BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih tertekan di zona merah pada perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2026). Saham-saham sektor energi menjadi pemberat utama, yang melemahkan indeks.
Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, yakni pukul 12:00 waktu JATS, IHSG ditutup melemah 0,21% atau 12,86 poin ke level 6.134. Sebelumnya pada awal perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah 0,47% atau 29,05 poin ke level 6.118.
Selama 3 jam perdagangan berlangsung, IHSG terpantau lebih banyak bergerak di zona merah dengan menyentuh level terendah di 6.013, dan level tertinggi di 6.150.
Data perdagangan BEI menunjukkan sebanyak 426 saham turun harga, 242 saham naik harga, dan 120 saham tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Volume saham yang ditransaksikan sepanjang sesi I perdagangan hari ini mencapai 24,263 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi sebanyak 1.177.544 kali, dan nilai transaksi sebesar Rp8,101 triliun.
Pelemahan IHSG dipicu tekanan jual yang dilancarkan investor, terutama terhadap saham-saham di sektor energi, seiring lonjakan harga minyak dunia.
Melansir CNBC International, harga kontrak berjangka minyak mentah jenis Brent untuk pengiriman November naik 1,22% menjadi US$106,56 per barel. Sedangkan kontrak berjangka minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) AS naik lebih dari 1% menjadi US$93,57 per barel.
Saham-saham sektor energi yang mengalami tekanan harga antara lain PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).
Harga saham ADRO di sesi I ditutup anjlok 2,70% atau Rp70 menjadi Rp2.520 per lembar, BREN turun 2,31% atau Rp70 menjadi Rp2.960 per lembar, dan INCO melemah 1,36% atau Rp60 menjadi Rp4.340 per lembar.
Selain itu, saham-saham sektor keuangan juga mengalami tekanan seiring pelemahan rupiah yang menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 0,58% menjadi Rp3.440 per lembar, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 0,40% atau Rp25 menjadi Rp6.200 per lembar.
Meski lebih banyak bergerak di zona merah, IHSG sempat menyentuh zona hijau, seiring aksi borong yang dilakukan investor terutama terhadap saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hingga akhir sesi I, harga BBRI terpantau naik 1,91% atau Rp60 menjadi Rp3.200.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran level support 6.000 hingga level resistance 6.150. (Jea)


