BRIEF.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah kembali menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (29/9/2026), imbas kekhawatiran inflasi tinggi.
Berdasarkan data transaksi antarbank di Jakarta atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah dibuka melemah 0,11% atau 19 poin atau 0,11 menjadi Rp17.997 per dolar AS dibandingkan level sebelumnya Rp17.978 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terus berlanjut hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar AS pada pukul 10:15 WIB. Hingga pukul 10:45 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp18.014, terkoreksi 0,20% atau 36 poin dari Rp17.987 pada penutupan perdagangan Senin (28/9/2026).
Hal serupa terjadi pada nilai tukar rupiah di pasar spot hari ini yang dibuka melemah 0,07% ke level Rp17.988 per dolar AS, dan terus tertekan hingga menyentuh level Rp18.014 per dolar AS.
Kejatuhan rupiah dipicu kekhawatiran inflasi tinggi seiring lonjakan harga minyak dunia yang masih berada di atas level US$100 per barel, seiring konflik Timur Tengah yang tak kunjung berakhir.
Perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran mengalami kebuntuan, terutama terkait syarat pembukaan kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur utama distribusi minyak global.
Hal itu, membuat harga minyak dunia jenis Brent tetap tinggi di level US$106 per barel.
Lonjakan harga minyak dunia membuat kekhawatiran terkait inflasi tinggi semakin meningkat. Pasalnya, kenaikan harga minyak bida berdampak pada kenaikan harga energi dan harga barang.
Selain itu, tingginya harga minyak berpotensi memperbesar kebutuhan devisa untuk membiaya impor minyak dan produk turunannya, sehingga menggerus surplus neraca perdagangan.
Pada pekan ini, BPS akan mengumumkan data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang diyakini investor mengalami tekanan akibat kenaikan harga minyak dunia yang kembali di atas level US$100 per barel.
Hal itu, membuat transaksi di pasar surat utang diwarnai tekanan capital outflow, ditandai dengan kenaikan imbal hasil (yield) untuk tenor jangka pendek dan menengah, bahkan telah merambat ke jangka panjang.
Untuk perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah diprediksi masih bergerak melemah di kisaran level Rp17.850 per dolar AS hingga Rp18.050 per dolar AS. (Jea)


