Harga Minyak Naik, Indeks Wall Street Tiarap

BRIEF.ID – Indeks harga saham di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (26/3/2026) menyusul pernyataan  Presiden AS Donald Trump, yang  mengatakan AS tidak yakin apakah mampu atau bersedia membuat kesepakatan damai dengan Iran.

Di sisi lain, harga minyak kembali menguat seiring ketidakjelasan upaya negosiasi yang dilakukan AS dan Iran. Dalam rapat Kabinet yang digelar di Gedung Putih, Kamis (26/3/2026), Trump mengatakan Iran memohon untuk membuat kesepakatan.

Namun, sesaat setelah penutupan pasar saham, Trump memposting di media sosial bahwa, sesuai permintaan pemerintah Iran, AS akan  memperpanjang penangguhan serangan  terhadap infrastruktur energi Iran selama 10 hari. Trump juga menyatakan bahwa pembicaraan sedang berlangsung, meskipun Iran secara tegas  membantah adanya negosiasi, yang difasilitasi Pakistan.

Pasar terus menunjukkan pola perdagangan naik turun, karena investor membuat keputusan perdagangan berdasarkan berita yang kontras tentang konflik di Timur Tengah.

Pelaku pasar sebagian besar berharap akan berakhirnya konflik, pesan yang beragam telah membebani sentimen. Hal ini karena pesan  beragam  yang mempengaruhi pergerakan harga minyak mentah, yang terkait erat dengan ekspektasi akan biaya energi yang dapat menimbulkan kenaikan inflasi.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) yang berkedudukan di Paris, Prancis  memperingatkan percepatan kenaikan harga dan perlambatan  pertumbuhan ekonomi jika harga energi meningkat lebih jauh akibat konflik yang berkepanjangan.

Harga minyak naik cukup signifikan setelah Iran mengisyaratkan tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung dengan AS, meskipun proposal AS sedang ditinjau oleh para pejabat Iran. Beberapa kapal dari Tiongkok, India, Jepang, Turki, dan Thailand diizinkan melewati Selat Hormuz oleh Iran.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun  naik 9 bps ke level 4,424%. Harga emas spot melemah 2,7% di level US$ 4.384 per troy ons akibat kenaikan nilai tukar Dolar AS. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Nasib Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Final atau Kekecewaan Selanjutnya?

BRIEF.ID - Tim Nasional Indonesia harus puas bermain imbang...

BI Beberkan Penyebab Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS

BRIEF.ID - Bank Indonesia (BI) membeberkan penyebab nilai tukar...

DPR Sahkan RAPBN 2027 Jadi Undang-Undang, Target Defisit Anggaran Rp671,2 triliun

BRIEF.ID - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI)...

IHSG Masih Tertekan di Zona Merah, Saham Sektor Energi Jadi Pemberat

BRIEF.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek...