Browsing Tag

Pegadaian

News

Tanggap Darurat Covid-19, Pegadaian Bantu Ambulans dan Peralatan Medis

April 7, 2020

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) terus aktif membantu upaya penanggulangan pandemi Covid-19 dengan menyerahkan ambulans yang telah dimodifikasi dan peralatan medis ke PMI DKI Jakarta.

Bantuan ambulans dan peralatan medis tersebut telah diserahkan Pegadaian ke PMI DKI Jakarta di kantor pusat Pegadaian, Selasa (07/04/2020).  

Kepala Divisi KBL PT Pegadaian (Persero) Hertin Maulida mengatakan, modifikasi satu unit ambulans PMI DKI Jakarta merupakan tindak lanjut untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi tim paramedis di lapangan. 

“Kami senantiasa terus mencari informasi terkait kebutuhan-kebutuhan apa saja yang dibutuhkan oleh tim paramedis yang bertugas di lapangan. Kami melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, salah satunya PMI. Setelah mendengarkan keluhan yang dihadapi tim lapangan, kami memutuskan untuk memberikan bantuan berupa modifikasi satu unit ambulans PMI agar dapat digunakan secara efektif dan efisien terutama dalam menangani pasien yang dinyatakan positif Covid-19,” jelasnya saat menyerahkan bantuan.

Bantuan tersebut diterima oleh Irwan Dwiyana Makdoerah selaku Bendahara Pengurus Provinsi PMI DKI Jakarta. Pada kesempatan tersebut Irwan menyampaikan kondisi mendesaknya kebutuhan akan unit ambulans khusus yang dapat digunakan oleh tim paramedis lapangan. Irwan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Pegadaian (Persero) yang telah mendengarkan aspirasi dan keluhan tim paramedis lapangan.

“Kami menerima bantuan berupa satu unit ambulans dari PT Pegadaian (Persero). Akibat penyebaran virus Covid-19, kami kemudian mengusulkan agar ambulans tersebut dimodifikasi sesuai kebutuhan tim paramedis lapangan,” ungkap Irwan Dwiyana Makdoerah.

Selain modifikasi satu unit ambulans khusus, PT Pegadaian (Persero) juga memberikan bantuan dalam bentuk peralatan medis berupa 200 baju hazmat, 200 sepatu boots, 100 kacamata Gogel, 100 sarung tangan, 10 Thermal Gun, 50 baju seragam PMI. Bantuan ini selanjutnya akan didistribusikan oleh PMI DKI Jakarta kepada tim paramedis lapangan yang membutuhkan.

Penyerahan bantuan ini merupakan bukti tanggung jawab sosial perusahaan atas kondisi pandemi Covid-19, yang menunjukkan bahwa BUMN selalu Hadir untuk Negeri. Selain melalui produk dan layanan, Pegadaian sebagai salah satu BUMN terus memberikan solusi bagi masyarakat.

News

Cegah COVID 19, Pegadaian Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Lingkungan Kantor

March 17, 2020

Selasa, 17 Maret 2020 – PT Pegadaian (Persero) melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh ruangan di kantor Pusat Pegadaian Jakarta, untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R. Swasono Amoeng Widodo mengatakan penyemprotan disinfektan ini dilakukan sebagai bentuk upaya Pegadaian memberikan perlindungan terhadap kesehatan dan keselamatan para pekerja serta nasabah perseroan.

“Penyemprotan ini sebagai langkah kewaspadaan dan usaha meningkatkan kebersihan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19) yang ada di lingkungan kerja Pegadaian. Harapannya karyawan yang menjalankan aktivitas dalam memberikan pelayanan kepada nasabah tetap berjalan dengan lancar,” kata Amoeng di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Selasa (17/03/2020).

Amoeng menjelaskan pencegahan penyebaran Covid-19 tidak hanya dilakukan di setiap bagian ruangan Kantor Pegadaian, tetapi juga di unit-unit yang memberikan pelayanan kepada nasabah perseroan.

Selain itu, Pegadaian juga menyiapkan upaya lainnya dalam mencegah penularan Covid-19, yakni menyediakan hand sanitizer di setiap ruang kerja dan mengajak pegawai untuk selalu menjaga kesehatan dan meningkatkan kebersihan lingkungan di sekitarnya.

