saat yang sama, percepatan belanja pemerintah, terutama berbagai bentuk bantuan sosial, padat karya, serta mendorong belanja masyarakat perlu terus dilakukan.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

“Demand side harus diperbesar, sisi permintan harus diperbesar. Kemarin saya sudah mengingatkan di akhir Maret 2021 di perbankan masih ada uang APBD provinsi, kabupaten, dan kota Rp182 triliun yang seharusnya itu segera dibelanjakan untuk memperbesar sisi permintaan atau konsumsi,” jelasnya.

Di samping itu, Presiden juga meminta jajarannya terus berupaya mendorong agar industri mulai bangkit sehingga para pekerja mulai bekerja, dan sisi permintaan domestik harus ditingkatkan. Tetapi semua itu harus dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, tanpa tawar-menawar.

Sementara itu, reformasi struktural secara besar-besaran juga sudah dimulai dengan penetapan Undang-Undang Cipta Kerja. Kepala Negara meminta agar semua kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus sinergis dalam melaksanakan dan memanfaatkan reformasi struktural ini.

“Harus kita rencanakan sejak sekarang bahwa nilai tambah di sektor industri harus ditingatkan, ketahanan pangan harus meningkat, dan pemulihan sektor pariwisata bisa berjalan baik,” imbuhnya.

Menurut Presiden, Indonesia juga harus mendapatkan manfaat dari perkembangan dunia yang mengarah ke ekonomi hijau (green economy). Sebagai salah satu paru-paru terbesar dunia, Indonesia juga harus bisa memperoleh manfaat besar dari hutan tropis dan hutan mangrove yang dimiliki.

“Oleh sebab itu, transformasi energi menuju energi baru dan terbarukan harus dimulai. Green economy, green technology, dan green product harus diperkuat agar kita bisa bersaing di pasar global,” tambahnya.

Terkait hal tersebut, pemerintah telah merencanakan untuk membuat green industrial park yang rencananya akan disiapkan di Kalimantan Utara dengan memanfaatkan hydropower. Pembangkit listrik tersebut akan menghasilkan energi hijau, baru terbarukan, yang akan disalurkan kepada kawasan indstri hijau sehingga muncul produk-produk hijau dari sana. Menurut Presiden, hal tersebut merupakan kekuatan bangsa Indonesia ke depan.

“Kita juga mempunyai kekuatan di blue economy. Indonesia adalah negara terkaya dalam hal biodiversitas di laut. Kita harus memanfaatkan secara bijak anugerah Tuhan ini, menyejahterakan rakyat, dengan tetap menjaga alam dan kerbelanjutan produksi. Sustainable blue economy menjadi agenda yang harus diprioritaskan di semua wilayah pantai yang kita miliki,” paparnya.

Di penghujung arahannya, Presiden menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia harus inklusif. Pertumbuhan ekonomi juga menjadi bagian penting bagi penyelesaian masalah-masalah tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

“Pertumbuhan ekonomi harus menjadi mesin bagi pemerataan pembangunan dan keadilan ekonomi baik antardaerah, antardesa, dengan kota. Pertumbuhan ekonomi harus meningkatkan kelas UMKM kita dan semakin mampu bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden di Istana Negara antara lain, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

News

Buka Musrenbangnas 2021, Presiden Dorong Perencanaan yang Adaptif dan Manfaatkan Iptek

May 5, 2021

Pandemi Covid-19 memberikan pelajaran yang luar biasa dalam perencanaan pembangunan nasional. Presiden Joko Widodo mengatakan, sebaik apapun perencanaan yang sudah dibuat, kita juga harus siap untuk melakukan perubahan secara cepat untuk menyesuaikan dengan tantangan dan peluang-peluang.

“Yang tidak berubah adalah tujuan utamanya, yaitu untuk menyejahterakan rakyat, untuk memajukan bangsa. Tetapi, caranya sering kali harus berubah karena tantangan dan peluangnya setiap saat juga bisa berubah-ubah,” kata Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada peresmian pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

Kedua, sinergi kekuatan bangsa untuk memecahkan masalah yang dihadapi baik masalah kesehatan maupun masalah perekonomian sangat diperlukan. Sejumlah upaya seperti disiplin protokol kesehatan, 3T (testing, tracing, treatment), dan program vaksinasi massal membutuhkan dukungan dari semua komponen bangsa.

