BRIEF.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membela kebijakan tarif impor yang diterapkannya dengan menyebut langkah tersebut telah memperkuat industri otomotif nasional. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri rapat umum di fasilitas General Motors di Michigan, AS, pada pekan ini.
Pada kesempatan itu, Trump mengatakan perusahaan-perusahaan otomotif kini berada dalam kondisi yang lebih baik dibandingkan sebelumnya berkat kebijakan tarif.
“Semua karena Trump,” ujar Presiden AS itu, seraya menegaskan tarif telah mendorong pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri.
Trump juga menyatakan kebijakan tarif akan memberikan manfaat besar bagi General Motors. Saat mengunjungi pameran kendaraan baru, ia menandatangani sebuah mobil sport Chevrolet Corvette edisi peringatan 250 tahun AS dan menyebut perekonomian Michigan tengah berkembang.
Meski demikian, sejumlah data ekonomi menunjukkan tantangan masih membayangi. Kalangan ekonom menilai tarif telah meningkatkan biaya impor bahan baku dan komponen, sehingga membebani perusahaan dengan tambahan biaya miliaran dolar. Beban ini pada akhirnya ikut mendorong kenaikan harga berbagai produk di pasar.
Tekanan inflasi juga diperparah oleh kenaikan harga energi akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Iran. Kondisi ini membuat harga bahan bakar tetap tinggi dan mengurangi daya beli masyarakat.
Survei terbaru menunjukkan banyak warga AS meyakini kebijakan tarif telah berkontribusi terhadap kenaikan harga barang sehari-hari. Kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi turut melemahkan kepercayaan konsumen terhadap prospek perekonomian.
Meski pemerintahan Trump menilai tarif merupakan instrumen penting untuk melindungi industri dalam negeri dan mendorong investasi manufaktur, para analis menilai efektivitas kebijakan tersebut masih menjadi perdebatan. Mereka menilai manfaat bagi sektor tertentu perlu diimbangi dengan dampak terhadap biaya produksi, inflasi, dan daya beli masyarakat. (AP/nov)