“Dengan penyemprotan desinfektan ini diharapkan dapat mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Pegadaian, sehingga layanan kami dapat berjalan dengan lancar dan nasabah terlayani dengan baik,” ujarnya

Sementara itu bagi nasabah yang ingin melakukan transaksi ke Pegadaian tapi enggan keluar rumah karena merasa khawatir terkena paparan Covid-19, nasabah dapat memanfaatkan layanan berbasis digital yaitu Pegadaian Digital (PDS).

PDS merupakan layanan digital dari Pegadaian dalam bentuk aplikasi yang berbasis web dan mobile. PDS akan melayani nasabah dan calon nasabah yang ingin mendapatkan informasi terkait produk dan layanan Pegadaian.

Melalui PDS, nasabah Pegadaian dapat membuka tabungan emas, membayar angsuran, melakukan top-up tabungan emas. Aplikasi ini juga melayani bagi masyarakat yang ingin bergabung menjadi agen Pegadaian. Dengan dukungan digitalisasi tersebut, Pegadaian berharap nasabah mendapatkan pelayanan yang setara dengan yang diberikan di outlet Pegadaian konvensional.

News

Harga Emas Meroket, Nasabah Tabungan Emas Pegadaian Capai 4,8 Juta

March 6, 2020

Jakarta – Perusahaan gadai milik negara, PT Pegadaian (Persero) mencatatkan peningkatan jumlah nasabah Tabungan Emas menjadi 4,8 juta pada Januari 2020, seiring tren meròketnya harga emas dunia yang mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi di logam mulia tersebut.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan minat masyarakat untuk berinvestasi emas dengan membuka produk Tabungan Emas di Pegadaian trennya terus meningkat.  Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah nasabah Tabungan Emas yang tinggi sepanjang tahun lalu hingga awal tahun 2020 ini.

“Tabungan Emas ini menjadi salah satu produk yang menorehkan kinerja cukup pesat pada tahun lalu. Jumlah nasabah Tabungan Emas melonjak tinggi pada 2019 dan ini berkontribusi pada peningkatan jumlah nasabah perseroan dan mendukung kinerja positif kami,” kata Kuswiyoto, Kamis (5/03/2020).

Hingga akhir 2019 lalu, Pegadaian membukukan jumlah nasabah produk Tabungan Emas sebanyak 4,6 juta nasabah, melonjak tajam 170% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 1,8 juta nasabah. Per Januari 2020, jumlah nasabah Tabungan Emas Pegadaian naik menjadi 4,8 juta nasabah.

Berdasarkan volume, produk Tabungan Emas Pegadaian sepanjang 2019 mencapai 3,99 ton, tumbuh 108% atau naik lebih dari 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 1,91 ton. Selain itu ada sebagian nasabah yang menjual kembali emas yang dititipkan, sehingga jumlah titipan Tabungan Emas di Pegadaian per Januari 2020 sebesar 4.4 ton. 

Pertumbuhan yang pesat produk Tabungan Emas tersebut menyumbang peningkatan jumlah nasabah Pegadaian, naik 30,3% menjadi 13,86 juta nasabah dari posisi 2018 sebanyak 10,64 juta nasabah.

Kuswiyoto mengungkapkan lonjakan jumlah nasabah Tabungan Emas Pegadaian seiring dengan masyarakat yang makin  melek investasi pada komoditas yang likuid seperti emas.

 “Harga emas terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara untuk memiliki emas di Pegadaian saat ini, menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat. Apalagi produk Tabungan Emas sudah bisa dimiliki hanya dengan membeli 0,01 gram emas“.

Disamping itu Kuswiyoto juga menambahkan bahwa investasi emas ini berbasis riil fisik emas dan mempunyai risiko fluktuasi harga emas. 

“Transaksi emas di Pegadaian di backup oleh riil fisik emas bahkan sesuai dengan ketentuan OJK kami boleh menawarkan Tabungan Emas apabila sudah tersedia fisik emas. Dari sisi risiko, investasi emas juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga, dan dalam jangka panjang harga emas akan terus meningkat, “ papar Kuswiyoto. 