“Butuh keaktifan dari seluruh jajaran pemerintahan dari pusat sampai daerah. Demikian pula produktivitas dari kalangan industri yang kecil sampai besar untuk memproduksi alat-alat kesehatan dan obat. Juga dukungan dari negara lain sangat diperlukan,” jelasnya.

Ketiga, penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir ini semakin tidak bisa dihindarkan. Menurut Presiden, ketika pelayanan pemerintahan, pendidikan, dan bisnis ritel tidak bisa secara luring, kita harus berubah cepat menggunakan instrumen daring.

“Ketika kita butuh data yang cepat, akurat, terintegrasi yang kita butuhkan adalah teknologi digital. Ketika kita butuh obat, vaksin, alat-alat kesehatan, yang kita butuhkan untuk cepatnya adalah kita butuh teknologi,” imbuhnya.

Dalam menghadapi kompetisi dunia yang semakin ketat, maka kecepatan, ketepatan, dan efisiensi adalah fondasi penting untuk bisa bersaing. Oleh karena itu, Kepala Negara memandang bahwa para perencana harus mempertimbangkan betul-betul perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

“Kita juga harus menjadi bagian dari produsen teknologi itu sendiri. Kita harus memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi,” tambahnya.

Dalam perkembangan teknologi yang sangat cepat, apalagi akan dimulainya konektivitas digital 5G, Kepala Negara mewanti-wanti agar bangsa Indonesia tidak hanya menjadi pengguna.

“Kita jangan hanya menjadi smart digital users, tetapi kita harus mampu mencetak smart digital specialist, mencetak para teknolog yang handal, mampu bersaing, kompetitif, dan harus mengembangkan smart digitalpreneur yang mengembangkan kewirausahaan dan membuka lapangan kerja di dalam negeri,” paparnya.

Saat ini, hampir semua perusahaan adalah perusahaan teknologi di mana nilai tambah (value added) diciptakan. Kecanggihan inovasi dan teknologi menjadi sangat dibutuhkan di berbagai sektor. Di sektor keuangan misalnya, sudah marak bermunculan yang namanya teknologi finansial (fintech) yang mampu mengoperasikan bisnisnya dengan sangat efisien. Industri keuangan sudah mulai bergeser menjadi perusahaan yang mengandalkan teknologi dan inovasi.

Selain itu, teknologi di dunia kesehatan juga perlu untuk diantisipasi karena health tech akan semakin berkembang dengan pesat. Menurut Presiden, hal tersebut lebih dari sekadar pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh, tapi juga pemanfaatan artificial intelligence (AI) untuk diagnosis, pelaksanaan pengobatan, precision medicine, hingga tindakan operasi jarak jauh.

Di bidang pendidikan, pandemi Covid-19 juga mengakselerasi penggunaan teknologi pendidikan (edutech). Pembelajaran jarak jauh menjadi sebuah kebutuhan sekaligus keniscayaan. Layanan pendidikan berbasis daring muncul di mana-mana. Akses pembelajaran dapat diperoleh dari berbagai sumber. Peran guru dan sekolah lebih sebagai fasilitator pendidikan untuk memfasilitasi merdeka belajar dari anak didiknya.

“Inilah perkembangan-perkembangan cepat yang perencanaan harus mengantisipasi semua itu. Harus responsif terhadap disrupsi yang membuat dunia berubah sangat cepat. Harus responsif terhadap tantangan dan peluang yang muncul secara cepat, yang sering tidak kita duga. Harus responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.

“Belanja teknologi harus diperlakukan sebagai belanja investasi. Kita garis bawahi ini. Harus jelas manfaatnya, terutama manfaat bagi masyarakat dan negara, tetapi juga harus dihitung efisiensinya. Harus dihitung kontribusinya untuk pengembangan teknologi di dalam negeri, harus dihitung return of investment-nya sehingga bisa berkelanjutan terus,” tandasnya.

