BRIEF.ID – Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menandatangani nota kesepahaman damai dengan Iran selama kunjungan kenegaraan ke Prancis, pada Rabu (17/6/2026).
Menanggapi pertanyaan wartawan saat meninggalkan Istana Versailles pada Rabu (17/6/2026) malam, Trump mengatakan, “Kesepakatan itu sudah ditandatangani. Ditandatangani di Versailles. Baru saja ditandatangani,” demikian dilaporkan BBC.
BBC, mengutip pejabat Gedung Putih, menyatakan bahwa dokumen itu juga telah ditandatangani oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Laporan terpisah dari CBS juga mengatakan kesepakatan itu telah ditandatangani dari jarak jauh oleh kedua pihak.
Laporan sebelumnya, pada Rabu (17/6/2026) telah mengungkapkan ketentuan MoU tersebut, yang mencakup komitmen Iran untuk tidak pernah membangun senjata nuklir, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan sanksi AS terhadap Teheran, dan penghentian segera semua permusuhan, termasuk di Lebanon.
Perjanjian tersebut juga mencakup dana rekonstruksi sebesar US$ 300 miliar untuk Iran, meskipun belum jelas apa saja yang akan termasuk dalam dana tersebut.
Trump telah memperingatkan bahwa kesepakatan itu tidak permanen, dan Washington siap untuk melanjutkan serangan terhadap Iran jika negara itu tidak mematuhi ketentuan perjanjian tersebut. Pejabat Iran mengeluarkan peringatan serupa.
Iran juga memperingatkan bahwa permusuhan Israel yang berkelanjutan terhadap Lebanon akan membatalkan kesepakatan perdamaian tersebut.
AS dan Iran dijadwalkan untuk mengadakan upacara penandatanganan resmi di Swiss pada hari Jumat. Belum jelas apakah upacara tersebut masih sesuai rencana. (nov)