Pada tahun ini Pegadaian menargetkan peningkatan jumlah nasabah Tabungan Emas minimal sebanyak 1,8 juta nasabah. Penambahan jumlah nasabah tersebut optimistis dapat dicapai oleh perseroan mengingat sejumlah keunggulan yang dimiliki produk Tabungan Emas.

Beberapa keunggulan yang dimiliki produk Tabungan Emas Pegadaian yakni pembelian dengan harganya terjangkau, transaski sangat mudah dan aman.

Walaupun uang pas-pasan, masyarakat bisa menyisihkan sebagian dana cadangan untuk berinvestasi emas. Tabungan emas di Pegadaian dapat dimiliki mulai Rp7.000-an, dengan menyetor uang maka langsung terkonversi ke dalam bentuk gram di dalam buku Tabungan Emas. Setelah mencapai minimal 1 gram emas, Tabungan Emas dapat dicetak.

Keunggulan lain Tabungan Emas di Pegadaian adalah bisa dijual kembali, bisa digadaikan dengan tarif sewa modal yang sangat kompetitif, bisa dikonversi menjadi perhiasan, bisa dijadikan agunan biaya naik haji dan umroh.  Bahkan saat ini dengan berbasis Tabungan Emas, Pegadaian melakukan co-branding dengan perbankan untuk mengeluarkan produk “Kartu Emas” yaitu kartu kredit berbasis Tabungan Emas di Pegadaian, dengan menawarkan benefit yang lebih baik.

Produk ini juga dapat dimiliki dengan mudah, melalui transaksi digital pada aplikasi Pegadaian Digital Service dan melalui beberapa market place yang sudah bekerja sama. Nasabah tidak perlu datang langsung untuk menabung emas, karena bisa dilakukan dengan cara transfer bank. Top up saldo tabungan emas dapat dilakukan melalui ATM ataupun secara online melalui channel perbankan. Artinya nasabah tidak perlu repot membuang tenaga dan waktu untuk antre.

Untuk transaksi secara manual, Tabungan Emas Pegadaian dapat diakses masyarakat melalui transaksi di 4.123 outlet dan 9.674 agen yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Kami akan terus mendorong perluasan layanan untuk memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat, baik melalui transaksi secara digital maupun manual,” papar Kuswiyoto.

Saat ini semakin banyak masyarakat yang menyadari perlunya investasi sebagian assetnya dalam bentuk emas. Hal ini dikarenakan adanya ketidakpastian di pasar keuangan global yang ikut memengaruhi kondisi perekonomian nasional. 

Harga emas dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan. Pada tahun 2018 harga emas menembus rekor sebesar Rp 600.000 per gram dan tahun lalu harga emas menyentuh Rp700.000 per gram dan diawal tahun 2020 sudah menyentuh Rp800.000 per gram.

Pesona harga emas di dalam negeri terus berkilau setelah memecahkan rekor demi rekor dalam beberapa pekan terakhir. Harga emas 24 karat Antam mencapai Rp827.000 per gram pada Selasa (3/03/2020) malam, rekor tertinggi sepanjang masa setelah menembus Rp809.000 per gram pada 24 Februari lalu.

Secara global, harga emas dunia sudah melampaui level psikologis US$1.600 per troy ounce pada 19 Februari 2020 dan mencapai rekor tertinggi US$1.643,31 per troy ounce. Sementara itu, pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed diyakini oleh sejumlah kalangan dapat menjadi katalis positif bagi emas untuk terkerek naik, seiring kondisi ekonomi global yang masih tertekan.

News

Pegadaian akan Terbitkan Obligasi Rp10 Triliun

February 13, 2020

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) berencana menerbitkan surat utang atau obligasi dengan nilai total sebesar Rp10 triliun untuk jangka waktu 2 tahun.

Untuk tahap awal pada 2020 ini, Pegadaian berniat menerbitkan obligasi sekitar Rp4 triliun dari total rencana Rp10 triliun.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ninis Kesuma Adriani mengatakan

Pihaknya tengah mengurus perizinan terkait penerbitan obligasi tersebut ke otoritas. 