News

Presiden: Jangan Lengah dan Berpuas Diri, Tetap Disiplin Jalankan Protokol Kesehatan

May 3, 2021

Ancaman penularan dan penyebaran pandemi Covid-19 masih ada di negara kita. Oleh karena itu, dalam pernyataan terbaru yang disampaikan pada Minggu, 2 Mei 2021, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kewaspadaan dalam rangka kesiapsiagaan dalam menghadapi risiko tersebut.

“Kita harus tetap benar-benar waspada, tetap tidak boleh lengah, tidak boleh menyepelekan yang namanya Covid-19,” ujarnya.

Beberapa waktu belakangan, kurva kasus Covid-19 di Tanah Air memang melandai sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang disertai dengan kebijakan vaksinasi massal. Tercatat saat ini jumlah kasus aktif di Indonesia semakin menurun di angka 100 ribuan. Tren kesembuhan pasien Covid-19 juga diketahui semakin meningkat dengan penurunan kasus harian.

Namun, di tengah perkembangan positif tersebut, Kepala Negara mengingatkan agar seluruh pihak tak lekas berpuas diri dan bereuforia. Perkembangan positif dari upaya penanganan pandemi beberapa waktu terakhir tersebut bukan berarti situasi pandemi telah terkendali sepenuhnya.

“Jangan merasa sudah aman. Belum! Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan dan sangat bergantung dengan kedisiplinan kita, kita semua, dalam menjalankan protokol kesehatan,” kata Presiden.

Seluruh pihak baik yang berada di zona merah, oranye, kuning, hijau, telah divaksin, maupun yang belum menerima suntikan dosis vaksin tetap harus berdisiplin dalam menjalankan protokol kesehatan baik itu mengenakan masker, menjaga jarak, dan rutin mencuci tangan.

Di samping itu, perkembangan positif dari penanganan pandemi Covid-19 tampak berimbas pada mulai bergeraknya aktivitas perekonomian di daerah. Momentum pemulihan ini, kata Presiden, merupakan hal yang harus dijaga dan dipertahankan bersama-sama dengan cara meningkatkan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan.

“Saya minta kepada gubernur, bupati, hingga wali kota terus mengingatkan masyarakat untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan dan bersinergi dengan pemerintah pusat, dengan melarang mudik warganya pada Lebaran tahun ini,” imbuhnya.

Mengakhiri pernyataan, Kepala Negara kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas nomor satu pemerintah. Oleh karena itu, ketaatan terhadap protokol kesehatan yang disertai dengan kewaspadaan terhadap risiko penyebaran Covid-19 harus tetap terjaga.

“Bersama-sama insyaallah kita mampu mengatasi ujian dan cobaan yang berat ini,” tandasnya.

News

Pahamify Hadirkan Rangkaian Kegiatan Sambut Hari Pendidikan Nasional 2021

April 30, 2021

Bogor, 30 April 2021 – Hari pendidikan nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei merupakan bentuk penghormatan kepada Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Peringatan Hardiknas biasanya dilakukan melalui upacara yang diselenggarakan pada tingkat Kementerian hingga Sekolah Dasar dan Menengah. Sebagai platform pembelajaran digital, PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) turut memeriahkan perayaan Hardiknas 2021 melalui rangkaian kegiatan yang dibalut dalam tema besar bertajuk “Pendidikan Terus Berjalan”.

Selain meramaikan Hardiknas 2021, program #PendidikanTerusBerjalan juga menjadi bentuk apresiasi bagi siswa, orang tua, dan guru yang telah berperan dalam pendidikan di Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain TikTok Challenge dan Meme Challenge di Instagram dan Twitter hingga 2 Mei 2021, Webinar Parenting melalui IG Live pada 7 Mei 2021, dan puncaknya adalah Simposium Pendidikan Nasional yang akan dilaksanakan secara virtual pada 8 Mei 2021.

