BRIEF.ID – Bursa Wall Street, New York, Amerika Serikat (AS) ditutup relatif stabil pada perdagangan Rabu (26/8/2026), setelah data terbaru menunjukkan inflasi AS masih berada di level tinggi dan sedikit lebih buruk dari perkiraan pasar.
Indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1% ke level 7.675,70, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,2% menjadi 53.463,88. Nasdaq Composite juga terkoreksi sekitar 0,1% ke 26.130,20.
Perhatian investor tertuju pada indeks Personal Consumption Expenditures (PCE), yang menjadi salah satu indikator inflasi utama bagi Federal Reserve. Inflasi PCE tahunan pada Juli tercatat 3,7%, tidak berubah dari Juni namun sedikit di atas ekspektasi ekonom sebesar 3,6%. Angka tersebut masih jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%.
Data ini turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil (Yield) Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,65%, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
Pergerakan saham relatif terbatas. Investor juga menunggu laporan kinerja Nvidia, yang menjadi salah satu perusahaan paling berpengaruh terhadap sentimen pasar karena tingginya ekspektasi terhadap pertumbuhan bisnis kecerdasan buatan (AI).
Inflasi yang masih bertahan di atas target, pasar kini semakin memperhatikan arah kebijakan moneter The Fed menjelang pertemuan September. Investor akan mencermati komentar pejabat bank sentral, khususnya terkait apakah tekanan inflasi cukup kuat untuk mempertahankan suku bunga tinggi hingga akhir tahun. (Investing.com/AP/nov)