“Kami sedang proses untuk obligasi, obligasi kami inginnya punya izin ke penerbitan obligasi berkelanjutan dan surat berharga lainnya dengan total Rp 10 triliun selama 2 tahun,” kata Ninis dalam paparan Kinerja Tahun 2019 di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (13/2/2020). 

Ninis mengungkapkan perseroan saat ini telah menunjuk penjamin emisi (underwriter).

Pegadaian, lanjut Ninis, juga akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada sekuritas tersebut terkait penerbitan waktu untuk emisi obligasi pada 2020 ini, dan menentukan berapa tahap penerbitan surat utang tersebut.

“Karena kami ingin melihat nanti apakah di market sedang crowded sekali atau tidak. Kalau bunganya tidak bagus, ya tidak kita ambil. Kami akan bicara dengan underwriterkami, mungkin awal triwulan II, kurang lebih bisa Rp 4 triliun,” jelas Ninis.

Di lain sisi, Pegadaian pada tahun ini menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 1 triliun. Anggaran capex tersebut mayoritas digelontorkan untuk menambah aset perusahaan berupa tanah dan bangunan serta memperkuat digitalisasi bisnis.

“Pegadaian akan mendorong nasabah untuk cashless dan go digital. Memang membutuhkan waktu untuk mengenalkan digitalisasi tetapi sebagian besar milenial pasti melek dengan teknologi smartphone,” jelas Ninis.

Sepanjang 2019 lalu, Pegadaian meraih capaian kinerja positif dengan meraup laba bersih sebesar Rp 3,1 triliun ( tumbuh 12%) dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Perseroan juga membukukan outstanding pembiayaan (OSL) sebesar Rp 50,4 triliun (tumbuh 23,3%), di atas rata rata industri nasional. 

Pegadaian mencatat NPL gross sebesar 1,75% dan total realisasi pembiayaan sebesar Rp145,6 triliun dan non pembiayaan sebesar Rp4,7 triliun selama tahun lalu.

Kinerja positif tersebut, didorong oleh sejumlah produk inovatif berbasis digital yang diluncurkan perseroan dan agresivitas dalam menjalin sinergi dan kolaborasi dengan ratusan mitra di tanah air. 

“Banyaknya kolaborasi dan sinergi dengan ratusan mitra dari BUMN, swasta, perguruan tinggi dan berbagai organisasi selama 2019 mendorong penambahan jumlah nasabah Pegadaian dari 10,64 juta pada 2018 menjadi 13,86 juta pada 2019, naik 3,2 juta,” jelas Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto.

Kinerja positif yang berhasil diraih perseroan pada 2019, lanjut Kuswiyoto, tidak terlepas dari kontribusi seluruh nasabah yang setia menggunakan produk dan layanan perseroan. 

Selain itu, Pegadaian juga melakukan program pemasaran yang intensif berupa Employee Get Customers. Program pemasaran ini melibatkan seluruh karyawan dan keluarga untuk terlibat dalam  kegiatan memasarkan produk-produk inovatif, serta berbagai saluran distribusi baik melalui 4.123 outlet dan 9.673 agen.

Bahkan penggunaan aplikasi Pegadaian Digital telah dimanfaat untuk melakukan transaksi digital oleh lebih 2 juta nasabah.

News

Pegadaian & Kemendes kerjasama Pembangunan Kawasan Pedesaan

December 3, 2019

Jakarta, 3 Desember 2019 – PT Pegadaian (Persero) menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, dalam pemanfaatan produk dan jasa layanan. Kerja sama tersebut bertujuan untuk mendukung fasilitas program Pembangunan Kawasan Perdesaan melalui produk dan layanan jasa Pegadaian.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Halim Iskandar. Sebelumnya, Pegadaian telah menjalin kerja sama untuk mengembangkan pemanfaatan produk dan layanan jasa dengan Badan Pusat Statistik (BPS), PT Bank Tabungan Negara (BTN) (persero), dan PT Bank Jabar Banten (BJB) Syariah.