Chief Education Officer (CEO) Pahamify Syarif Rousyan Fikri mengatakan, “Kendati pandemi COVID-19 membatasi berbagai aktivitas, kegiatan belajar dan mengajar tetap dapat dilakukan secara virtual sehingga #PendidikanTerusBerjalan. Selaras dengan tema besar peringatan Hardiknas 2021 dari pemerintah ‘Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar’, melalui rangkaian acara ini Pahamify ikut memperkuat semangat untuk bergerak bagi pendidikan di Indonesia.”

Simposium Pendidikan Nasional pada 8 Mei 2021 akan menghadirkan narasumber yang berperan langsung dalam dunia pendidikan, yakni Koordinator Pembelajaran Pusmenjar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Dr. Susanti Sufyadi, M.Si., Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Pusat Usman Djabbar S.Pd., dan Research Analyst World Bank Indah Shafira, Ed.M. Mengangkat tema “1 Tahun Pandemi, Apa Kabar Pendidikan Indonesia?”, simposium akan dilaksanakan secara virtual melalui zoom yang juga dapat dilihat di Youtube dan aplikasi Pahamify secara gratis pukul 09.00 – 12.00 WIB. Peserta yang hadir memiliki kesempatan untuk mendapatkan akses gratis aplikasi Pahamify. Sementara khusus untuk guru akan diberikan Sertifikat 5 JP, dengan syarat harus mendaftar terlebih dahulu.

Sementara itu, IG Live Parenting yang mengangkat tema “Menciptakan Situasi Belajar yang Kondusif di Rumah” akan mengundang Praktisi Parenting Education Iim Fachima sebagai pembicara. Disiarkan langsung melalui IG @Pahamify pada 7 Mei 2021 pukul 16.00 WIB, acara ini bertujuan untuk berbagi pengalaman dengan orang tua seputar pendidikan di rumah. Menariknya, peserta yang beruntung akan mendapatkan voucher belanja dan akses gratis aplikasi Pahamify (bagi orang tua yang memiliki anak SMA).

Bukan hanya guru dan orang tua, siswa-siswi SMA juga memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah dari Pahamify. Caranya adalah dengan mengikuti TikTok Challenge dan Meme Challenge yang berlangsung hingga 2 Mei mendatang. Tema lomba masih seputar pendidikan, yakni Keseruan Sekolah Offline dan Belajar Jarak Jauh. Peserta dapat mengirimkan karya kreatifnya melalui TikTok, Instagram, dan Twitter dengan mention @Pahamify. Tentunya, kegiatan ini tidak dipungut biaya.

“Ki Hajar Dewantara telah berjuang untuk memberikan kita akses terhadap pendidikan. Kini saatnya kita berperan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik. Rangkaian kegiatan #PendidikanTerusBerjalan dalam rangka memperingati Hardiknas 2021 diharapkan dapat turut memberikan nilai tambah bagi pendidikan di Indonesia,” tutup Fikri.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait rangkaian kegiatan #PendidikanTerusBerjalan dapat mengunjungi tautan berikut https://pahamify.com/blog/festival-hari-pendidikan-nasional-pahamify/.

News

Sinergi BEI dan MES Luncurkan Indeks IDX-MES BUMN 17

April 30, 2021

Jakarta – Bekerjasama dengan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks baru yang dinamakan IDX-MES BUMN 17 pada Kamis (29/04). Indeks ini mengukur kinerja harga dari 17 saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan afiliasinya yang dinilai menjalankan usahanya sesuai dengan prinsip syariah yang memiliki likuiditas baik, kapitalisasi pasar besar, serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Jumlah indeks saham bertema syariah yang masih terbatas juga menjadi salah satu latar belakang untuk menambah pilihan indeks syariah baru. Saat ini baru terdapat 3 indeks syariah, yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), Jakarta Islamic Index 70 (JII70), dan Jakarta Islamic Index (JII).

