BRIEF.ID – Presiden Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai kekurangan meski cakupan penerimanya kini telah menembus lebih dari 62 juta orang.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8) malam.
Menurut Prabowo, besarnya skala program MBG saat ini membuat pelaksanaannya menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Karena itu, pemerintah memilih terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
“MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak. Kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,” tutur Prabowo.
Pengakuan tersebut menjadi perhatian karena MBG merupakan salah satu program utama pemerintah yang cakupannya terus diperluas. Hingga kini, lebih dari 62 juta penerima manfaat disebut telah mendapatkan program tersebut.
Prabowo menegaskan, pemerintah tidak hanya mengejar jumlah penerima, tetapi juga memastikan kualitas pelaksanaan MBG terus diperbaiki. Pemerintah ingin manfaat program dirasakan secara nyata oleh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita. Dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia. Itu tekad kita,” tegasnya.
Kelompok anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia menjadi bagian penting dalam sasaran program karena pemerintah menempatkan pemenuhan kebutuhan gizi sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Prabowo mengatakan keberlanjutan MBG akan tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah. Evaluasi terhadap kekurangan yang muncul di lapangan akan dilakukan agar pelaksanaan program semakin efektif.
Dengan jumlah penerima yang sudah mencapai puluhan juta orang, perbaikan MBG menjadi pekerjaan besar pemerintah. Tantangannya bukan lagi sekadar memperluas jangkauan, tetapi memastikan program berjalan konsisten dan manfaatnya diterima kelompok sasaran.
Prabowo juga mengaitkan pembiayaan berbagai program pemerintah dengan upaya melakukan penghematan anggaran. Menurut dia, efisiensi tersebut kemudian diarahkan untuk membantu masyarakat yang berada dalam kondisi paling membutuhkan.
“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat. Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” kata Prabowo.
Pemerintah dengan demikian menghadapi dua pekerjaan sekaligus dalam menjalankan MBG, yakni mempertahankan cakupan penerima yang telah mencapai 62 juta orang dan membenahi berbagai persoalan yang masih muncul dalam pelaksanaannya.
Prabowo memastikan proses perbaikan akan terus dilakukan. Ia menegaskan pemerintah tidak menutup mata terhadap kekurangan MBG dan akan berupaya menyelesaikannya agar program tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (ayb)