“Ini merupakan kerja sama kami yang ke empat dalam meningkatkan pemanfaatan produk dan jasa layanan Pegadaian untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Pada kerja sama kali ini, Pegadaian berperan sebagai penyedia produk dan layanan jasa untuk pengembangan masyarakat dalam rangka pembangunan kawasan perdesaan,” kata Kuswiyoto, Jakarta, Selasa (3/12).

Kuswiyoto mengatakan dalam kerja sama ini produk unggulan Pegadaian yaitu Tabungan Emas yang akan ditawarkan. Oleh karena itu, nantinya Pegadaian akan memfasilitasi pembiayaan dan tabungan emas, dan pembukaan tempat layanan agen Pegadaian di lokasi terselenggaranya kegiatan pengembangan masyarakat dalam rangka pembangunan kawasan perdesaan.

Ditambahkan ada kerja sama ini juga sebagai pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran, serta fasilitas dan pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan. Sehingga dapat mewujudkan One Family, One Nation, and One Vision to Excellence.

“Diharapkan dengan adanya kerja sama ini, Pegadaian tetap menjadi The Most Valuable Financial Company di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia.”

PT Pegadaian (Persero) fokus untuk menggarap bisnis ditengah persaingan gadai swasta, salah satu strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan meningkatkan penjualan produk salah satunya adalah Tabungan Emas. Perseroan menarget angka 5,4 ton untuk penjualan tabungan emas hingga akhir tahun 2019.

Tercatat saat ini Tabungan Emas Pegadaian baru tercapai 4,6 ton. Sehingga untuk mencapai target, Pegadaian terus melakukan promosi dan juga melakukan berbagai kerjasama strategis ke seluruh lembaga.

Untuk jumlah nasabah Tabungan Emas Pegadaian hingga Oktober 2019 telah mencapai 3,6 juta nasabah atau tumbuh 115% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara pada jumlah rekening emas yang aktif hingga Oktober tercatat sebesar 3,7 juta rekening.

News

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Raih Penghargaan TOP Leader on Digital Implementation 2019

November 28, 2019

JAKARTA, 27 November 2019 — Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto untuk pertama kalinya meraih penghargaan dalam kategori TOP Leader on Digital Implementation 2019 pada ajang TOP Digital Awards 2019, karena dinilai berhasil melakukan digital di era disruption.

Tidak hanya meraih TOP Leader on Digital Implementation 2019 , tapi PT Pegadaian(Persero) juga mendapatkan dua penghargaan dalam kategori TOP Digital Implementation on Financial Service Non Banking Sector 2019 dan TOP Digital On Digital Service For Milennial 2019. Penghargaan tersebut diselenggarakan Majalah IT Works penghargaan diterima oleh Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono di Sultan Hotel
Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11).

Indikator penilaian pada TOP Digital Awarding 2019 dilakukan berdasarkan jawaban kuesioner dan wawancara penjurian. Keputusan penentuan pemenang dilakukan secara obyektif dan independen oleh Dewan Juri yang kredibel.

Dalam rilis tertulisnya Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Kuswiyoto menyatakan, “Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan proses transformasi digital dengan meningkatkan inovasi baru di Pegadaian yang saat ini usianya tidak muda lagi (118 tahun). Tapi kami optimis dengan transformasi Pegadaian akan terus memimpin pasar, ditengah makin maraknya bisnis gadai swasta,” ungkap Kuswiyoto, seusai menerima penghargaan tersebut yang diwakili oleh Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono di Sultan Hotel Indonesia, Jakarta, Rabu (27/11).

Menurut Kuswiyoto, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari. Hal tersebut secara langsung mempengaruhi iklim usaha, termasuk perkembangan bisnis keuangan yang terjadi di Pegadaian. Oleh karena itu, Pegadaian harus segera menyesuaikan dengan berkomitmen terus bertumbuh mengikuti perkembangan zaman, namun tetap tidak akan meninggalkan bisnis inti yaitu, gadai.

“Situasi bisnis berubah. Kami perlu mengembangkan inovasi-inovasi baru. Meski demikian Pegadaian enggak akan meninggalkan core bisnis, tetap gadai. Tetapi Pegadaian juga masuk ke lini bisnis non gadai, misalnya digital landing.”