Pasar Modal Syariah dalam satu dekade terakhir mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan. Jumlah saham syariah meningkat secara pesat 84 persen, lebih tinggi dari peningkatan total jumlah saham tercatat sebesar 65 persen. Peningkatan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian sebesar 8,16 persen per tahun, yaitu dari Rp2,41 triliun per hari pada tahun 2011 menjadi Rp8,54 triliun per hari pada Maret 2021.

Di sisi lain, BEI juga mencatat saham-saham BUMN dan afiliasinya merupakan penggerak Pasar Modal Indonesia. Sejumlah 34 Perusahaan Tercatat BUMN dan afiliasinya memiliki porsi kapitalisasi pasar sebesar 24 persen dari total kapitalisasi pasar BEI. Selain itu, pada tahun 2020 nilai transaksi saham BUMN tersebut juga memiliki porsi 37 persen dari total nilai transaksi di BEI. Oleh karena itu, melanjutkan sinergi yang telah terbentuk untuk pengembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia, BEI dan MES pada kesempatan ini bekerjasama menerbitkan Indeks IDX-MES BUMN 17.

BEI dan MES berharap peluncuran indeks ini dapat menjadi salah satu indikator peranan pemerintah dalam pengembangan ekonomi syariah dan dapat mengakomodasi ketertarikan investor Pasar Modal Indonesia untuk berinvestasi pada saham syariah dan BUMN. Selain itu, Indeks IDX-MES BUMN 17 juga dapat menjadi tolak ukur baru bagi investor untuk berinvestasi saham-saham syariah.

Konstituen Indeks IDX-MES BUMN 17 dipilih dari saham-saham syariah yang masuk ke dalam ISSI dan merupakan saham Perusahaan Tercatat BUMN dan afiliasinya. Selanjutnya, penentuan 17 saham konstituen Indeks IDX-MES BUMN 17 dipilih berdasarkan likuiditas transaksi di Pasar Reguler terbaik, kapitalisasi pasar terbesar, dan juga mempertimbangkan kinerja keuangan, serta tingkat kepatuhan yang baik.

Penghitungan Indeks IDX-MES BUMN 17 menggunakan metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan menerapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 20 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks ini telah dihitung sejak hari dasarnya pada 30 Desember 2015 dengan nilai awal 100.

Evaluasi berkala atas Indeks IDX-MES BUMN 17 terdiri dari Evaluasi Mayor dan Evaluasi Minor. Evaluasi Mayor yang bertujuan untuk melakukan pemilihan dan pembobotan ulang atas konstituen indeks, akan dilakukan pada akhir Mei dan November. Sedangkan Evaluasi Minor yang bertujuan untuk memperbarui faktor free float serta melakukan pembatasan ulang atas bobot saham, akan dilakukan pada akhir Februari dan Agustus. Hasil evaluasi indeks akan berlaku efektif di Hari Bursa pertama pada bulan berikutnya.

Pada masa mendatang, Indeks IDX-MES BUMN 17 dapat dijadikan acuan bagi penciptaan produk investasi berbasis indeks syariah, seperti reksa dana indeks syariah maupun Exchange Traded Fund (ETF) atas indeks syariah, sehingga investor syariah dapat lebih mudah berinvestasi pada saham-saham BUMN syariah terpilih. Penerbitan indeks ini diharapkan dapat berkontribusi bagi perkembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia.

News

Presiden Akan Silaturahmi dengan Keluarga Korban KRI Nanggala 402, Panen Padi, hingga Tinjau Lokasi Terdampak Gempa

April 29, 2021

Presiden Joko Widodo diagendakan untuk melakukan sejumlah agenda dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur pada Kamis, 29 April 2021. Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden beserta rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 07.10 WIB.

Setibanya di Pangkalan TNI AL Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Presiden akan langsung menuju Hanggar Lanudal Juanda untuk bersilaturahmi dengan perwakilan keluarga korban KRI Nanggala 402. Seperti diketahui, 53 awak gugur saat bertugas di kapal selam KRI Nanggala 402 yang hilang kontak di perairan utara Pulau Bali pada Rabu, 21 April 2021.

