BRIEF.ID – Bursa Saham Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (30/7/2026) waktu setempat, didorong reli saham-saham teknologi setelah Microsoft membukukan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar.
Hasil itu memperkuat keyakinan investor bahwa investasi besar perusahaan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai menampakkan hasil.
Indeks S&P 500 menguat 1,7%, sekaligus menutup seluruh kerugian pada sesi sebelumnya yang merupakan penurunan terbesar dalam tujuh minggu terakhir. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 613 poin atau 1,2%, sedangkan Nasdaq Composite melesat 2,8%, ditopang penguatan saham-saham teknologi dan semikonduktor.
Microsoft menjadi pendorong utama reli pasar dengan lonjakan harga saham 15,5%, yang merupakan kenaikan harian terbesar dalam hampir 18 tahun. Penguatan ini terjadi setelah perusahaan melaporkan laba kuartalan yang melampaui proyeksi analis, didukung pertumbuhan kuat bisnis komputasi awan Azure.
Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Satya Nadella mengatakan peningkatan kinerja Azure mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan layanan berbasis AI oleh pelanggan di berbagai sektor.
Pernyataan itu meredakan kekhawatiran investor terhadap besarnya belanja modal perusahaan teknologi untuk pengembangan AI, sekaligus memperkuat prospek pertumbuhan industri tersebut.
Sentimen positif juga mendorong pemulihan saham-saham produsen chip yang sebelumnya mengalami tekanan. Investor kembali memburu saham sektor teknologi setelah melihat indikasi bahwa investasi AI mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan.
Meski demikian, pelaku pasar masih mencermati perkembangan di pasar obligasi. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap berada pada level tinggi seiring kekhawatiran bahwa inflasi berpotensi bertahan lebih lama dari perkiraan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve) dalam beberapa waktu ke depan.
Dengan penguatan tersebut, Wall Street menunjukkan bahwa optimisme pada sektor teknologi, khususnya AI, masih menjadi penggerak utama pasar. Namun, prospek pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan inflasi, kebijakan moneter, serta kinerja keuangan emiten pada musim laporan keuangan yang masih berlangsung. (nov)