Sedangkan itu, Direktur Teknologi Informasi dan Digital, Teguh Wahyono mengatakan ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu digitalisasi
produk dan channel layanan. Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah. Dari sisi channel, Pegadaian membuka saluran
distribusi dengan sistem keagenan.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian
sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan,” ujarnya.

Teguh mengatakan adanya dua inovasi tersebut kinerja triwulan lll 2019 tumbuh positif. Terlihat dari
Outstanding Loan yang menunjukkan peningkatan sebesar 17%, total aset sebesar 14% , dan laba bersih sebesar 19%.

Aset Pegadaian tercatat mencapai Rp 59 triliun, pendapatan usaha mencapai Rp 9,8 triliun dan laba bersih Rp 2,35 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja Pegadaian selalu menunjukkan peningkatan.

Bisnis Pegadaian yang direpresentasikan dari
penyaluran uang pinjaman tumbuh 17,72 % dibandingkan periode sebelumnya (YoY), angka tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri
pembiayaan pada periode yang sama, tumbuh sebesar 3,53 % dari Rp 435,72 triliun menjadi Rp 451,11 triliun.

News

Pegadaian & BPS Kerja Sama Layanan Data  & SDM

November 26, 2019

Jakarta, 26 November 2019 – Dalam rangka memperluas layanan gadai kepada masyarakat di seluruh Indonesia, PT Pegadaian (Persero) menjalin kerjasama untuk meningkatkan pemanfaatan produk dan layanan dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Pegadaian (Kuswiyoto) dan Kepala BPS Suhariyanto.

“Pegadaian terus meningkatkan sistem layanannya kepada seluruh nasabah di Indonesia dengan mengembangkan produk – produk perusahaan, untuk mendukungnya kami menjalin kerjasama dengan BPS dalam pemanfaatan produk dan layanan,” kata Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, Jakarta, Selasa (26/11).

Kuswiyoto mengatakan dalam kerjasama kali ini, Pegadaian akan memfasilitasi penyediaan pertukaran data atau informasi di bidang statistik dalam layanan perseroan. Tidak hanya itu, kerjasama tersebut juga berfokus pada pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan dalam memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak untuk melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, Kuswiyoto menjelaskan kerja sama dengan BPS sebagai pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran melalui kompetensi masing-masing pihak, fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan.

“Kerjasama kali ini juga tidak hanya berfokus pada layanan Pegadaian saja, tapi juga sebagai bentuk dukungan perusahaan terhadap pelaksanaan kegiatan sensus dan survei penduduk yang dilakukan oleh BPS di tahun 2020 mendatang. Kita tahu bahwa kegiatan tersebut merupakan rutinitas setiap lima tahun sekali, maka itu dengan adanya kerjasama ini kegiatan sensus dan survei penduduk akan lebih lancar, ” ujarnya.

Pegadaian memiliki produk – produk unggulan, yaitu Arrum, Amanah, Rahn, Mulia, KCA, Krasida, Rahn Tanah, Kreasi, dan Kresna. Tercatat hingga September 2019 Arrum realisasi Rp1.666 miliar dari target Rp1.157 miliar, Amanah realisasi Rp2.309 dari target Rp2.226, Mulia realisasi Rp407 miliar dari target Rp663 miliar, Rahn realisasi Rp4.736 miliar dari target Rp4.615, Rahn Tanah realisasi Rp 505 miliar dari target Rp153 miliar, KCA realisasi Rp29.496 miliar dari target Rp29.688 miliar, Krasida realisasi Rp1.223 miliar dari target Rp1.149 miliar, Kreasi realisasi Rp5.182 miliar dari target Rp4.282 miliar, dan Kresna realisasi Rp740 miliar dari target Rp760 miliar.

News

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Sinergi dengan Kawasan Berikat Nusantara

November 12, 2019

Jakarta, 12 November 2019 – Wujudkan semangat sinergi bisnis antar perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama untuk pemanfaatan produk dan pelayanan dengan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) (Persero). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto dan Direktur Utama KBN Sattar Taba.

“Kerja sama ini merupakan bentuk semangat sinergi BUMN guna pemanfaatan produk dan pelayanan antar perusahaan. Pada kerja sama kali ini Tabungan Emas Pegadaian menjadi produk unggulan yang ditawarkan pada KBN,” kata Kuswiyoto di acara Penandatanganan Kerja Sama Pegadaian dan KBN, Jakarta, Selasa (12/11).

