Survei Bernstein: Belanja Teknologi AS Meningkat, Eropa Lesu

BRIEF.ID –  Belanja teknologi informasi (TI) oleh perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat diperkirakan terus meningkat sepanjang tahun ini, didorong oleh investasi besar dalam kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), dan modernisasi infrastruktur digital.

Hal itu terungkap dalam survei terbaru yang dilakukan Lembaga riset Bernstein pada para Chief Information Officer (CIO). Hasil survei menunjukkan optimisme yang lebih kuat di AS dibandingkan kawasan Eropa, yang masih menghadapi tekanan akibat pertumbuhan ekonomi yang lemah dan ketidakpastian geopolitik.

Mayoritas CIO di AS menyatakan akan meningkatkan anggaran TI, dengan prioritas utama pada proyek-proyek AI generatif, keamanan siber, pusat data, dan otomatisasi bisnis. Sebaliknya, perusahaan-perusahaan di Eropa cenderung lebih berhati-hati dalam mengalokasikan belanja teknologi, dengan fokus pada efisiensi biaya dibandingkan ekspansi investasi.

Temuan ini memperkuat pandangan bahwa Amerika Serikat masih menjadi motor utama pertumbuhan industri teknologi global. Tren tersebut juga dinilai menguntungkan perusahaan-perusahaan penyedia perangkat lunak, layanan cloud, dan semikonduktor yang memperoleh sebagian besar pendapatannya dari pasar AS.

Meski demikian, Bernstein mencatat bahwa perusahaan tetap selektif dalam berinvestasi. Proyek-proyek yang mampu memberikan peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional menjadi prioritas utama di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Microsoft dan Amazon Web Services diperkirakan akan merebut porsi terbesar dari pertumbuhan anggaran. ServiceNow dan Salesforce adalah satu-satunya vendor perangkat lunak lain yang menunjukkan tren alokasi positif secara moderat.

Para CIO juga menyatakan, tidak berencana meningkatkan pengeluaran untuk vendor model bahasa besar seperti OpenAI dan Anthropic, yang mengindikasikan bahwa perusahaan lebih memilih mengakses AI melalui platform perangkat lunak yang sudah mapan daripada membangun kemampuan internal.

Adopsi cloud terus meningkat, dengan strategi perusahaan yang semakin terbagi antara perusahaan yang semakin dalam masuk ke cloud dan mereka yang mempertahankan lingkungan on-premises.

Adopsi cloud-native mengalami percepatan dalam survei ini, dan cloud publik tetap menjadi pilihan utama untuk aplikasi baru. Cloud hybrid tetap menjadi arsitektur jangka panjang yang dominan karena kekhawatiran tentang ketergantungan pada vendor dan kebutuhan akan fleksibilitas. (nov)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Volatilitas Tinggi, IHSG Ditutup Menguat Tipis  

BRIEF.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan...

Piala Dunia 2026, Es Krim Jadi Andalan Pelatih Thomas Tuchel Atasi Stres

BRIEF.ID – Pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memiliki...

Beredar Surat Usulan Pejabat Kejagung, Komisi Kejaksaan Ragukan Keabsahannya

BRIEF.ID – Komisi Kejaksaan (Komjak) merespons beredarnya dokumen yang...

Kunjungi Kedubes Qatar, Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Sheikh Hamad

BRIEF.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa secara...