Tahun 2025, Bonus Pekerja Wall Street Tembus US$ 246.900

BRIEF.ID – Rata-rata bonus pekerja di bursa Wall Street mencapai  US$ 246.900 atau setara dengan  Rp3,9 miliar pada tahun 2025 atau naik sekitar 6% atau US$ 15 ribu dibanding tahun sebelumnya.

Laporan  pengawas keuangan negara bagian New York, Amerika Serikat (AS) melaporkan pada Kamis (26/3/2026), menyatakan bahwa total bonus Wall Street mencapai rekor US$ 49,2 miliar pada tahun 2025, naik 9%, menurut perkiraan tahunan Pengawas Keuangan Thomas DiNapoli tentang bonus yang dibayarkan kepada karyawan industri sekuritas yang bekerja di Kota New York.

DiNapoli, seorang Demokrat, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan kenaikan lebih dari 30% dalam keuntungan Wall Street tahun lalu, menjadi US$ 65,1 miliar.

“Wall Street menunjukkan kinerja yang kuat sepanjang tahun lalu, terlepas dari semua gejolak domestik dan internasional yang sedang berlangsung,” kata DiNapoli.

Meskipun terjadi beberapa penurunan historis di Wall Street karena kekhawatiran tentang berbagai hal, mulai dari tarif Presiden Donald Trump hingga suku bunga dan kemungkinan gelembung dalam teknologi kecerdasan buatan, tahun 2025 merupakan tahun yang baik bagi siapa pun yang memiliki ketahanan untuk bertahan melewati fluktuasi tersebut.

Dana indeks S&P 500, yang menjadi inti dari banyak rekening 401(k) para penabung, menghasilkan pengembalian hampir 18% pada tahun 2025 dan mencapai rekor tertinggi pada 24 Desember. Ini adalah tahun ketiga berturut-turut dengan pengembalian yang besar.

Chris Connors, direktur pelaksana di perusahaan konsultan kompensasi Johnson Associates, mengatakan perkiraan bonus tersebut bukanlah kejutan, mengingat tren di Wall Street.

“Saya pikir 2025 adalah tahun yang hebat, mungkin tahun terbaik sejak 2021 untuk banyak perusahaan di Wall Street. Perdagangan, khususnya, mengalami tahun yang luar biasa,” kata Connors.

Connors mencatat bahwa bonus merupakan bagian signifikan dari gaji bagi banyak profesional di industri jasa keuangan, yang sangat bergantung pada insentif.

Wall Street merupakan penggerak utama ekonomi Kota New York dan sumber pendapatan pajak utama bagi kota dan negara bagian. DiNapoli memperkirakan bonus tahun 2025 akan menghasilkan tambahan pendapatan pajak negara bagian sebesar US$ 199 juta dan tambahan US$ 91 juta bagi kota, dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Namun, kita melihat pertumbuhan lapangan kerja yang lebih lambat, dan konflik geopolitik memiliki dampak global yang menimbulkan risiko luar biasa bagi prospek jangka pendek dan jangka panjang sektor keuangan dan pasar ekonomi yang lebih luas.” (Associated Press/nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Tiga Agenda Strategis Pemerintah Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah membangun...

Prabowo: Pengadaan Barang dan Jasa Harus Terintegrasi

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan disiplin fiskal harus...

Pemerintah Targetkan Tingkat Kemiskinan Turun 6% pada 2027

BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto menargetkan tingkat kemiskinan Indonesia...

Pasar Respons Positif Pidato RAPBN 2027, IHSG Menguat 1,59%

BRIEF.ID – Pasar keuangan merespons positif penyampaian Rancangan Anggaran...