Kuswiyoto menerangkan jumlah tabungan emas per September 2019 sebesar 3,6 ton dari sebelumnya hanya sebesar 3,4 ton. Sementara jumlah nasabah tabungan emas sudah mencapai 3,3 juta orang atau naik dari posisi sebelumnya sebanyak 3,1 juta nasabah.

Sedangkan itu Kuswiyoto juga menerangkan, kerja sama dengan KBN sebagai pedoman dan langkah awal dalam meningkatkan sistem penjualan dan pemasaran dengan kompetensi, fasilitas serta pemberian jasa dengan prinsip saling menguntungkan. Sehingga, kerja sama ini juga untuk mengembangkan jaringan kedua BUMN.

“Dengan kerja sama dengan KBN, bisnis gadai akan semakin meningkat. Karena, kami meyakini akan membawa dampak usaha kedua belah pihak akan lebih meningkat.”

Penandatangan kerja sama tersebut bertujuan untuk memanfaatkan kemampuan masing-masing pihak dalam melaksanakan, mengembangkan, dan meningkatkan bidang usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Seperti yang diketahui bahwa di tahun 2019, Pegadaian telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 100 perusahaan yang terdiri dari BUMN, BUMD, Swasta, Asosiasi, dan Instansi Pendidikan di seluruh Indonesia. Perusahaan besar yang sudah jalin kerja sama dengan Pegadaian diantaranya adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero), PT Bank Mandiri (Persero), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), dan PT Telekomunikasi Selular (Persero).

News

Pegadaian Raih Penghargaan BUMN Terbaik 2019

October 28, 2019

Jakarta – PT Pegadaian (persero) raih penghargaan dalam kategori BUMN Berpredikat Sangat Bagus Atas Kinerja Keuangan Selama Tahun 2018 pada acara Penganugerahan The Best BUMN 2019 yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kinerja perseroan yang tetap komitmen menjaga performa dan pertumbuhan kinerja keuangan.

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan rating yang dilakukan biro riset Infobank terhadap 118 BUMN. Pada proses penetapan pemenang terdapat kategori yaitu : 20 BUMN yang mendapatkan predikat “Tidak Bagus”, perusahaan BUMN berpredikat “Baik” sebanyak 21 BUMN, 13 BUMN berpredikat “Cukup Baik”dan perusahaan BUMN dengan predikat “Baik” sebanyak 54.

Penghargaan tersebut juga diberikan berdasarkan kinerja bisnis perusahaan yang terus mendorong upaya-upaya untuk menjadi BUMN sebagai agen pembangunan yang kuat, lincah, dan kompetitif.

Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengungkapkan bahwa penghargaan yang diraih merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap kinerja perseroan selama ini. Sehingga menjadi pemicu agar Pegadaian terus melakukan inovasi-inovasi baru.

“Pegadaian saat ini terus mengembangkan inovasi baru agar kinerja keuangan terus meningkat. Hal ini dikarenakan rencana kami kedepannya yaitu menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan finansial terbaik di Indonesia dan sebagai agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,” ujar Kuswiyoto.

Kuswiyoto menjelaskan di tahun 2018 Pegadaian menduduki posisi ke 7 sebagai BUMN yang memberikan deviden terbesar yaitu sebesar Rp1,3 triliun. Sedangkan, laba bersih pegadaian di tahun 2018 tercatat sebesar Rp2,7 triliun, sehingga untuk meningkatkan kinerja keuanga di tahun 2019 perseroan terus menciptakan inovasi-inovasi baru.

“Ada dua inovasi yang dijalankan oleh Pegadaian, yaitu produk dan channel layanan. Inovasi produk yang dijalankan merupakan sistem layanan Pegadaian kepada nasabah, yaitu Gadai Tabungan Emas, Gadai on Demand, Gadai Efek (Saham & Obligasi), G-Cash, Gold Card, Digital Lending, Arrum Umroh, dan Rahn Tasjily Tanah,” ujarnya.

