BRIEF.ID – Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyerukan persatuan dan solidaritas nasional setelah dua gempa bumi berkekuatan besar mengguncang negara Amerika Selatan tersebut.
Seruan itu disampaikan di tengah upaya pemerintah menangani dampak bencana yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di sejumlah wilayah.
Melalui pernyataan yang disampaikan di platform X, Maduro meminta masyarakat tetap tenang dan saling membantu dalam menghadapi situasi darurat yang sedang berlangsung.
“Di masa-masa sulit ini, kami menyerukan persatuan nasional, ketenangan, serta bantuan yang nyata untuk saling menolong, melindungi, berbagi, menguatkan, dan memulihkan,” kata Maduro di postingan X pribadinya, Kamis (25/6).
Dia menegaskan bahwa Venezuela telah menghadapi berbagai tantangan besar sebelumnya dan diyakini mampu bangkit kembali melalui semangat kebersamaan serta solidaritas masyarakat.
Gempa yang terjadi pada hari Rabu (24/6) tersebut dilaporkan memiliki magnitudo 7,2 dan 7,5. Berdasarkan data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa berada di dekat wilayah Moron dan San Felipe.
Bencana tersebut menyebabkan kerusakan cukup luas. Sebuah bangunan tempat tinggal di Caracas dilaporkan runtuh akibat guncangan kuat, mengakibatkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang anak, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.
Seiring memburuknya situasi, pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional guna mempercepat koordinasi penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan sejumlah daerah mengalami kerusakan signifikan, termasuk ibu kota Caracas serta beberapa negara bagian lain seperti Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.
“Kami menetapkan status darurat nasional, sebagaimana diatur dalam konstitusi kami,” ujar Rodriguez seperti dikutip Antaranews.
Selain kerusakan bangunan, bandara utama Venezuela di Maiquetia juga dilaporkan ditutup sementara setelah mengalami kerusakan akibat gempa. Pemerintah setempat mencatat sedikitnya 20 gempa susulan terjadi setelah dua gempa utama mengguncang negara tersebut.
Di tengah kondisi darurat, Venezuela menerima dukungan dari berbagai negara. Pemerintah Amerika Serikat, Brasil, Kolombia, Inggris, Meksiko, Turki, Qatar, Kuba, dan sejumlah negara lainnya telah menyampaikan solidaritas serta kesiapan membantu proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan beberapa lembaga keuangan internasional juga menawarkan bantuan kepada pemerintah Venezuela.
Seruan persatuan yang disampaikan Maduro menjadi pesan penting di tengah upaya penyelamatan korban, pemulihan infrastruktur, dan penanganan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan oleh salah satu gempa terbesar yang melanda Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. (ayb)