Presiden kemudian akan lepas landas menuju Pangkalan TNI AU Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang. Rencananya, Presiden akan melakukan peninjauan proses tanam dan panen padi di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Presiden juga akan berdialog dengan perwakilan petani setempat.

Setelah itu, Presiden akan menuju lokasi terdampak gempa yang terletak di Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Di lokasi tersebut, Kepala Negara akan meninjau tenda trauma healing, dapur umum, hingga tenda pengungsi.

Pada sore harinya, Presiden dan rombongan akan kembali ke Pangkalan TNI AU Abdul Rachman Saleh untuk kemudian lepas landas ke Jakarta.

Turut serta dalam penerbangan menuju Provinsi Jawa Timur antara lain, Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Agus Subiyanto, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

News

Presiden: Segera Belanjakan APBD untuk Gerakkan Ekonomi Daerah

April 29, 2021

Sejumlah parameter pemulihan ekonomi menunjukkan hasil menggembirakan. Dengan kondisi tersebut, Presiden optimistis bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2021 sebesar 4,5 hingga 5,5 persen dapat tercapai.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan arahan secara virtual kepada seluruh kepala daerah se-Indonesia pada Rabu, 28 April 2021.

“Kenapa kita optimistis? Karena sudah kelihatan sekarang pabrik, industri, atau manufaktur sudah bergerak. Itu tercermin di dalam yang namanya purchasing manager index yang pada sebelum pandemi itu berada di angka 51 sekarang justru berada di atas kenormalan sebelum pandemi, yaitu di angka 53,2,” kata Presiden di Istana Negara, Jakarta.

Hal serupa diperoleh dari tingkat konsumsi listrik baik industri, rumah tangga, maupun pemerintahan, juga kenaikan terhadap impor barang modal yang diperlukan untuk menggerakkan sektor industri hingga sebesar 33,7 persen setelah sebelumnya mencatat nilai negatif.

Demikian pula dengan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen dari sebelumnya 84,9 yang kini telah berada di angka 93 serta Indeks Penjualan Ritel yang juga meningkat di bulan Maret ini.

“Artinya ada demand di situ, ada permintaan di situ, ada belanja di situ, ada konsumsi. Kelihatan di Indeks Penjualan Ritel,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menjaga momentum positif tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepala daerah untuk menyegerakan belanja APBD, khususnya belanja modal. Kepala Negara mencermati bahwa per akhir Maret lalu, belanja modal baru terealisasi sebesar 5,3 persen. Padahal, perputaran uang yang dihasilkan melalui belanja modal tersebut akan sangat menentukan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi transfer dari pusat ke daerah itu tidak dibelanjakan, tapi ditaruh di bank. Ini yang menyebabkan nanti mengerem laju pertumbuhan ekonomi. Akhir Maret saya lihat di perbankan daerah ada Rp182 triliun. Tidak segera dibelanjakan,” ucapnya.

Selain itu, bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi ini juga harus segera disalurkan. Konsumsi masyarakat melalui sejumlah bantuan tersebut, selain dapat membantu masyarakat, nantinya juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Yang saya lihat per April kemarin yang sudah tersalurkan baru 32 persen. Masih kecil sekali, baru Rp1,5 triliun. Angka-angka seperti ini selalu saya ikuti sehingga sore hari ini saya ingatkan kembali karena itu penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional,” kata Presiden.

News

Partisipasi Perempuan Tangguh Meningkat di Pasar Keuangan Digital

April 28, 2021

Jakarta, 28 April 2021 – Partisipasi perempuan di pasar keuangan terus mengalami peningkatan, pendidikan menjadi salah satu kunci pemahaman literasi dan pemanfaat teknologi agar perempuan menjadi tangguh di era digital.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti dalam webinar yang digelar IGICO Advisory dan D’ORIGIN Financial & Business Advisory dalam rangka peringatan Hari Kartini, bertema “Perempuan Tangguh di Era Digital.”

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut yakni Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh K. Harmanda, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn, dan CEO MNC Sekuritas Susy Meilina.