Sedangkan inovasi channel layanan memiliki manfaat dalam meningkatkan inklusi keuangan, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan produktivitas karyawan, efisiensi biaya sehingga

tarif lebih kompetitif, meningkatkan sinergi (bersifat mutualisme), dan meningkatkan transaksi. Bukti manfaat inovasi tersebut terlihat dari outlet Pegadaian yang saat ini telah mencapai lebih dari 4.100 outlet, agen pegadaian yang lebih dari 9.600 jiwa, menjalin kolaborasi dengan 19 perusahaan BUMN/Swasta, lebih dari 1.800 sales force, lebih dari 13.400 karyawan (program EGC), dan lebih dari 1 juta pengguna Pegadaian Digital.

“Kedua inovasi ini terus dilakukan oleh perusahaan, sehingga menjadikan Pegadaian sebagai perusahaan yang menarik untuk nasabah maupun partner bisnis perusahaan,” ujarnya.

News

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Beri Kuliah Umum di Universitas Negeri Makassar

October 10, 2019

Makassar – PT Pegadaian (Persero) terus mengintensifkan program literasi keuangan dan bisnis bagi kalangan generasi muda dalam menghadapi era digital di Indonesia melalui kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan.

Direktur Utama Pegadaian Kuswoyoto hadir sebagai narasumber untuk menyampaikan materi dengan tema “Transformasi di Era Digital”. Melalui kegiatan tersebut, Kuswiyoto menyampaikan bahwa Perseroan terus melakukan transformasi, sehingga produk dan pelayanan yang diberikan semakin muda(h) diakses oleh masyarakat khususnya generasi muda.

“Kegiatan ini bukan semata-mata memberikan informasi seputar pengalaman Pegadaian dalam melakukan transformasi di era digital industri 4.0 tapi juga berdiskusi bagaimana cara mengembangkannya. Terutama mengenai bagaimana Pegadaian terus melakukan transformasi, khususnya di sektor digital,” Ujarnya di UNM, Makassar, Kamis (10/10).

Pegadaian melaksanakan transformasi digital dari mulai proses bisnis, budaya kerja, dan produk layanan berupa aplikasi yang dapat diunduh melalui Playstore dan Appstore. “Untuk generasi milenial yang ingin mengakses layanan Pegadaian dapat mendownload aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS), tapi aplikasi ini juga dapat dinikmati oleh seluruh golongan masyarakat di Indonesia.”

Dijelaskan bahwa di dalam PDS pengguna bisa menemukn informasi terkait produk dan layanan Pegadaian. Tidak hanya itu, melalui PDS semua nasabah dapat melakukan transaksi secara online, bahkan dapat mengembangkan bisnis dengan menjadi agen Pegadaian.

“Di era digital ini, mahasiwa UNM juga dapat merintis bisnis dengan menjadi mitra Pegadaian sebagai agen. Sebagai bukti bahwa Pegadaian memberikan solusi keuangaan bagi generasi muda, Pegadaian meluncurkan produk Gadai Prima di outlet konvensional dan Rahn Hasan di outlet syariah,” jelasnya.

Sementara itu, nasabah yang produktif menggunakan layanan Pegadaian secara proses konvensional dengan umur di bawah 36 tahun (milenial) mencapai sekitar 33 persen, dengan porsi perempuan 63 persen dan laki-laki 37 persen. Sedangkan proses digital yang umur di bawah 36 tahun mencapai 72 persen dengan jumlah sebanding yakni perempuan 50,5 persen dan laki-laki 49,4 persen.

Pada kesempatan yang sama, Pegadaian juga memberikan beasiswa untuk mahasiswa/wi berprestasi sebesar Rp163 Juta dan 10 Unit Laptop. “Adanya beasiswa ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat belajar.”

Kegiatan Kuliah Umum ini merupakan bagian dari program BUMN Hadir untuk Negeri dalam memberikan edukasi kepada siswa maupun mahasiswa. Direksi sejumlah BUMN secara kontinyu memberikan materi kepemimpinan dan pengalaman terkait peran BUMN dalam pembangunan ekonomi bangsa. Di sisi lain juga memperkenalkan produk dan layanan BUMN yang bermanfaat bagi masyarakat.