Dalam pidato kuncinya, Destry mengatakan di era Kartini modern saat ini banyak tokoh perempuan Indonesia sudah menduduki posisi penting dan strategis. “Kabar gembira dari hasil Laporan Tahunan Grant Thornton tahun ini yang menunjukkan Indonesia berada pada peringkat ke-7 sebagai negara dengan posisi manajemen senior perempuan paling banyak secara global.

Laporan tersebut, lanjut Destry, juga menunjukkan populasi perempuan sebagai chief financial officer (CFO) di Indonesia mencapai 56% pada tahun ini naik dari tahun lalu sebesar 48%. “Pencapaian ini tentunya tidak lepas dari perjuangan Ibu Kartini agar perempuan diberikan kesempatan menempuh pendidikan dan mencapai kesetaraan dengan laki-laki,” tegasnya.

Di sisi investasi, Destry menjelaskan, perempuan memiliki peranan yang penting, di mana partisipasi kaum perempuan di pasar keuangan mengalami kenaikan khususnya melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN).

Sesuai data Kementerian Keuangan, kontribusi perempuan pada ORI terus meningkat. Pada penjualan ORI017 sebagian besar yakni 55,87% dari total investor adalah perempuan. Persentase tersebut meningkat jadi 57,82% pada ORI18.

Data terbaru dalam penerbitan Sukuk Ritel SR 014 juga didominasi oleh perempuan dimana 58,25% investornya adalah perempuan. Sementara itu, Data KSEI per Maret 2021 menunjukkan investor perempuan di pasar modal sebesar 38,63% (Rp 206,15 triliun) masih di bawah laki-laki sebesar 61,37%.

“Pemanfaatan teknologi oleh perempuan masih dapat terus dioptimalkan dan memiliki ruang tumbuh yang masih besar. Sebagaimana tercermin pada Data International Finance Corporation dan USAID yang menyebutkan bahwa 47% Indonesia aktif berinternet, tetapi cenderung belum untuk hal-hal yang produktif,” ungkap Destry.

Dia menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dapat terus ditingkatkan kepada para pelaku UMKM yang diketahui dimiliki 53,76% oleh perempuan dan jumlah karyawan perempuan mencapai 97%.

“Pendidikan menjadi salah satu kunci pemahaman literasi dan pemanfaat teknologi digital. Dalam hal ini, perempuan Indonesia memiliki modal yang cukup baik, sebagaimana ditunjukkan oleh data partisipasi perempuan Indonesia untuk pendidikan di setiap jenjang relatif berimbang,” paparnya.

Survei Financial Inclusion Insights (FII) tahun 2018, menunjukkan bahwa kepemilikan rekening oleh perempuan sebanyak 55,6% dan ini menunjukkan adanya inklusi keuangan digital yang setara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Aspakrindo Teguh K. Harmanda mengatakan jumlah investor perempuan di aset kripto di Indonesia saat ini sudah mencapai 20% dan banyak wanita yang telah memainkan peran utama serta sudah fasih tentang perdagangan kripto.

“Kesetaraan gender adalah perempuan dan pria tumbuh bersama. Bukan berkompetisi. Perempuan adalah faktor penopang ekonomi Indonesia selama masa pandemi, karena 50% transaksi terbanyak di masa pandemi adalah kebutuhan rumah tangga,” ujar Teguh.

Menurut Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, perempuan memiliki kontribusi yang besar dalam ekonomi nasional dan kesetaraan gender menjadi satu dari sembilan tujuan prioritas Sustainable Development Goals (SDGs) di BCA.

“Saat ini 56,7% kepala cabang di BCA diisi oleh perempuan. Kita juga lihat kesempatan perempuan mendapatkan promosi sebesar 64,1% dan sekitar 47,7% perempuan menempati posisi middle up di BCA,” ujarnya.

Di lain sisi, CEO MNC Sekuritas Susy Meilina menambahkan perempuan Indonesia diharapkan untuk terus belajar, terutama terkait perkembangan digital. “Juga kita terus memampukan diri agar dapat memberdayakan orang-orang di sekitar guna berkontribusi bagi Indonesia,” tutup Susy.